UNTUK INDONESIA
Kampus UMI Pecat Mahasiswa Pembunuh Fredi
Pihak kampus UMI Makassar mengambil langka tegas dengan memecat para pelaku penyerangan yang menyebabkan salah satu mahasiswa kampus tersebut tewas
Pelaku pembunuhan mahasiswa UMI Makassar. (Foto: Tagar/ Lodi Aprianto)

Makassar - Pihak kampus Univerisitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengambil langkah tegas berupa pemecatan atau drop out bagi mahasiswa yang terlibat dalam penyerangan berujung tewasnya salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum UMI, Andi Fredy Akirmas alias Andi Lolo.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UMI Makassar Prof. Basri Modding. Dia mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar rapat senat dan menyepakati bahwa mahasiswa yang terlibat dalam aksi penyerangan berujung maut Selasa, 12 November 2019 kemarin, akan dikembalikan kepada orang tuanya.

"Semua mahasiswa yang terlibat dalam penyerangan yang berujung pada kematian akan diberikan sanksi yaitu pengembalian ke orang tua alias dipecat sebagai mahasiswa," tegas Prof Basri kepada Tagar, Kamis 14 November 2019.

Insya Allah, diperkirakan delapan orang mahasiswa (dipecat) dan akan menyusul lagi yang lain.

Sanksi tegas berupa pemecatan kepada oknum mahasiswa UMI ini merupakan hasil rapat senat yang diikuti oleh beberapa pihak kampus. Dan rapat inipun telah dilaksanakan di Menara UMI Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar, Kamis 14 November 2019, sekitar pukul 10.00 Wita.

Dari hasil rapat tersebut, disepakati ada delapan orang oknum mahasiswa yang diduga terlibat penyerangan berujung maut telah dilakukan pemecatan. Dan jumlah mahasiswa yang akan dilakukan pemecatan ini diprediksi masih akan bertambah seiring dari hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Insya Allah, diperkirakan delapan orang mahasiswa (dipecat) dan akan menyusul lagi yang lain," bebernya.

Polrestabes Makassar telah merilis jika oknum mahasiswa yang berperan sebagai eksekutor atau yang menikam Andi Lolo berinisial MY alias Ucil, 19 tahun. Prof Basri menegaskan jika mahasiswa tersebut bukan dari Fakultas Tehnik melainkan oknum mahasiswa itu tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Tehnologi Industri (FTI) UMI.

"Tabe mahasiswa eksekutor adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Industri bukan Fakultas Teknik, jadi beda antara fakultas Teknologi Industri dengan Fakultas Teknik," tutup dia.

Sebelumnya, Polrestabes Makassar akhirnya menangkap dan menetapkan tiga orang oknum mahasiswa sebagai tersangka penyerangan berujung tewasnya salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Andi Fredy Akirmas alias Andi Lolo.

Ketiga orang yang telah ditetapkan tersangka ini masing-masing, IR alias Indra Ridho, 20 tahun, SA 20 tahun, dan sang eksekutor bernama MD alias Ucil, 19 tahun. Mereka ini masih berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Tehnologi Industri UMI.

Tabe mahasiswa eksekutor adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Industri bukan Fakultas Teknik.

"Saat ini, kita telah menangkap dan menetapkan tiga orang tersangka dan salah satu dari mereka ada eksekutor. Mereka ini juga merupakan mahasiswa dari Fakultas Tehnologi Industri UMI," kata Adnas saat ditemui di Mako Polrestabes Makassar, Kamis 14 November 2019.

Diketahui AFA alias Ferry, 21 tahun, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulsel, meregang nyawa usai diserang sekelompok orang tidak dikenal (OTK) bersenjata tajam (sajam) saat asyik nongkrong di Cafe Bos, Kampus UMI Makassar, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa 12 November 2019.

Sebelum meninggal dunia, AFA alias Ferry ini sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Sayangnya, nyawa Ferry tidak bisa diselamat dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit tepat sekitar pukul 18.00 WITA. Ferry meninggal dunia karena mengalami luka robek pada punggung belakang, luka lecet pada lutut dan kaki kiri, akibat sabetan senjata tajam. []

Baca juga:

Berita terkait
Aliansi Mahasiswa Bone Demo di Polrestabes Makassar
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Mahasiswa Bone melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolrestabes Makassar. Ini tuntutannya.
Polisi Siaga di Kampus UMI Makassar
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi bersenjata lengkap menjaga kampus UMI Makassar pasca tewasnya salah satu mahasiswa.
Mahasiswa UMI Makassar Tewas Diserang OTK
Mahasiswa Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tewas akibat diserang oleh orang tak dikenal di kampusnya, begini kronologinya.
0
NasDem: Penyelesaian Jiwasraya Tidak Bisa Sapu Jagat
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung mengatakan penyelesaian skandal korupsi di asuransi Jiwasraya tidak bisa dikerjakan sapu jagat.