Malang, (Tagar 22/1/2019) - Anggota komunitas Indonesian Escorting Ambulance (IEA), Malang rela ditilang, demi menyelamatkan nyawa dari Pasuruan menuju Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Jawa Timur Sabtu (22/12/2018).

Ambulans sedang melintas di Jalan Kaliurang, Malang berasal dari Pasuruan menuju RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Mendengar suara sirine salah seorang anggota Escort Indonesian Escorting Ambulance (IEA) Malang, Hamdan langsung turun ke jalanan. Kebetulan dia sedang berada di jalan yang sering dilalui ambulans, tempat komunitasnya berkumpul. 

"Iya, emang saya sedang disitu mba, saya selalu stand by disana. Dan saya juga sudah tahu bahwa setiap hari ambulans ada yang lewat," ujar pria asal Malang itu.

Melihat kesadaran masyarakat masih kurang untuk memberikan ruang pada ambulans, kemudian Hamdan menggunakan sirine dan strobonya membuka jalan bagi ambulans.

"Saya melihat bahwa masyarakat itu masih kurang kesadaran akan itu, makanya saya membunyikan sirinenya. Kalo misalnya gak penting juga, saya tidak akan membunyikan sirine dan strobo saya," tuturnya.

Baca juga: Viral, Pengendara Motor Kawal Ambulans Ditilang Polisi

Selain mengikuti hati nuraninya, supir ambulan juga mengeluarkan tangannya untuk memberikan tanda bahwa dia butuh bantuan.  

"Di video saya yang paling awalkan, memang supir ambulannya juga memberikan tanda kepada saya, dia mengeluarkan tangannya, bahwa dia butuh bantuan," tambahnya.

Dalam kondisi jalanan yang sangat macet, supir ambulans membutuhkan bantuan, untung ada relawan escort, Hamdan yang mengenakan rompi merah dengan bertuliskan "Indonesian Escorting Ambulance". Sehingga supirnya berani memberikan tanda minta bantuan kepada Hamdan.

"Iya saya kan memakai rompi warna merah, seragam dari komunitas. Makanya supirnya berani meminta bantuan. Karena komunitas kami juga udah dikenal warga Jawa Timur, gitu," jelasnya.

Namun ditengah perjalanan Hamdan yang sedang mendampingi ambulans diberhentikan polisi, dan kemudian ditilang. Alasannya, polisi menilang Hamdan adalah karena komunitas yang digelutinya itu belum mendapat surat ijin.

"Kalo komunitas yang di Malang ini memang belom dapat ijin mba, sama di Surabaya juga, tapi kalo yang di Jakarta sudah ada ijin lengkap dengan lembaga hukumnya," tutur Hamdan kepada Tagar News saat dihubungi, Selasa, (22/1).

Meskipun demikian, Hamdan tetap mengikuti aturan. Dia langsung menghubungi kepala lantas untuk negosiasi. Alhasil motor tetap ditilang dan aksesorinya seperti, sirine dan strobo yang ada dimotornya di tahan. Permasalahannya sudah selesai dengan kata damai dari kedua belah pihak.

"Iya saya tetap ditilang mba, dan saya langsung menghubungi kepala lantasnya, saya negosiasi selama 2 jam baru ada kata damai. Tapi dengan syarat sirine sama strobo saya ditahan selama sebulan, kemudian dikembalikan, dan sekarang maslahnya udah selesai mba," tutupnya. []