UNTUK INDONESIA
Jokowi Datangkan Mesin Penguji Virus Corona
Jokowi melakukan banyak cara untuk mempercepat penanggulangan wabah Covid-19 termasuk mendatangkan mesin yang bisa mengetas 1.400 pasien per hari.
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri) berada di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta - Presiden Jokowi melakukan berbagai cara untuk mempercepat penanggulangan wabah virus corona Covid-19. Termasuk di antaranya melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara mendatangkan mesin penguji virus corona yang berfungsi mengetes hingga 1.400 pasien per hari.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi video bersama Menteri BUMN, Wamen Kartiko Wirjoatmodjo, dan Komisi VI DPR RI, Jumat, 3 April 2020.

“Insya Allah hari Sabtu akan datang satu mesin besar yang dipasang di RS Pertamina dengan kapasitas 1.300 sampai 1.400 tes per hari,” ujar Budi Gunadi.

Budi menjelaskan Kementerian BUMN juga akan mendatangkan mesin serupa pada pekan depan. Nantinya, mesin-mesin tersebut didistribusikan ke beberapa rumah sakit (RS) BUMN di berbagai kota.

“Kemudian, Minggu akan datang 10 mesin. Kapasitas mencapai masing-masing 1.000 tes sehari dan akan didistribusikan ke RS BUMN di kota-kota yang ada outbreak,” kata Budi.

Outbreak, kenaikan tiba-tiba angka kasus penyakit lebih dari biasanya, sehingga alat tersebut bisa dimanfaatkan. 

RS BUMN akan bekerja sama dengan RS swasta agar alat tersebut bisa digunakan secara massal bagi masyarakat. “Alat tes bisa dimanfatkan kota tersebut dan atas arahan Menteri BUMN, kita diminta kerja sama dengan laboratorium dan RS swasta,” ucap mantan Direktur Utama Inalum ini.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya akan mendatangkan alat tes corona dari Swiss. Alat tes corona ini disebutkan akan tiba di Indonesia pada akhir Maret.

"Dari Swiss itu kita juga sudah order dan akhir bulan ini datang dan kita akan lakukan bantuan-bantuan," ujar Erick, Kamis, 20 Maret 2020.

Tapi saat itu Erick belum memjelaskan seberapa banyak alat yang akan didatangkan. Ia hanya mengatakan alat tes corona terdiri dari dua macam, yakni tes corona yang digunakan untuk menguji air liur, kedua untuk mengecek darah.

Ia memprioritaskan alat tes corona dari air liur. Alat itu akan digunakan rumah sakit. "Jadi alat test kit ada dua macam, ada yang air liur apakah dari tenggorokan atau dari hidung, ada juga yang darah. Kita memprioritaskan air liur karena air liur ini akan dipergunakan untuk rumah sakit," kata Erick.

"Kalau yang darah, saya bukan ahlinya ya, bisa dipergunakan oleh siapa pun dan standarnya juga saya juga tidak tahu. Standarnya berbeda-beda. Tetapi kalau air liur ini harus standar yang kita pastikan. Karena nanti ada di rumah sakit-rumah sakit," ujarnya.

Erick memilih Swiss karena pertimbangan menjaga kualitas. Kemudian, dalam pengadaan alat kesehatan itu juga melibatkan tim kedokteran.

Perusahaan kesehatan asal Swiss, Roche Holding AG juga mengklaim dirinya memiliki alat yang mampu mendeteksi virus corona Covid-19, 10 kali lebih cepat dari alat sebelumnya yang pernah mereka ciptakan.

Dilansir dari Bloomberg News, Senin, 16 Maret 2020, alat tes terbaru milik Roche Holding AG bernama Cobas System 6800 dan 8800. Kedua alat ini mampu mendeteksi hasil virus corona dalam kurun waktu 3,5 hingga 4 jam. Cobas 8.800 juga diklaim mampu menguji 4.128 pasien sehari, dan versi 6800 dapat menguji sebanyak 1.440 pasien.

Kementerian BUMN menyatakan akan mendatangkan alat penguji virus corona ke Rumah Sakit Pertamina Jaya Jakarta, Sabtu besok (4/4/2020). Alat ini mampu menjalankan 130 hingga 1.400 tes corona per hari.

Rp 405,1 Triliun untuk Atasi Covid-19

Presiden Jokowi pada Selasa, 31 Maret 2020, mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan.

Saat ini 202 negara menghadapi Pandemi Covid-19 yang mengancam keselamatan masyarakat, ekonomi dan keuangan.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan sebagai dasar hukum untuk melakukan langkah-langkah luar biasa dalam menjamin kesehatan masyarakat, menyelamatkan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan.

Presiden menetapkan tambahan belanja dan pembiayaan APBN Tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 405,1 triliun.

Rp 75 triliun untuk belanja bidang kesehatan, untuk pembelian APD (alat pelindung diri), test kit, reagen, ventilator, upgrade 132 rumah sakit termasuk Wisma Atlet serta. Juga insentif dokter, perawat, dan tenaga rumah sakit dan santunan kematian untuk tenaga kesehatan di pusat dan daerah.

Rp 110 triliun untuk perlindungan sosial yaitu : cash transfer untuk 10 juta PKH; 20 juta Penerima Kartu Sembako, Kartu Prakerja untuk 5,6 juta orang yang terkena PHK dan pekerja informal. Pembebasan tagihan listrik 3 bulan untuk 24 juta pelanggan 450VA, diskon 50 % untuk 7 juta pelanggan 900VA bersubsidi. Dan dukungan logistik sembako dan kebutuhan pokok Rp25 triliun.

Rp 70,1 triliun insentif dan relaksasi perpajakan bagi sektor ekonomi terdampak dan penundaan pembayaran cicilan Kredit usaha rakyat (KUR) dan Ultra Mikro. Rp 150 triliun pembiayaan dan jaminan untuk pemulihan dan restrukturisasi kredit terutama bagi UMKM.

Perceptan pelayanan dan relaksasi Lartas bagi eskpor dan impor.

Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan stimulus moneter melalui kebijakan intensitas Triple Intervention. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan keringanan dan/atau penundaan pembayaran kredit atau leasing sampai dengan Rp10 miliar termasuk untuk UMKM dan pekerja informal maksimal 1 tahun.

Defisit APBN diperkirakan meningkat 5,07 % GDP, diperlukan relaksasi kebijakan defisit APBN di atas 3 % untuk 3 tahun (2020 sd 2022). Tahun 2023 kembali ke maksimum defisit 3 % GDP.

Presiden Jokowi mengharapkan dukungan dari DPR RI untuk mendapat persetujuan Perppu dalam rangka menyelamatkan masyarakat dan perekonomian Indonesia. []

Baca juga:




Berita terkait
Jokowi: RS Darurat Pulau Galang Beroperasi Pekan Depan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan rumah sakit darurat virus corona (Covid-19) di Pulau Galang, Batam, beroperasi Senin 6 April 2020.
Jokowi Kirim Tentara Jemput Obat Corona di China
Jokowi mengirim tentara untuk menjemput alat kesehatan dan 10 ton obat di China demi menyelamatkan rakyat Indonesia dari virus berbahaya corona.
Chloroquine dan Avigan, Senjata Jokowi Bunuh Corona
Chloroquine dan Avigan, dua obat, senjata Presiden Jokowi untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari virus berbahaya, corona Covid-19.
0
Update Covid-19: 10.118 Positif, 1.552 Sembuh
Total kasus akumulasi kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia bertambah dalam kurun 24 jam sebanyak 347 orang.