Jokowi Minta RS Swasta Bantu Pelayanan Pasien Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah sedang mengupayakan rumah sakit swasta terlibat menangani pasien virus corona (Covid-19).
Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. (Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden).

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah saat ini sedang mengupayakan penambahan layanan kesehatan, terutama untuk penanganan pasien yang memiliki gejala Covid-19 atau pasien yang sudah dinyatakan positif terpapar virus corona, dengan melibatkan rumah sakit swasta. 

Hal itu dinyatakan Jokowi dalam konferensi pers, Jumat, 20 Maret 2020, di Istana Merdeka, Jakarta, melalui video conference. Dalam kesempatan tersebut dia berupaya memaksimalkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat agar terhindar dari Covid-19.

RS swasta juga akan diajak berpartisipasi dan ditingkatkan kemampuannya.

Baca juga: Pasien Covid-19 Naik Lagi, 369 Positif, 32 Meninggal

"Kapasitas rumah sakit (RS) rujukan akan ditambah baik dari sisi ruang, kapasitas dan sumber daya manusia (SDM). RS TNI-Polri dan BUMN di daerah-daerah terinfeksi juga telah disiapkan sebagai RS (khusus) Covid-19," kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta keterlibatan RS swasta untuk menangani para pasien yang terpapar Covid-19, meskipun tidak menangani secara langsung. 

Dia menginginkan RS swasta berperan untuk memeriksa orang-orang yang memiliki gejala mendekati Covid-19.

"RS swasta juga akan diajak berpartisipasi dan ditingkatkan kemampuannya. Saya akan menggerakkan semua kekuatan pemerintah dan kekuatan negara dan bangsa untuk mengatasi kesulitan ini, baik permasalahan kesehatan dan sosial ekonomi yang mengikutinya," ujar Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah mengumukan jumlah pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19 bertambah sebanyak 60 orang. Dengan demikian, jumlah pasien positif corona yang menyebar dari beberapa daerah di Indonesia menjadi 369 orang, dengan rincian 32 orang meninggal dunia, dan 17 orang dinyatakan sembuh.

"Secara garis besar saya sampaikan ada penambahan kasus baru yang kita dari 19 Maret pukul 12.00 sampai 20 Maret siang ini. Ada 60 kasus baru. Sehingga total kasus 369," kata Juru bicara pemerintah untuk virus corona atau Covid-19 Achmad Yurianto di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.

Dari seluruh daerah, DKI Jakarta masih menempati daerah yang memiliki pasien positif tertinggi di Indonesia. Berikut total kasus positif virus corona di seluruh Tanah Air dari urutan teratas.

Daerah Ibukota Jakarta (DKI Jakarta): 215 kasus

Jawa Barat: 41 kasus

Banten: 37 kasus

Jawa Timur: 15 kasus

Jawa Tengah: 12 kasus

Kalimantan Timur: 10 kasus

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): 4 kasus

Kepulauan Riau: 4 kasus

Bali: 4 kasus

Kepulauan Riau: 3 orang

Sulawesi Tenggara: 3 kasus

Kalimantan Barat: 2 kasus

Sumatera Utara: 2 kasus

Riau: 2 kasus

Sulawesi Selatan: 2 kasus

Sulawesi Utara: 1 kasus

Lampung : 1 kasus

Baca juga: Gubernur Banten: Kita Akan Tambah RS Rujukan Covid-19

Dari total pasien positif corona tersebut ada pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. "Ada penambahan satu kasus yang sembuh, sehingga jumlah total kasus yang sembuh menjadi 17," tuturnya.

Namun, dari total 369 kasus positif virus corona, 32 orang di antaranya meninggal dunia. "Kemudian ada penambahan kasus yang meninggal ada 7 orang sehingga total kasus yang meninggal jadi 32 orang," kata Yuri. []

Berita terkait
PUPR Kerahkan 700 Orang Bangun RS Darurat Covid 19
Kementerian PUPR mengerahkankan lebih dari 700 tenaga kerja untuk menyelesaikan persiapan Rumah Sakit Darurat Covid 19 di Wisma Atlet Kemayoran.
PUPR Siapkan RS Darurat Covid 19 dalam Tiga Hari
Menteri PUPR berharap proses pembangunan Rumah Sakit Darurat Penanganan Corona Virus Disease atau Covid 19 dapat berjalan dengan lancar.
PDP Covid-19 Baru di Kudus, Pulang dari Jakarta
Daftar PDP Covid-19 di Kudus bertambah menjadi tiga. Sebelumnya ada 2 PDP, bertambah satu PDP yang diketahui baru pulang dari Jakarta.
0
Permintaan Risma Kepada ASN Kemensos di Hari Lahir Pancasila
Mensos minta semua teman-teman di lingkungan Kemensos menegakkan integritas. Bayangkan bila kita salah mengetik angka bisa merugikan negara.