UNTUK INDONESIA
Ipuk dan Warga Diskusi Digital Marketing UMKM Tahu
Bakal calon Bupati Banyuwangi Ipuk merencanakan untuk melakukan digital marketing bagi pusat UMKM Tahu di Kecamatan Rogojampi.
Bakal calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi pusat UMKM Tahu di Kecamatan Rogojampi.(Foto: Istimewa/Tagar/Hermawan)

Banyuwangi - Bakal calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, kembali mengunjungi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kali ini, Ipuk mengunjungi sentra UMKM pembuatan tahu di Dusun Timurejo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi. 

Dusun yang dikenal dengan sebutan Kampung Tahu itu, selain melihat proses pembuatan tahu, Ipuk juga berdialog dengan para pelaku UMKM pembuatan tahu, termasuk soal digital marketing.

Banyuwangi saat ini terkenal dengan banyaknya festival. Kami berinisiasi membuat Festival Kampung Tahu agar lebih dikenal masyarakat luas.

"Pasar dari UMKM di sini rata-rata masih offline, meskipun penjualannya telah banyak pesanan dari luar kota utamanya sekitar Banyuwangi. Tapi untuk online masih belum maksimal," kata Iwan Wasito, Ketua Rengit (Remaja Nekat Gitik Temurejo), Kamis 17 September 2020

Iwan mengatakan, selama ini untuk kian memperkenalkan potensi UMKM, anak-anak muda Timurejo membuat Festival Kampung Tahu yang digelar rutin tiap satu bulan sekali. 

"Banyuwangi saat ini terkenal dengan banyaknya festival. Kami berinisiasi membuat Festival Kampung Tahu agar lebih dikenal masyarakat luas," kata Iwan.

Dalam festival tersebut dipamerkan 30 varian olahan tahu dilakukan oleh pelaku UMKM. "Di sini tahu tidak hanya digoreng biasa, melainkan juga diolah menjadi 30 varian," ujar Iwan.

Hanya saja menurut Iwan dari sisi penjualan online belum maksimal. Mengetahui hal tersebut, Ipuk mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh warga Timurejo. 

"Festival Kampung Tahu itu cukup menarik, karena bisa mendatangkan orang untuk datang ke desa ini," ucap Ipuk.

Ipuk mengatakan dengan banyaknya varian pengolahan tahu yang dilakukan oleh warga Timurejo, bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas Timurejo. 

"Bisa dijadikan oleh-oleh khas bekerja sama dengan pusat oleh-oleh yang sudah ada di Banyuwangi," tutur Ipuk.

Terkait digital marketing, menurut Ipuk, perlakuannya memang berbeda dengan offline. 

"Dalam dunia digital marketing banyak hal yang harus diperhatikan. Seperti pengemasan yang harus semenarik mungkin, perluas jaringan dan promosi di media sosial, promosi dengan menggunakan teknik foto dan video yang menarik, dan lainnya," kata Ipuk yang juga Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Deskranasda) Banyuwangi itu.

UMKM, lanjut Ipuk, juga perlu memahami algoritma di media sosial dalam mempromosikan produknya. 

“Sehingga pelatihan-pelatihan digital marketing perlu terus dilakukan. Di Banyuwangi juga ada Rumah Kreatif UMKM yang rutin memfasilitasi peningkatan kualitas desain kemasan, foto produk, dan pemasaran digital secara gratis. Ke depan semua itu perlu ditingkatkan, termasuk strategi jemput bola ke sentra-sentra UMKM perlu diperbanyak,” ujarnya.

"Itu juga bisa dimanfaatkan oleh anak-anak muda desa ini. Yang terpenting adalah kemauan besar UMKM untuk maju. Sudah banyak UMKM di Banyuwangi yang sukses, bahkan mengekspor produknya ke luar negeri," ucap Ipuk. []

Berita terkait
Ipuk Paparkan Program Petani dan Nelayan Banyuwangi
Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Ipuk-Sugirah menemui nelayan dan petani di Kecamatan Muncar.
Kualitas Batik Siswa Banyuwangi Patut Dibanggakan
Siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Banyuwangi mampu membuat batik dengan kualitas yang tidak kalah dengan para perajin batik berpengalaman.
Wakapolda Jatim Terkejut Kemajuan Banyuwangi
Wakapolda Jatim memiliki kenangan saat menjabat sebagai Kapolres Banyuwangi 10 tahun lalu.
0
PLN Gandeng KPK Amankan Aset Negara di Bali
Berkat sinergi antara PT PLN (Persero), KPK, dan ATR/BPN disebutkan nilai aset tanah yang diselamatkan lebih dari Rp 1 Triliun.