UNTUK INDONESIA
Kader Demokrat di Jatim Doakan Ani Yudhoyono
Ratusan kader Partai Demokrat di Jatim melakukan doa bersama 40 hari meninggalnya Kristiani Herawati Yudhoyono.
Kader Partai Demokrat di Jawa Timur dan masyarakat setempat melakukan doa bersama 40 hari meninggalnya Kristiani Herawati Yudhoyono. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Ratusan kader Partai Demokrat di Jawa Timur (Jatim) dan masyarakat setempat melakukan doa bersama 40 hari meninggalnya Kristiani Herawati Yudhoyono atau Ani Yudhoyono. Tahlil dan doa bersama ini digelar oleh DPD Partai Demokrat Jatim, Rabu 10 Juli 2019 malam.

Kader terlihat sangat khusyuk membaca surah Yasin dan memanjatkan doa agar Ani Yudhoyono husnul khatimah.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Renville Antonio mengaku doa bersama merupakan inisiatif pengurus dan kader di Jatim. Yang hadir dalam tahlilan tidak hanya dari Surabaya, tapi juga dari sejumlah daerah di Jatim.

Kita sudah minta izin ke DPP Partai Demokrat untuk menggelar tahlilan dan doa bersama di Jatim. Karena di Cikeas juga ada tahlilan

"Mereka ada yang dari Madura, Probolinggo, hingga Pacitan. Mereka bersama-sama berdoa untuk ibu Ani," katanya.

Renville mengaku belum tahu apakah doa bersama juga dilakukan oleh DPC di Jatim. Mengingat sejauh ini yang resmi mengadakan tahlilan hanya DPD Partai Demokrat Jatim.

"Kita sudah minta izin ke DPP Partai Demokrat untuk menggelar tahlilan dan doa bersama di Jatim. Karena di Cikeas juga ada tahlilan," ujarnya.

Seperti diketahui, Ani Yudhoyono tutup usia pada Sabtu 1 Juni 2019 siang saat dirawat di National University Hospital, Singapura. Ani meninggal karena penyakit kanker darah yang diderita. Anak ke tiga Sarwo Edhie Wibowo itu pertama kali dirawat pada 2 Februari 2019.

Selama menjalani pengobatan, Ani selalu didampingi oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Anak dan menantunya juga silih berganti menjaga Ani.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
Gaya Rambut Kaesang Pangarep Saat Pelantikan Jokowi
Poni lempar ala Kaesang Pangarep mencuri perhatian publik hingga membuat gagal fokus saat pelantikan Presiden.