UNTUK INDONESIA
Kalah Lagi dan Belum Juara, PSG Tetap Tenang
Paris Saint Germain kembali menelan kekalahan sehingga belum bisa merengkuh trofi juara Ligue 1 Prancis.
Nantes merayakan gol saat melawan Paris Saint Germain di pertandingan Ligue 1 Prancis, Kamis, 18 April 2019, dinihari WIB. Kekalahan 2-3 dari Nantes menjadikan PSG menunda lagi pesta juara liga. (Foto: goal.com)

Jakarta - Untuk kali ketiga, Paris Saint Germain menunda pesta juara Ligue 1 Prancis. Gara-garanya, PSG kembali menelan kekalahan di pertandingan liga. Kali ini, Nantes yang memaksa PSG menunda pesta juara. 

Dalam pertandingan di kandang Nantes di Stade de la Beaujoire - Louis Fonteneau, Kamis, 18 April 2019, dinihari WIB, PSG menelan kekalahan 2-3. Hasil itu memang tak mengubah posisi PSG yang menduduki puncak klasemen dengan poin 81. 

Mereka pun masih unggul 17 poin dari Lille yang berada di peringkat dua. Dengan menyisakan enam pertandingan lagi, PSG memang hampir dipastikan kembali menjadi juara liga. Apalagi, mereka hanya membutuhkan satu poin lagi. 

Persoalannya, PSG yang tinggal selangkah lagi masih juga gagal. Diawali dengan kegagalan meraih poin penuh saat PSG menjamu Strasbourg, 7 April 2019. Bermain di kandang sendiri, mereka justru bermain imbang 2-2. 

Tambahan satu poin itu sesungguhnya makin mendekatkan Les Parisiens menjadi juara Ligue 1 untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Namun dalam big match melawan tuan rumah Lille, mereka justru dibantai 1-5. Ini menjadi kekalahan terbesar PSG sejak 2000 lalu. 

Pesta pun tertunda. Dan, untuk ketiga kalinya, mereka kembali gagal saat dikalahkan Nantes. Padahal, di pertandingan itu, PSG sempat unggul lewat gol Dani Alves di menit 19. Namun tuan rumah langsung membalikkan situasi setelah mencetak tiga gol. Bek Diego Carlos memborong dua gol Nantes menit 22 dan 52. Sedangkan satu gol lagi dihasilkan Abdul Majeed Waris menit 44. PSG hanya menambah satu gol melalui Methean Guclu di menit terakhir. 

Meski kembali menunda pesta juara, namun pelatih Thomas Tuchel tetap tenang. Pelatih asal Jerman ini membantah bila tim mengalami krisis. Menurutnya tim hanya sedang melalui masa sulit.

"Ini bukan krisis, tetapi kami hanya mengalami masa sulit. Kami harus menerima situasi seperti ini. Dalam situasi seperti ini, kami mengambil banyak hal positif dan dibutuhkan kerja keras lagi," kata Tuchel. 

Dilanjutkannya, "Saya mungkin akan menghadapi krisis yang sama di musim depan bila kami sudah unggul 17 poin. Yang jelas, kami tetap tenang dan solid." 

PSG berpeluang memastikan gelar juara saat menjamu Monaco di lanjutan kompetisi liga. Kali ini, mereka akan bertindak sebagai tuan rumah pada laga Minggu, 21 April 2019. 

"Target kami adalah menjadi juara secepatnya. Kami seharusnya bisa melakukannya saat menghadapi Strasbourg dan Lille. Tetapi kami gagal. Namun selalu ada upaya untuk mengatasinya. Dan kesempatan itu akan datang di pertandingan Minggu," ujarnya.[]

Baca juga: 

Kylian Mbappe Kritik Penampilan Buruk PSG

Pesta Tertunda, Paris Saint Germain Dihajar Lille

Berita terkait
0
Tradisi Makan dan Tahlil di Kuburan Madura
Tradisi bawa makanan sambil tahlil melafalkan ayat-ayat suci Alquran di kuburan, masih lazim terpelihara baik di Madura. Seperti terjadi sore itu.