UNTUK INDONESIA
Jumlah Nakes di Kota Yogyakarta yang Terpapar C-19
Sampai saat ini sudah ada tiga tenaga kesehatan di Kota Yogyakarta yang terpapar virus C-19 atau Covid-19.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardoyo (kanan) mendampingi Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi (kiri) saat menjawab pertanyaan awak media di Balai Kota Yogyakarta, Senin, 24 Agustus 2020. (Foto: Tagar/Gading Persada)

Yogyakarta - Hingga pekan terakhir Agustus 2020 ini, sudah tiga tenaga kesehatan (nakes) di Kota Yogyakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terpapar di sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Kota Pelajar ini.

“Sudah tiga nakes kami yang positif corona. Satu orang yaitu petugas laboratorium dari kasus di Puskemas Kotagede 1. Lalu dua orang perawat di RS Pratama Yogyakarta,” jelas Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardoyo, Selasa, 25 Agustus 2020.

Tri menjelaskan, para nakes di Kota Yogyakarta yang terpapar corona tersebut diketahui mendapatkan paparan Covid-19 diduga dari orang-orang yang berdomisili di luar Kota Yogyakarta.

"Seperti petugas laboratorium di Puskesmas Kotagede itu dia terpapar dari pasien asal Kabupaten Bantul yang sedang hamil dan melakukan cek darah di puskemas tersebut. Lalu yang dua perawat itu satu di antaranya tinggal di Bantul, sementara satu perawat yang positif itu ternyata domisilinya di Karanganyar, Jawa Tengah,” ungkap dia.

Semoga perkembangannya positif dan mereka segera pulih.

Menurut Tri, saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap para nakes yang positif Covid-19. Mereka sudah menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan ketat petugas kesehatan setempat di lingkungan mereka tinggal.

“Kami beri multivitamin, Zinc dengan dosis tinggi. Lalu puskemas terdekat kami minta untuk memantau perkembangan mereka terus. Semoga perkembangannya positif dan mereka segera pulih,” imbuh Tri.

Lebih lanjut diutarakannya, dengan adanya sejumlah nakes yang positif corona, dia berharap tidak sampai mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

"Puskesmas di Kota Yogyakarta itu sudah saling back up. Jika ada puskesmas yang kekurangan tenaga maka sementara dibantu puskemas lainnya. Puskesmas Kotagede 1 itu karena disana tersisa satu petugas laboratoriumnya maka dibantu dari Puskesmas Kotagede 2,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan dua puskesmas di Kota Yogyakarta, yaitu Puskesmas Kotegede 1 dan Puskemas Ngampilan, sempat ditutup lantaran ditemukannya kasus positif terpapar Covid-19. Penutupan dilakukan pada 19 Agustus 2020 pertengahan pekan lalu.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, di Puskemas Kotagede 1 yang terkonfirmasi positif adalah seorang penjaga malam sekaligus Satpam di puskesmas tersebut dan satu orang tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai petugas laboratorium.

"Sementara untuk di Puskesmas Ngampilan itu yang diketahui positif adalah petugas bersih-bersih. Atas kondisi tersebut, kedua puskesmas sempat ditutup sementara keduanya mulai Rabu (19 Agustus 2020) pekan lalu,” katanya, Senin, 24 Agustus 2020.

Dia menjelaskan, selama dilakukan penutupan, pihaknya melakukan pembersihan dan penyemprotan serta pengasapan di dua puskesmas tersebut. Meski diakuinya saat ini puskesmas tersebut sudah beroperasi kembali setelah hampir setengah pekan ditutup.

“Selain itu tentu kami melakukan tracing atau penelurusan orang-orang yang kemungkinan pernah berinteraksi dengan mereka yang positif terpapar ini,” papar pria yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta itu. []

Berita terkait
Alasan Penutupan Dua Puskesmas di Kota Yogyakarta
Dua puskesmas di Kota Yogyakarta sempat ditutup pada saat bersamaan karena ada petugas dan pasien yang terpapar virus C-19.
Proses Penyebaran C-19 di Puskesmas Kotagede Jogja
Puskesmas 1 Kotagede Kota Yogyakarta sempat ditutup karena ada petugas yang positif terpapar C-19. Berikut kronologinya.
Anggota DPRD Bantul Positif Terpapar C-19
Seorang anggota DPRD Bantul positif terpapar virus C-19. Yang bersangkutan sebelumnya mengikuti kegiatan partai dan kemasyarakatan.
0
Sujiwo Tejo: Baiknya Petinggi Dulu Divaksin, Berani?
Budayawan kontemporer, Sujiwo Tejo meminta pemimpin memberi contoh agar melakukan vaksin terlebih dahulu sebelum diujikan kepada masyarakat.
Abu Janda : Gus Nur Kualat!