Kalah di Pemilu Legislatif Maroko Kelompok Islamis Mundur

Kelompok Islamis yang memerintah di Maroko umumkan pengunduran diri karena kekalahan pahit dalam pemilu legislatif
Saad-Eddine El Othmani, PM sekaligus Ketua Partai Pembangunan dan Keadilan Islam (PJD) Maroko, menyapa para pendukungnya dalam sebuah kampanye di Sidi Slimane, sekitar 120 kilometer dari Ibu Kota Rabat, 27 Agustus 2021 (Foto: voaindonesia.com - AFP/Fadel Senna)

Jakarta – Kelompok Islamis yang memerintah di Maroko hari Kamis, 9 September 2021, mengumumkan pengunduran diri mereka secara kolektif setelah mengungkapkan keterkejutannya atas kekalahan pahit dalam pemilu legislatif.

“Komite Eksekutif mengambil tanggung jawab penuh atas pemerintahan pada periode ini. Seluruh anggota, termasuk sekretaris jendral, memutuskan untuk menyampaikan pengunduran diri mereka secara kolektif,” ujar Slimane Armani, Wakil Pertama Sekjen Partai Pembangunan dan Keadilan Islam PJD.

Ditambahkannya, partai menganggap hasil pemilu legislatif itu “tidak dapat dipahami dan tidak logis.”

Menurut hasil pemilu legislatif yang diumumkan hari Kamis, PJD kalah dari Partai National Rally of Independents (RNI), sebuah partai yang dikelola seorang miliarder yang dinilai memiliki kedekatan dengan kerajaan.

Ketika hampir semua surat suara telah dihitung, Kementerian Dalam Negeri mengatakan RNI memenangkan 97 dari 395 kursi di majelis rendah parlemen.

PJD, yang telah memimpin Maroko sejak tahun 2011, hanya memenangkan 12 kursi, turun dari 125 kursi yang diperoleh dalam pemilu tahun 2016.

letak marokoLetak geografis Maroko di Benua Afrika (Foto: worldatlas.com)

PJD mengatakan ada kecurangan dalam pemungutan suara dan penggunaan uang yang berlebihan untuk membeli kandidat dan media.

Lebih Lanjut, pihak dari partai PJD mengemukakan bahwa para kandidatnya telah ditekan, terutama mereka yang berada di pedesaan, agar tidak mencalonkan diri.

Maroko melarang dilangsungkannya survei menjelang pemilu, sehingga hasil pemilu sulit diprediksi.

Berdasarkan konstitusi negara itu, raja menunjuk perdana menteri dari partai yang memenangkan kursi terbanyak; yang kemudian akan membentuk pemerintahan.

PM Saad-Eddine El OthmaniSaad-Eddine El Othmani, Perdana Menteri sekaligus ketua Partai Pembangunan dan Keadilan Islam (PJD) Maroko berbicara di markas partai tersebut ditemani oleh Menteri Kehakiman Mustapha Ramid (kiri) anggota partai Mohamed Yatim (kanan) di Rabat pada 21 Maret 2017 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Secara keseluruhan peran anggota parlemen dibatasi kekuasaan Raja Mohammed VI yang mengawasi pengambilan keputusan strategis di Maroko, yang merupakan sekutu penting Barat dalam upaya memerangi ekstremisme dan membentuk migrasi dari Afrika ke Eropa (em/lt)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Aljazair Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Maroko

Badan Amal Aljazair Siapkan Makanan Gratis Selama Ramadan

Ramadan di Panti Lansia Oujda di Maroko Bak di Rumah Sendiri

Warga Desa di Maroko Rayakan Pertengahan Ramadan

Berita terkait
Aljazair Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Maroko
Aljazair putuskan hubungan diplomatik dengan Maroko di tengah meningkatnya permusuhan di antara dua negara tetangga di Afrika Utara itu
0
Kalah di Pemilu Legislatif Maroko Kelompok Islamis Mundur
Kelompok Islamis yang memerintah di Maroko umumkan pengunduran diri karena kekalahan pahit dalam pemilu legislatif