UNTUK INDONESIA

Janji Wali Kota Malang Bantu Selesaikan Dualisme Arema

Wali Kota Malang akan melakukan mediasi Yayasan Arema 1987 agar konflik dualisme sejak 9 tahun berakhi sesuai keinginan Aremania.
Aksi damai Aremania bertajuk "Make Malang Great Again!" menuntut dualisme Arema berakhir di Alun-alun Tugu Kota Malang, Senin, 16 November 2020. (Foto: Tagar/Moh Badar Risqullah)

Malang – Aksi damai Aremania menuntut klub kebanggaannya, Arema bersatu mendapat respon Pemerintah Kota Malang. Wali Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan eksekutif maupun legislatif berjanji akan ada kepastian dalam satu minggu ini terkait tuntutan Aremania yaitu melakukan mediasi dengan Yayasan Arema 1987 agar konflik dualisme Arema sejak sembilan tahun lalu ini berakhir.

”Intinya, dalam satu minggu ke depan sudah ada kepastian (tuntutan Aremania). Siapa sesungguhnya Yayasan Arema ini,” kata Sutiaji dalam keterangannya saat menemui Aremania di Alun-alun Tugu Kota Malang, Senin, 16 November 2020.

Nanti, Pak Sek (Sekretaris Daerah) akan melacak yayasannya. Tentu kami juga akan mengundang mereka (orang-orang terkait hingga tokoh pendirian Arema) untuk mediasi.

Dia mengatakan pemerintah eksekutif maupun legislatif masih akan mencari titik terang terkait Yayasan Arema 1987. Mulai dengan melacak di Kementerian Hukum dan HAM RI serta mengundang beberapa orang-orang terkait hingga tokoh dalam pendirian Yayasan Arema.

”Nanti, Pak Sek (Sekretaris Daerah) akan melacak yayasannya. Tentu kami juga akan mengundang mereka untuk mediasi. Kami akan lihat ceritanya bagaimana,” tuturnya.

Baca juga:

Sutiaji menyampaikan pihaknya memang menginginkan tidak ada lagi Arema FC maupun Arema Indonesia. Dia mengaku juga sudah merindukan perdamaian antara semua suporter di Indonesia, tidak terkecuali di Aremania sendiri.

Meski demikian, kata dia, pemerintah hanya bisa memfasilitasi dengan melakukan mediasi tersebut. Akan tetapi, dia mengatakan untuk penyelesaiannya berada di tangan Yayasan Arema 1987 itu sendiri.

”Diluar orang-orang Arema yang dikehendaki adalah kekacauan Arema. Karena, siapapun yang tidak menghendaki bersatunya Arema. Dia penghianat. Makanya, kami harap nantinya jangan sampai terdengar lagi ada Arema A, B atau C,” tuturnya.

Sementara, Sutiaji mengaku mengapresiasi dan bangga dengan niat suci Aremania menyatukan klub kebanggaannya. Apalagi, dalam aksi sejak pukul 10.00 hingga 14.00 WIB tersebut bukan didasari oleh kepentingan politik dan lain sebagainya. Melainkan murni untuk kebaikan Arema FC ke depannya.

”Saya mengucapkan terima kasih. Kedatangan panjenengan (Aremania) semua ini karena niat suci ingin mempersatukan orang berseteru. Itu niat yang mulia. Di sini juga tidak ada hujat-menghujat antara Arema A atau B. Tapi, yang dikehendaki adalah bersatunya arek-arek malang,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, Aremania menggelar aksi damai bertajuk "Make Malang Great Again!" menuntut agar ada mediasi dengan Yayasan Arema 1987. Dengan harapan dan tujuannya agar tidak ada lagi dualisme Arema. Mereka pun menuntut konflik klub berjuluk Singo Edan tersebut bisa selesai dalam satu tahun ini.

Sampai saat ini, klub sepakbola bernama Arema ada dua di Malang. Diantaranya yaitu Arema FC yang berlaga di Liga 1 dan bermarkas di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Sedangkan Arema Indonesia berlaga di Liga 3 dan bermarkas di Stadion Gajayana, Kota Malang. []

Berita terkait
Mobil Rombongan DPRD Malang Kecelakaan, 1 Meninggal
Mobil anggota DPRD Malang kecelakaan di tol Solo-Ngawi setelah menabrak truk. Dikabarkan satu orang meninggal dan kritis.
Sengkarut Data Penerima BSU Kemenaker di Malang
Serikat Perjuangan Buruh Indonesia menilai sengkarut data akibat proses validasi hanya libatkan BPJS tenaga kerja dan perusahaan, tanpa pekerja.
Pemkot Malang Susun Skema Pembukaan Taman Kota
Pemkot Malang berencana membuka kembali secara bertahap beberapa tempat publik, khususnya taman-taman kota.
0
Janji Wali Kota Malang Bantu Selesaikan Dualisme Arema
Wali Kota Malang akan melakukan mediasi Yayasan Arema 1987 agar konflik dualisme sejak 9 tahun berakhi sesuai keinginan Aremania.