UNTUK INDONESIA
Kado Natal Billy Mambrasar untuk Anak Suku Korowai
Kunjungan Billy Mambrasar ke Kabupaten Keerom, Papua merupakan kebahagiaan tersendiri baginya menjelang Natal 25 Desember 2019.
Billy Mambrasar bertemu dengan anak-anak Suku Korowai di Papua. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Staf khusus Presiden Jokowi, Billy Mambrasar memberikan kado Natal spesial untuk anak-anak Suku Korowai yang ada di pedalaman Papua yaitu, membuka donasi beasiswa. 

Billy mengaku kabar itu jadi kebahagiaannya menjelang Natal 25 Desember 2019 ini. 

"Kebahagiaan tersendiri buat saya dalam momen menjelang natal ini, adalah bisa bermain dengan adik-adik Suku Korowai, dan membuat mereka tersenyum," kata Billy kepada Tagar, Rabu, 11 Desember 2019.

Setelah tiba di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Billy tersenyum mendengar teriakan kegembiraan anak-anak Suku Korowai yang tinggal di Panti Asuhan Shalom tempatnya berkunjung.

"Sa mau jadi guru. Sa mau jadi dokter," teriak anak-anak itu.

Berkaca dari pengalaman pribadi, pendidikan dapat mengubah hidup saya menjadi lebih baik.

Kunjungan Billy tidak hanya sekedar memberikan buah tangan berupa peralatan sekolah, makanan dan pakaian saja. Namun, dia juga membacakan cerita tentang kelahiran Yesus dengan menggunakan buku bergambar.

Selanjutnya, alumni terbaik Australia National University ini menginisiasi donasi terbuka guna mendukung operasional Panti Asuhan Shalom yang merupakan asuhan binaan keluarga sahabatnya, Yosua.

Hasil donasi itu akan digunakan untuk beasiswa 100 anak Suku Korowai agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMA, pengadaan mobil usaha untuk menghidupi pengajar disana, serta penambahan ruang kelas.

"Saya berharap beasiswa dapat menjadi langkah akselerasi pendidikan anak-anak suku Koroway ini. Terbukanya akses pendidikan dapat memperbesar peluang anak-anak Korowai meningkatkan kualitas hidup," ujarnya.

Pria kelahiran Yapen, Papua ini memang menaruh perhatian lebih pada poin pendidikan. Alumni Institut Teknologi Bandung ini memiliki prinsip bahwa semua orang berhak memperoleh pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

"Berkaca dari pengalaman pribadi, pendidikan dapat mengubah hidup saya menjadi lebih baik. Saya percaya bila seorang Billy bisa, maka anak Papua yang lain pasti bisa," tuturnya.

Billy tetap optimis dengan memperoleh pendidikan yang baik, anak-anak Suku Korowai dan Papua lain dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Jadi bersama Yayasan Katong Bisa, Billy memberikan edukasi berkesinambungan sekaligus literasi kewirausahaan. Yayasan Katong Bisa ini juga menyalurkan bantuan permodalan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pelatihan-pelatihan berkala.

"Saya rutin berdiskusi dengan anak-anak muda Papua dan banyak mendapatkan ide-ide segar dari mereka. Bila ide tersebut dapat dieksekusi dengan baik, saya rasa akan memberikan dampak besar bagi pembangunan Papua," kata dia.

Seperti diketahui, keberadaan Suku Korowai baru diketahui sekitar 35 tahun lalu. Beberapa sumber menyebutkan suku tersebut melakukan kontak dengan dunia luar pada 1978 saat bertemu misionaris Belanda, Johannes Veldhuizen.

Letak geografis dan terbatasnya akses jalan darat, membuat banyak anak-anak Suku Korowai kesulitan memperoleh fasilitas pendidikan dan kesehatan. Dengan alasan itulah, Billy memberikan perhatian terhadap anak-anak di sana agar mendapat pendidikan yang lebih baik ke depan.

Baca juga:

Berita terkait
Billy Mambrasar Kritik Pembangunan di Papua
Staf khusus millenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), Billy Mambrasar mengkritik terkait pencapaian pembangunan berkelanjutan di Papua.
Jokowi Tanggapi Kontroversi Stafsus Billy Mambrasar
Presiden Jokowi menanggapi stafsusnya Gracia Billy Mambrasar yang membuat kontroversi belum sebulan bekerja.
Jokowi Tanggapi Kontroversi Stafsus Billy Mambrasar
Presiden Jokowi menanggapi stafsusnya Gracia Billy Mambrasar yang membuat kontroversi belum sebulan bekerja.
0
Viral Tenaga Medis Covid Sumut Diduga Diusir Hotel
Tenaga medis RS GL Tobing Sumatera Utara diduga diusir dari hotel tempatnya menginap di Deli Serdang. Bagaimana tanggapan Gugus Tugas Covid-19?