UNTUK INDONESIA
Jerry Sambuaga Eks Anak Menteri Jadi Wamen Perdagangan
Jerry Sambuaga diangkat oleh Presiden Jokowi menjadi wakil Menteri Perdagangan dalam Kabinet Kerja Indonesia Maju periode 2019-2024.
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. (Foto: Instagram/jerry.sambuaga)

Jakarta - Jerry Sambuaga diangkat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi wakil Menteri Perdagangan dalam Kabinet Kerja Indonesia Maju periode 2019-2024 pada Jumat 25 Oktober 2019. 

Mungkin banyak yang belum mengenal sosok pria kelahiran Jakarta pada 2 Juli 1985 ini. Jerry merupakan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2014-2019 dari Partai Golkar.

Politikus dari partai berlambang pohon beringin itu, mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Partai Golkar Dapil Sulawesi Utara dengan nomor urut 1 di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 

Pria berusia 34 tahun ini memang sangat cerdas. Terbukti, dia telah menyelesaika pendidikannya di University of San Francisco, Amerika Serikat (AS). Kemudian, dilanjutkan dengan Pascasarjana di Master of International Affairs in International Security  Policy, Columbia University, New York.

Lalu, dia menyelesaikan program S3 di Universitas Indonesia (UI), Depok, dan menjadi Doktor Ilmu Politik termuda dari UI. Bahkan, Jerry juga mengisi hari-harinya menjadi dosen di beberapa universitas di Jabodetabek. 

Sukses dalam mengecap pendidikan, Anak dari Theo Sambuaga juga menunjukan taringnya dengan menjadi researcher sebagai direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata (KIPS) di Departemen Luar Negeri (Deplu) RI. Saat itu, tugasnya mengeksplorasi dan meriset masalah terorisme , keamanan internasional, dan pertahanan.

Dia juga aktif sebagai researcher misi penjaga perdamaian dan resolusi konflik, tepatnya sebagai divisi politik Perutusan Tetap RI untuk Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).  

Pada 2007, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pelita Harapan ini pernah berkolaborasi dengan PBB sebagai Penasihat Khusus delegasi Indonesia yang terlibat dalam researcher Association of Southeast Asian Nations Regional Forum (ARF) di Sekretariat ASEAN.  

Jerry juga pernah mengemban posisi sebagai Staf Ahli Ketua DPR RI tahun 2008-2009. Tugasnya menangani isu-isu luar negeri yang berkaitan dengan hubungan DPR RI bersama parlemen-parlemen asing. 

Pada 2009-2016, dia kembali menempati posisi yang sama, yaitu Staf Ahli Ketua DPR. 

Selain aktif di Golkar, Politikus Golkar ini juga aktif di beberapa organisasi masyarakat (Ormas), diantaranya menjadi Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Ketua Umum (Ketum) Ikatan Pemuda Mahasiswa Minahasa di Jakarta, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957, dan Ketua Bidang Hubungan Internasional DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia.  

Dia juga pernah menjadi Ketua DPP Komite Nasional Indonesia (KNI), Wakil Ketua Majelis Perimbangan Organisasi Purna Paskibraka Sulawesi Utara, Wakil Ketua Umum Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih, serta menjadi Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia.  

Darah kesuksesan memang sudah mengalir sejak dirinya dilahirkan. Terbukti, ayahnya, Theo Sambuaga juga merupakan politikus dari partai yang sama dengan Jerry.  Bahkan juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Indonesia pada era Kabinet Reformasi Pembangunan. (Putra Abdul Fattah Hakim)

Baca juga:

Berita terkait
Spesifikasi Mobil Dinas Menteri Jokowi
Para menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 akan menggunakan mobil dinas Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid.
Daftar Lengkap 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin resmi mengenalkan dan melantik 12 wakil menteri Kabinet Indonesia Maju.
Politikus PSI Surya Tjandra Wakil Menteri Sofyan Djalil
Politikus PSI Surya Tjandra ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Wakil Menteri Menteri ATR/Ketua BPN Sofyan Djalil.
0
Ahok Masuk BUMN di Mata Dosen UGM Yogyakarta
Ahok dikabarkan mengisi jabatan tinggi di BUMN. Statusnya mantan napi tidak masalah, yang menjadi masalah statusnya sebagai kader partai politik.