Isu Buaya Lepas Buat Takuti Saraswati Susur Sungai Cisadane?

Tim Sukses Rahayu Saraswati, sempat berfikir untuk membatalkan kegiatan Susur Sungai Cisadane seiring beredarnya kabar mengenai 43 buaya lepas.
Group Whatsapp Pos Bogor sebarkan isu 43 buaya lepas ke sungai Cisadane. (Foto:Tagar/Media Center Muhamad-Saraswati)

Jakarta – Tim Sukses Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, sempat berfikir untuk membatalkan kegiatan Susur Sungai Cisadane seiring beredarnya kabar mengenai 43 buaya lepas ke sungai Cisadane. Kabar itu, tersebar melalui pesan berantai pada sebuah group whatsapp bernama "Pos Bogor".

Selain itu, ada juga video viral di media sosial yang memperlihatkan warga mengusir dua ekor buaya rawa yang sedang berjemur untuk memasuki perairan sungai Cisadane, di Kecamatan Cisauk hingga Gading Serpong Kabupaten Tangerang.

“Karena ramai di medsos, media online dan khususnya WAG, kami sempat mikir-mikir, bahkan ada anggota Tim ada yang minta dibatalkan, tapi Mpok Sara bilang, lanjut saja, karena sudah janji dengan Bang Ade dari Banksasuci dan tidak perlu takut, Tuhan bersama kita, demi perubahan rakyat Tangsel,” tutur Zulfikar Alaydrus dari Tim Rahayu Saraswati berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tagar, Jumat, 6 November 2020.

Saat siaran langsung melalui akun Instagramnya pada Selasa, 3 November 2020, Saraswati menyinggung isu pelepasan buaya ini dengan nada gurauan. “lebih menakutkan buaya darat daripada buaya air,”candanya.

Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu, terbilang pemberani, meski teror buaya lepas menghantui, wanita ini tetap berpegang teguh pada niat dan janjinya untuk melaksanakan Susur Sungai Cisadane pada Selasa, 3 November 2020.

Calon Wakil Wali Kota Tangerang SelatanRahayu Saraswati Djojohadikusumo, Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan nomor urut 1 menemukan limbah berwarna hijau toska saat menyusuri sungai Cisadane. (Foto: Tagar/Media Center Muhammad-Saraswati)

Dalam penyusuran Sungai Cisadane itu, Saraswati bersama Timnya menemukan pabrik tisu yang membuang limbah berwarna hijau toska ke sungai Cisadane tanpa melewati proses filterisasi dan pengolahan terlebih dahulu.

Karena ramai di medsos, media online dan khususnya WAG, kami sempat mikir-mikir, bahkan ada anggota Tim ada yang minta dibatalkan, tapi Mpok Sara bilang, lanjut saja.

Meski demikian, Saraswati tidak mau mengaitkan isu buaya lepas dengan kegiatan susur sungainya.

"Kami tidak mau mengaitkan isu pelepasan buaya dengan kegiatan Saraswati Susur Sungai Cisadane, apa itu bentuk teror atau ancaman atau bagaimana, tapi kok isunya bersamaan, apalagi kami kan juga tahu Mpok Sara ini juga diserang di media sosial," kata Zulfikar Alaydrus atau yang akrab dipanggil Ficky.

Tim Rahayu Saraswati mengaku, baru tahu jika informasi pelapasan buaya ke Sungai Cisadane itu adalah hoax dua hari setelahnya.

"Kami baru tahu informasi pelepasan buaya itu hoax 2 hari setelahnya, hari Kamis setelah dari bantahan resmi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 1 Jawa Barat, Alhamdulillah perjalanan kami selamat, kami tidak bertemu dengan buaya, tapi bertemu dengan pencemaran limbah di Sungai dan TPA Cipeucang yang makin mengkhawatirkan" ucap Zulfikar Alaydrus.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Febi Darmawan, juga angkat bicara mengenai hal ini. Febi membenarkan adanya pesan berantai itu. Namun, berdasarkan penelusurannya ke Sungai Cisadane, tidak ditemukan penampakan dari buaya-biaya tersebut. []

Berita terkait
Rahayu Saraswati Susur Kampung Menyapa Masyarakat Tangsel
Rahayu Saraswati, calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berjalan menyusuri perkampungan. Ia menyapa warga hingga memasuki gang
Profil Rahayu Saraswati Calon Wakil Wali Kota Tangsel
Rahayu Saraswati atau Sara maju sebagai calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, berikut profilnya.
Rahayu Saraswati Sedih Saat Berada di Sungai Cisadane
Rahayu Saraswati Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan nomor urut 1 menemukan limbah berwarna hijau toska saat ia menyusuri Sungai Cisadane.
0
Menperin: Industri Kosmetik dan Produk Wellness Perlu Beradaptasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan,Untuk terus bertahan, industri kosmetik dan produk wellness perlu terus beradaptasi.