UNTUK INDONESIA
Kajian Ilmiah Ganja untuk Kesehatan
Beberapa kajian ilmiah memperlihatkan beberapa manfaat ganja untuk kesehatan. Apa efek yang diberikan?
Ilustrasi pohon ganja (Foto: Pixabay)

Jakarta - Ganja atau mariyuana diketahui memiliki 100 bahan kimia berbeda yang disebut cannabinoid. Efek dari masing-masing bahan tersebut mempunyai manfaat yang berbeda pada tubuh.

Seperti dikutip dari hellosehat, delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidol (CBD) salah satu bahan kimia utama yang digunakan untuk pengobatan. Namun, THC juga dikenal sebagai senyawa yang diketahui dapat membuat mabuk atau high.

Untuk informasi, senyawa cannabinoid diproduksi oleh tubuh secara alami untuk membantu mengatur konsentrasi, gerak tubuh, nafsu makan, rasa sakit, hingga sensasi pada indra. Nah, pada ganja senyawa ini sangat kuat dan memberikan berbagai efek kesehatan jika disalahgunakan.

Berdasarkan berbagai penelitian, ganja memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan. Apa saja? Berikut Tagar rangkumkan dari berbagai sumber.

1. Mencegah Alzheimer

Penelitian yang diterbitkan Molecular Pharmaceutics menemukan fakta THC mampu memperlambat pembentukan plak amiloid. Plak yang bisa membunuh sel-sel otak karena alzheimer.

Kandungan ganja dapat membantu menghalangi enzim pembuat plak di otak agar tidak jadi terbentuk. Namun, penelitian ini masih berada di tahap awal, sehingga masih membutuhkan lebih banyak lagi penelitian untuk menjadi penguat.

2. Meningkatkan Kapasitas Paru

Dalam studi yang dipublikasikan Journal of the American Medical Association pada Januari 2012, disebutkan ganja tidak merusak fungsi paru-paru. Bahkan, bisa meningkatkan kapasitas paru-paru untuk menampung udara ketika bernapas.

Para peneliti mengambil sampel dari 5.115 orang dewasa muda sepanjang kurang lebih 20 tahun. Perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.

Pada praktek penggunaan mariyuana biasanya menghisap dalam-dalam. Kemudian peneliti menyimpulkan hal ini mungkin menjadi semacam latihan untuk paru. Namun, tentu saja paparan jangka panjang asap mariyuana dengan dosis tinggi bisa merusak paru-paru.

3. Mencegah Glaukoma

Ganja bisa digunakan untuk mengatasi dan mencegah mata dari glaukoma, yaitu penyakit yang meningkatkan tekanan dalam bola mata, merusak saraf optik, dan menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Eye Institute di awal 1970-an, ganja dapat menurunkan intraocular pressure (IOP) atau tekanan bola mata pada orang dengan tekanan normal dan orang-orang dengan glaukoma. Didapatkan hasil ganja mampu memperlambat proses sekaligus mencegah kebutaan.

4. Mengurangi Rasa Sakit

Studi yang dilakukan National Academies of Sciences, Engineering, and Medicines memberikan fakta mariyuana dapat digunakan untuk mengatasi rasa sakit kronis. Kandungan cannabinoid pada ganja bisa membantu menghilangkan rasa nyeri.

Seperti diberitakan Harvard Health Publishing, ganja bisa meringankan rasa sakit akibat multiple sklerosis, nyeri saraf, dan sindrom iritasi usus. Bahkan, mariyuana banyak digunakan untuk penyakit yang menyebabkan nyeri kronis, seperti fibromyalgia dan endometriosis.

5. Mencegah Kejang Epilepsi

Sebuah studi yang dilakukan pada 2003 memperlihatkan ganja bisa mencegah kejang karena epilepsi. Robert J. DeLorenzo, dari Virginia Commonwealth University, memberikan ekstrak mariyuana dan bentuk sintetisnya pada tikus epilepsi.

Obat ini diberikan kepada tikus yang kejang selama 10 jam. Hasilnya, cannabinoid dalam tanaman ini mampu mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.

6. Mematikan Sel kanker

Peneliti dari California Pacific Medical Center di San Francisco pada tahun 2007 mengatakan, kandungan dalam ganja yang bernama cannabidiol dapat menghentikan kanker dengan mematikan gen yang disebut Id-1. Selain itu, dalam banyak kasus diyakini mariyuana mampu mematikan sel-sel kanker lainnya.

Bukti lainnya menunjukkan ganja bisa membantu melawan mual dan muntah sebagai efek samping kemoterapi. Meski banyak penelitian menunjukkan keamanannya, mariyuana tidak efektif dalam mengendalikan atau menyembuhkan kanker.

7. Mengatasi Kejiwaan

Penelitian yang diberitakan Clinical Psychology Review menunjukkan bukti mariyuana dapat membantu mengatasi masalah kesehatan jiwa tertentu. Para peneliti menemukan bukti ganja bisa membantu menghilangkan depresi dan gejala gangguan stres pasca trauma.

Namun, mariyuana bukan obat yang tepat untuk masalah kesehatan jiwa, seperti gangguan bipolar dan psikosis. Karena efeknya yang dapat memperparah gejala orang dengan gangguan bipolar. []

Berita terkait
Lima Manfaat Ganja Aceh Jika Dilegalkan
Selain untuk kesehatan banyak manfaat lain yang banyak orang belum tahu dari ganja terkait wacana dilegalkan ganja Aceh.
Silang Pendapat BNN dan Peneliti Soal Ganja
Terdapat silang pendapat mengenai ganja oleh pihak Badan narkotika Nasional (BNN) dengan peneliti asal Aceh.
BNN Menolak Usul Anggota DPR Untuk Ekspor Ganja
BNN menolak usulan anggota DPR untuk mengekspor ganja, ganja adalah narkotika jika disalahgunakan menimbulkan ketergantungan permanen
0
Positif Covid-19 di Sumut Tambah, 1 dari Simalungun
Jumlah pasien suspek Covid-19 di Sumatera Utara mengalami peningkatan.