UNTUK INDONESIA
Jelang PSBB, 3 Daerah di Jatim Zero Positif Covid-19
Menjelang pelaksanaan PSBB, tiga kota di Jawa Timur (Jatim) yakni Kota Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo tidak ada penambahan pasien positif Covid-19.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat rapat persiapan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Surabaya, Minggu, 25 April 2020. (Foto: Tagar| Adi Suprayitno).

Surabaya - Menjelang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga daerah yakni Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo tidak ada penambahan pasien positif Covid-19. "Alhamdulillah, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik yang menjadi episentrum Covid-19 di Jatim, hari ini tidak ada penambahan,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat jumpa pers, di Grahadi, Minggu 26 April 2020.

Khofifah mengatakan, selama 24 jam penambahan pasien positif Covid-19 hanya 18 orang, sehingga totalnya menjadi 785 kasus. Penambahan 18 pasien itu terdiri dari Lumajang empat orang, Kota Pasuruan satu orang, Kabupaten Probolinggo satu orang, Tulungagung dua, Kabupaten Malang satu, Kabupaten Trenggalek satu, Kabupaten Mojokerto satu, Kabupaten Lamongan satu, Kota Malang 1, Kabupaten Kediri empat dan Pacitan satu orang.

Total pasien Covid-19 yang sembuh  tercatat ada 140 orang.

Baca Juga: Sambut Ramadan, 15 Pasien Covid-19 di Jatim Sembuh 

Daerah yang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terbanyak berada di Kota Surabaya 367 orang. Setelah itu, Sidoarjo 80 orang, Lamongan 32 orang, Magetan 30 orang, Kabupaten Malang 28 orang, Kabupaten Kediri 25 orang, dan Gresik 22 orang.

Khofifah Indar ParawangsaGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa mengumumkan hasil RUPS PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Tahun Buku 2019. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Untuk pasien positif yang sembuh bertambah dua orang, semuanya dari Surabaya. Dengan demikian,  total yang sembuh  menjadi tercatat ada 140 orang.

Tapi kita juga berduka karena yang meninggal tambah dua orang yaitu satu dari Lumajang dan satu dari Sidoarjo sehingga totalnya menjadi 88 orang.

Pasien yang sembuh itu daru Malang sebanyak 14 orang, Kota Batu satu orang, 72 orang dari Surabaya, tujuh dari Sidoarjo. Sebanyak empat orang dari Gresik, lima Lamongan, satu dari Kabupaten Blitar, satu dari Kota Blitar, delapan dari Magetan, dua dari Kabupaten Kediri, dua Jember, empat Kota Kediri, enam  Situbondo, empat  Tulungagung, satu Trenggalek, dua Kabupaten Madiun, satu Lumajang, satu Kota Probolinggo, satu Ponorogo, satu Bondowoso, satu Bangkalan dan satu Banyuwangi.

"Tapi kita juga berduka karena yang meninggal tambah dua orang yaitu satu dari Lumajang dan satu dari Sidoarjo sehingga totalnya menjadi 88 orang,” ungkap Khofifah.

Sementara untuk kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), bertambah sebanyak 103 kasus sehingga akumulasinya menjadi 2.681 kasus di seluruh Jatim.Namun dari jumlah tersebut yang diawasi ada 1.383 orang. Kemudian yang sudah selesai diawasi ada 1.075 orang. "Yang meninggal sebanyak 223 orang PDP,” tuturnya.

Baca Juga: Polda Jatim Contoh Jakarta Terapkan Sanksi PSBB 

Untuk kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan) di Jatim, lanjut Gubernur Khofifah bertambah sebanyak 214 kasus, sehingga totalnya menjadi 18.350 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 5.908 orang masih dipantau, kemudian 12.392 orang selesai dipantau karena gejala klinisnya tidak ada "Dari jumlah itu 50 orang  meninggal dunia,” tuturnya.[]

Berita terkait
Tingkat Kesembuhan Pasien Corona Tertinggi di Jatim
Tingkat kesembuhan pasien terjangkit virus Covid-19 di Jatim tertinggi di Indonesia
Atasi Corona, Khofifah: Jatim Butuh Dana Rp 2,384 T
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengkalkulasi total kebutuhan dana untuk menangani dampak sosial dan ekonomi imbas pandemi corona di Jatim.
Belasan Ribu APD Corona Disalurkan ke Jatim dan Bali
Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi menyalurkan 17 ribu APD bagi tim kesehatan di Jawa Timur dan Bali untuk menangani pandemi Covid-19.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.