Ini Kerugian Bentrok Aremania Vs Bonek di Blitar

Berdasarkan data Polresta Blitar, total ada 13 kendaraan roda dua yang rusak parah dan ringan. Selain itu, tiga orang mengalami luka-luka.
Kapolresta Blitar AKBP Leonard Sinambela di Jalan Ciliwung, Kota Blitar. (Foto: Dokumen/Tagar/Moh Badar Risqullah)

Blitar - Bentrokan antara Bonek dan Aremania usai laga semifinal Piala Gubernur Jawa Timur menimbulkan kerugian dirasakan warga Kota Blitar. Selain ada korban luka, total ada 13 kendaraan roda dua yang rusak parah dan ringan.

Dari data Kepolisian Resort Kota Blitar, dua unit kendaraan terbakar habis dan tinggal rangka. Sebanyak enam kendaraan yang terbakar sebagian di bagian bodi dan ban. Kemudian lima unit kendaraan yang tertinggal di lokasi dengan kondisi rusak ringan.

"Hasil cek terakhir kami, baik di TKP (tempat kejadian perkara) maupun ditanyakan ke instansi terkait. Dan itu tadi untuk kerugiannya materilnya," ungkap Kapolresta Blitar AKBP Leonard M. Sinambela kepada wartawan saat dikonfirmasi, Rabu 19 Januari 2020.

Meski demikian, pihaknya masih belum menghitung kerugian secara riil. Alasannya, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan panitia penyelenggara yaitu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Hasil cek terakhir kami, baik di TKP (tempat kejadian perkara) maupun ditanyakan ke instansi terkait.

"Kita koordinasikan. Panitia sudah memberikan statemen bahwa akan ada upaya ganti rugi kerusakan tersebut. Makanya, kami mengimbau pemiliknya silakan datang dan bawa bukti kepemilikan kendaraan," terangnya.

Sementara itu, untuk korban luka dikatakan Leonard bahwa perkembangan terbaru yaitu ada tiga orang. Disebutkannya yaitu 1 orang mengalami patah tulang dan merupakan warga Tulungagung dengan inisial RK yang merupakan Aremania.

Kemudian, satu orang mengalami luka di bagian kepalanya yaitu JF merupakan warga Tambaksari, Surabaya sebagai Bonek. Ada juga 1 orang luka ringan dan langsung diobati di ambulan saat itu juga.

"Semuanya sudah ditangani di RS Suwadi Haji. Dan untuk korban yang luka di kepalanya sudah pulang tengah malam tadi. Dia dijemput keluarganya," ujarnya.

Polisi Tangkap Satu Suporter Bawa Senjata Tajam

Selain itu, Leonard juga menangkap satu orang suporter dari Aremania yang membawa senjata tajam (sajam). Pelakunya dengan inisial NDAP 15 tahun yang merupakan warga Sananwetan, Kota Blitar. Barang bukti yang diamankan yaitu belati lengkap dengan sarungnya. Kemudian bet Arema dan tas kantong untuk membawa sajam tersebut.

"Pelaku dan barang bukti ini kami amankan di lokasi kejadian. Tepatnya di Jalan Kartini, Kota Blitar atau di perempatan selatan stadion," ujarnya.

Saat itu, dia menjelaskan bahwa ada kerumunan supporter yang Persebaya. Tiba-tiba terjadi keributan yang diduga ada supporter Aremania yang menyusup ke kumpulan tersebut.

"Kita langsung ke lokasi dan mengamankan situasi untuk memisahkannya. Saat digeledah, dia ini kedapatan membawa senjata tajam itu tadi dengan ada atribut Arema di tasnya," terangnya.

Dengan hal tersebut, dia menyampaikan pembawa sajam dijerat Pasal 2 ayat 1 UU No 12 tahun 1951 tentang kepemiikan senjata tajam. Ancaman hukumannya kurang lebih 10 tahun penjara.

"Untuk provokator tidak ada (penanangkapan). Karena, dalam hal ini kita fokus untuk pemisahan kedua supporter agar tidak terjadi kericuhan besar," ucapnya. []

Berita terkait
Khofifah Prihatin Rusuh Aremania Vs Bonek di Blitar
Khofifah Indar Parawansa telah mengirim Baskebangpol untuk melakukan pendataan sejumlah kerusakan di Blitar untuk diberikan ganti rugi.
Singkirkan Arema FC, Persebaya Vs Persija di Final
Persebaya Surabaya menyingkirkan rival bebuyutan Arema Fc 4-2 di semifinal Piala Gubernur Jatim 2020
Kronologi Bentrok Aremania Vs Bonek di Blitar
Kapolresta Blitar AKBP Leonard Sinambela memastikan saat ini keamanan Kota Blitar sudah kondusif. Polisi juga sudah memulangkan Bonek dan Aremania.
0
Dewas KPK Pecat Penyidik Robin Terkait Suap Tanjung Balai
Dewan Pengawas KPK memecat penyidik Stepanus Robin Pattuju karena terbukti berhubungan dengan perkara Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial.