UNTUK INDONESIA
Jokowi Centre: Rakyat Indonesia Harus Tahu New Normal
New normal: pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, tetap di rumah kalau tidak terlalu penting untuk berada di luar rumah. Produktif, sehat.
Ilustrasi - New Normal, tatanan kehidupan baru dengan memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Instagram/@arkanesia_official)

Jakarta - Koordinator Nasional Jokowi Centre minta semua kepala daerah mensosialisasikan secara masif kepada masyarakat tentang pelaksanaan new normal atau tatanan kehidupan baru yang dilaksanakan di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota. Kebijakan new normal untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan kesehatan rakyat Indonesia.

Sekretaris Jokowi Centre Imanta Ginting mengatakan sosialisasi secara masif tentang new normal atau tatanan kehidupan baru kepada masyarakat perlu dilakukan.

Pakai masker, tetap jaga stamina tubuh, jaga kebersihan, jaga jarak, hindari kerumunan massa, dan tetap berada di rumah jika tidak terlalu penting untuk berada di luar rumah.

Pemberlakuan new normal dalam kondisi yang sebenarnya tidak normal di tengah ancaman Covid-19, akan ada hal hal baru terjadi dalam kehidupan sehari hari. Agar masyarakat mengetahui dan mematuhi penerapan new normal sesuai protokol kesehatan.

"New Normal merupakan kenormalan baru dalam kondisi yang tidak normal. Karena itu dibutuhkan banyak penyesuaian perilaku dan tatanan hidup yang baru sampai kondisi benar normal seperti sedia kala dan anti-virus Covid-19 ditemukan," ujar Imanta Ginting dalam keterangan tertulis diterima Tagar, Jumat, 29 Mei 2020.

Sosialisasi masif tentang new normal, kata Imanta, untuk memastikan masyarakat aman dalam bekerja dan beraktivitas. "Kami meminta kepala daerah untuk melakukan sosialisasi secara masif sehingga pelaksanaan bisa tercapai sesuai harapan masyarkat Indonesia."

Penerapan new normal merupakan salah satu cara untuk memastikan masyarakat tetap dapat produtif, kembali dapat bekerja namun masyarakat juga aman dan dapat terhindar dari infeksi Covid-19.

"Bangsa kita harus tetap produktif sehingga kebijakan new normal harus dilaksanakan secara benar dan terkendali. Dan masyarakat juga dituntut mematuhi protokoler kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Yaitu, pakai masker, tetap jaga stamina tubuh, jaga kebersihan, jaga jarak, hindari kerumunan massa, dan tetap berada di rumah jika tidak terlalu penting untuk berada di luar rumah," tutur Imanta

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia harus produktif, namun tetap aman dari infeksi Covid-19. Presiden mengatakan ini usai meninjau kesiapan pemberlakuan kenormalan baru di kala pandemi Covid-19 di Mal Summarecon, Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 26 Mei 2020.

"Saya datang ke sini untuk memastikan pelaksanana kesiapan kita dalam menuju tatanan baru, normal baru. Kita ingin TNI-Polri ada di setiap keramaian. Untuk lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan yang telah kita sepakati lewat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)," kata Jokowi.

Presiden Jokowi sedang menjaga keseimbangan ekonomi dan kesehatan seluruh rakyat Indonesia. "Kita ingin tetap produktif tapi aman covid. Produktif dan aman covid. []

Baca juga:

Berita terkait
New Normal, DPR: Pemerintah Harus Jujur pada Rakyat
Anggota DPR Sukamta meminta pemerintah untuk jujur kepada rakyat Indonesia terkait persoalan pandemi Covid-19.
Buruh dan Masyarakat Bingung Soal Istilah New Normal
KSPI dibuat kebingungan dengan sikap pemerintah yang mengeluarkan istilah New Normal dalam kehidupan sehari-hari di tengah pandemi Covid-19.
Jokowi Minta Tatanan New Normal Disosialisasikan Secara Masif
Jokowi meminta protokol tatanan new normal atau normal baru Kementerian Kesehatan segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.
0
Iman Brotoseno Jadi Dirut TVRI, Dewas Kucilkan DPR?
Anggota DPR Sukamta menyayangkan kebijakan Dewan Pengawas (Dewas) yang menetapkan Iman Brotoseno sebagai Direktur Utama (Dirut) TVRI.