Jakarta - Italia tidak lagi identik dengan sepak bola bertahan. Italia telah menjelma sebagai tim yang piawai bermain ofensif seperti saat menjamu Bosnia-Herzegovina di pertandingan Grup J kualifikasi EURO 2020 di Stadion Allianz, Rabu 12 Juni 2019 dini hari WIB. 

Bermain menyerang menjadikan Italia diunggulkan menang atas lawannya. Namun berapa gol yang mampu diciptakan Italia? Pasalnya bursa mengunggulkan Italia di laga tersebut. Bahkan Bosnia atau tim tamu di-voor satu setengah (1 1/2). Artinya, Nicolo Barrella dkk diprediksi mampu menang minimal dua gol di laga tersebut. 

Kemenangan 3-0 atas Yunani di laga sebelumnya memang menjadi modal berharga Italia untuk menghadapi Bosnia. Pelatih Roberto Mancini tegaskan Italia tidak akan mengubah gaya bermain ofensif yang menjadi ciri khas Gli Azzurri selama ditanganinya. 

Memang benar bila banyak gol kami berasal dari beberapa pemain. Kini kami hanya ingin striker bisa lebih banyak mencetak gol

Meski lini depan Italia belum menunjukkan ketajamannya, namun itu tak mengubah etos permainan tim. Hanya, mantan pelatih Manchester City ini tetap berharap pemain depan bisa menuntaskan tugasnya mencetak lebih banyak gol. 

Sentilan Mancini ini memang harus menjadi perhatian deretan pemain depan, Fabio Quagliarella dkk Pasalnya, mereka yang bermain di depan justru kalah tajam dibandingkan pemain tengah maupun bek. Saat melawan Yunani misalnya, bek Leonardo Bonucci malah ikut menyumbang gol. 

"Memang benar bila banyak gol kami berasal dari beberapa pemain. Kini kami hanya ingin striker bisa lebih banyak mencetak gol," kata Mancini. 

"Italia punya banyak pemain bagus. Kami hanya butuh waktu untuk mengubah nasib kami. Untuk itu, saya butuh tim yang bisa bermain bagus dan menampilkan sepak bola menyerang. Perlu ditekankan bahwa gaya bermain Italia akan menyerang," tandasnya. 

Striker Haus Gol

Menurut dia Italia harus memiliki striker haus gol. Pasalnya gol dari striker sangat penting di sebuah turnamen besar seperti Piala Eropa atau Piala Dunia. Mancini bercermin dari kegagalan Italia di UEFA Nations League. 

Bergabung dengan Portugal dan Polandia, Italia hanya mampu mencetak dua gol dari empat pertandingan penyisihan. Mereka pun gagal lolos ke semifinal karena hanya menduduki peringkat dua. 

"Di turnamen besar, tim akan menghadapi tim-tim terbaik. Jadi, gol dari pemain depan menjadi sangat penting. Di tim sesungguhnya ada Andrea Belotti. Dia melakukan tugasnya dengan baik di Athena (melawan Yunani). Dia membuat assist dari gol pertama dan mencetak banyak peluang. Saya yakin dia akan segera mencetak gol," jawabnya. 

Bermain ofensif tetapi memiliki striker yang mandul jelas menjadi problem bagi Mancini. Padahal, Italia tak kekurangan pemain depan. Ada Quagliarella, striker veteran yang menjadi top scorer Serie A Italia musim lalu. Selain itu ada Belotti, Lorenzo Insigne, Moise Kean, Federico Chiesa sampai Ciro Immobile. Mancini juga kerap memakai skema berbeda untuk mengakomodir pemain depan. 

Meski demikian, Italia tetap diunggulkan saat menghadapi Bosnia. Menurutnya Bosnia tim yang harus diperhitungkan. Mereka memiliki striker Edin Dzeko yang bermain di AS Roma dan Miralem Pjanic yang merupakan pilar lini tengah Juventus

"Bosnia tim bagus dan punya peluang lolos kualifikasi. Kekalahan dari Finlandia tak akan mempengaruhi mereka. Harus diakui babak kualifikasi ini tidak mudah. Bahkan Turki bisa mengalahkan Prancis," kata Mancini. 

Bursa

Italia vs Bosnia-Herzegovina 0:1 1/2 (tips Bosnia-Herzegovina) []

Berita terkait kualifikasi EURO 2020: