Padang - Meski kalah telak, namun Ketua Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRPJ) Sumatera Barat Mayjen (purn) Hartind Astrin tetap bersyukur dengan capaian suara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di provinsi tersebut.

“Dari hitungan cepat suara kita di Sumbar saat ini hanya 16 persen dan paling tinggi itu 17 persen, hal itu tentu membuat kita kaget,” kata dia saat Syukuran Relawan Jokowi-Amin di Padang, Kamis 25 April 2019 malam.

Hartind membeberkan alasan penurunan suara Jokowi di Sumbar dibandingkan pemilu 2014, salah satunya karena faktor Jusuf Kalla sebagai pasangan Jokowi di Pemilu 2014.

Baca juga: Budiman Sudjatmiko dan Lawan Berat di Dapil VII Jatim

Ia mengatakan dulu Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla yang memiliki istri orang Minang dan mampu mendapatkan 23 persen suara dalam pemilu 2014.

“Ada kedekatan emosional karena Jusuf Kalla memiliki istri orang Sumbar sehingga mampu mencapai 23 persen suara dan saat ini Jokowi berpasangan dengan Ma’ruf Amin sehingga capaian suara turun,” kata dia.

Menurut dia orang Sumbar ini dekat dengan politik identitas yang lebih mengutamakan ketokohan dibandingkan prestasi.

“Kita telah melaporkan ini ke pusat dan seluruh kerja keras relawan di lapangan disyukuri karena telah berbuat yang terbaik,” ujar dia.

Baca juga: 9 Partai Pemilu 2019 Lolos Ambang Batas 4 Persen

Dalam kegiatan syukuran ini pihaknya berharap proses demokrasi ini berjalan dengan baik dan lancar hingga pengumuman pemenang pemilu dan pelantikan presiden dan wakil presiden nantinya.

Selain itu mereka bersyukur atas hasil hitung cepat sementara berdasarkan lembaga survei nasional.

“Kami berharap semua berjalan lancar dan siapapun yang kalah hendaknya dapat menerima dan bersikap negarawan. Jangan ada praktik turun ke jalan atau mengganggu kamtibmas serta stabilitas nasional jika KPU telah mengumumkan pemenang pemilu,” kata dia. []