UNTUK INDONESIA
Jokowi Ungkap Alasan ABK Dievakuasi ke Pulau Seribu
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan mengapa WNI ABK kapal di Jepang akan dievakuasi ke Kepulauan Seribu di Jakarta.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Selasa, 18 Februari 2020. (Foto: Antara/Hafidz Mubara)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan mekanisme evakuasi bagi warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) World Dream, daripada WNI di kapal Diamond Princess. 

Menurutnya, di kapal World Dream terdapat 188 WNI yang jumlahnya lebih banyak dari Diamond Princess. 

Akhirnya diputuskan ke Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, karena kesiapannya lebih baik.

Hal itu disampaikan Jokowi usai menghadiri sidang pleno istimewa laporan tahunan Mahkamah Agung tahun 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

"Kemarin setelah rapat beberapa kali, sudah kita putuskan yang di World Dream dulu, jumlahnya lebih banyak, 188 orang yang itu juga berada di dekat kita," kata Jokowi.

Baca juga: Daftar Negara Eropa Positif Kena Virus Corona

Dia melanjutkan, setelah dievakuasi dari Jepang, nantinya para ABK akan dibawa ke Kepulauan Seribu dan mendapatkan penanganan khusus.

"Kita putuskan segera dijemput oleh KRI Soeroso. Dibawa ke mana? Akhirnya diputuskan ke Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, karena kesiapannya lebih baik," ucap Jokowi.

Penanganan terhadap WNI dari bahaya virus corona akan dilakukan bergiliran. Dia menegaskan, bukan berarti pemerintah mengacuhkan ABK yang berada di kapal Diamond Princess.

Meski begitu, Jokowi mengaku masih bernegosiasi dengan otoritas Jepang terkait evakuasi WNI tersebut. Dia mengatakan proses negosiasi tak semudah yang diperkirakan.

"Tidak semudah itu diplomasi negosiasi. Tidak segampang itu. Tapi kita akan berusaha secepat-cepatnya untuk menyelesaikan ini. Apalagi kemudian kita berbicara yang di kapal Diamond, karena ini juga masih negosiasi dengan pemerintah Jepang" tuturnya.

Seperti diketahui, terdapat 78 WNI kru kapal Diamond Princess yang kini berada di Yokohama, Jepang. Namun, 9 diantaranya dinyatakan positif virus corona.

Baca juga: Wishnutama Sebut JJF Buktikan Indonesia Bebas Corona

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan akan segera mengevakuasi WNI yang bekerja sebagai ABK di Jepang. 

"Tadi kami mendapatkan pengarahan, sekaligus keputusan tentang rencana evakuasi WNI yang berstatus di kapal, baik yang ada di World Dream, maupun di Diamond Princess. Sesuai dengan arahan presiden, jadi kita akan tangani satu per satu. Biar lebih cermat, dengan segala kehati-hatian," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020.

Dia menjelaskan pemerintah sudah memutuskan akan dievakuasi ke mana para WNI tersebut. "Lokasinya sudah kita tetapkan dan sudah disiapkan yaitu di kepulauan. Ada pulau kosong, pulang tidak berpenghuni di Sebaru," ucapnya.

Menurut dia, alasan dipilihnya Pulau Sebaru, karena pulau tersebut tidak berpenghuni dan telah memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk observasi.

"Ada tempat yang kita anggap aman, karena itu pulau yang tidak ada penghuninya dan fasilitasnya sudah bagus, sehingga kita tinggal pakai," ujar Muhadjir. []

Berita terkait
Pariwisata Bali Coba Bangkit Pasca Virus Corona
Dinas Pariwisata Bali mengapresiasi langkah pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan menggairahkan kembali sektor pariwisata pasca virus corona.
Cegah Corona, Konser NCT Dream Jakarta Diperketat
Promotor konser grup idola K-pop NCT Dream di Jakarta, Mecima Pro, bakal mengambil kebijakan pengamanan demi menghindari infeksi virus corona.
Virus Corona Tidak Pengaruhi Pasokan Ponsel Huawei
Huawei Indonesia mengatakan wabah virus corona tidak memengaruhi pasokan ponsel Huawei dari China.
0
Cara PT KAI Daop 3 Cirebon Cegah COVID-19
PT KAI Daop 3 Cirebon menyediakan hand sanitizer yang ditempatkan di beberapa titik sebagai salah satu upaya cegah virus corona