UNTUK INDONESIA
Jokowi Apresiasi Kinerja Bursa Efek Indonesia
Presiden Jokowi mengarepsiasi Bursa Efek Indonesia yang meraih kinerja positif meskipun di tengah pandemi Covid-19.
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis 2 Januari 2019. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat raihan yang positif meskipun di tengah pandemi Covid-19, terlihat dari jumlah investor yang meningkat tiga kali lipat dan perusahaan yang IPO sebanyak 35. Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja positif BEI.

“Sebanyak 35 saham baru di tahun ini merupakan jumlah IPO tertinggi di bursa ASEAN,” kata Jokowi dalam pidato yang disampaikan secara virtual pada perayaan 43 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia dengan tema “Memperkuat Stabilitas Pasar Modal pada Era New Normal. di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2020.

Baca Juga: Ultah Pasar Modal, Jumlah Investor Tembuh 3,02 Juta 

Presiden Jokowi juga mengapresiasi kinerja Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal dengan prestasi pencapaian total investor sebanyak 3,02 juta investor atau meningkat tiga kali lipat dari posisi di akhir 2016. “Sekarang ini ada 30 juta investor. Saya sangat mengapresiasi capaian ini,” tuturnya.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian maupun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan.

Jokowi sempat merasa  khawatiran terhadap industri pasar modal dalam menghadapi pandemi Covid-19, apakah mampu bertahan. Namun, saat  saat kondisi perekonomian dihadapkan pada situasi ketidakpastian, industri pasar modal nasional mampu menunjukan daya tahan dan menjaga stabilitas di pasar. "Sebelumnya sempat terbayangkan industri pasar modal bakal terpuruk di tengah kondisi pandemi Covid-19," kata.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan ucapan selamat ultah bagi pasar modal yang ke-43 dan ke-28 untuk PT Bursa Efek Indonesia. "Kita semua paham bahwa pasar modal miliki peran yang luar biasa penting bagi perkembangan dan kemajuan ekonomi suatu negara,” tuturnya. 

Saat pandemi menghantam semua negara, dunia memang menghadapi tantangan kelumpuhan ekonomi. Untuk itu, perlu dibangun peranan  pasar modal sebagai alternatif pembiayaan dan alternatif investasi. “Peranan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan dan alternatif investasi menjadi penting bagi pemodal,” ucap Sri Mulyani yang pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

“Saya berharap dengan ultah ke-43 dengan tema memperkuat stabilitas pasar modal di era new normal bisa menjawab tantangan ini dan bisa memberikan kesempatan pemodal di Indonesia dan luar negeri untuk melihat pasar modal sebagai tempat investasi yang aman, kredibel dan bisa dipercaya,” ucap  Sri Mulyani.

Bursa Efek Indonesia(Foto: Facebook/Bursa Efek Indonesia).

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, saat ini jumlah emiten saham yang mencatatkan saham di Bursa sebanyak 35 perusahaan tercatat di tahun 2020. Pada pembukaan perdagangan hari ini, pencatatan perdana saham dilakukan oleh PT Sumber Global Energy Tbk (SGER)

Menurutnya, peringatan 43 tahun diaktifkannya kembali pasar modal  sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena ada pandemi Covid-19. "Pandemi memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian maupun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan," kata Inarno. 

Berdasarkan data BEI, IHSG  turun tajam hingga ke level terendahnya yakni mencapai 3.937 atau turun 37 persen dibanding penutupan tahun 2019. ”Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari respon investor akibat adanya virus corona yang melanda hampir seluruh negara, termasuk indonesia," tutur  Inarno.

Namun menurutnya,  Bursa Efek Indonesia  BEI mencatat prestasi yang gemilang dari sisi jumlah emiten baru yang melantai di bursa sebanyak 35 perusahaa. Hal ini  membuat prestasi tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara dalam kurun waktu tiga  tahun berturut–turut.

Baca Juga: BEI Fokus Jaring Milenial Berinvestasi di Pasar Modal

Di ulang tahun ini, BEI juga mengeluarkan beberapa program strategis untuk  mendukung stabilitas pasar modal di era new normal. Antara lain i mengeluarkan program e-IPO, Indeks Quality 30 serta Road Map Pasar Modal Syariah.[]

Berita terkait
Kenali Indeks Saham yang Ada di Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia secara aktif terus melakukan inovasi dalam pengembangan dan penyediaan indeks saham.
Pengamat: Badai Menimpa Pasar Modal Hanya Sementara
Anggota Komite Investasi Badan Pengelola Keuangan Haji, Siswa Rizali menyebutkan, badai yang menghantam pasar modal di Indonesia hanya sementara.
Asik, SRO Beri Stimulus ke Stakeholders Pasar Modal
Self-Regulatory Organization (SRO) melalui koordinasi OJK menetapkan serangkaian stimulus yang diberikan kepada stakeholders pasar modal.
0
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Jaga Daya Beli Masyarakat
Jokowi meminta pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran agar daya beli masyarakat lekas pulih.