Banyumas, (Tagar 2/4/2019) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas KH Chariri Sofa mengatakan peringatan Isra Mi'raj merupakan momentum untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan utamanya menjelang Pemilu dan Pilpres 2019.

"Ada nilai-nilai yang bisa kita petik dari Isra Mi'raj karena melambangkan persatuan," kata KH Chariri Sofa di Kabupaten Banyumas, Selasa (2/4) dilansir kantor berita Antara.

Dia menjelaskan, Isra Mi'raj merupakan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha.

"Perjalanan yang dituju adalah dari masjid ke masjid, sementara masjid itu merupakan tempat bersujud dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, selain itu masjid juga sekaligus tempat untuk bertemu dengan sesama manusia dan hidup bermasyarakat, karena itulah masjid merupakan lambang persatuan dan kesatuan," katanya.

Maka berdasarkan peristiwa Isra Mi'raj kata dia, dapat diambil nilai-nilai positif untuk menghadapi Pemilu dan Pilpres dengan semangat persatuan dan kesatuan.

"Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari masjid ke masjid bukan hanya untuk ibadah melainkan juga untuk meningkatkan kehidupan sosial kemasyarakatan. Kita harus mengambil nilai-nilai itu untuk saling menghargai, menolong, dan membantu sesama manusia," katanya.

Dengan demikian, kata dia, jangan sampai perbedaan-perbedaan paham yang ada di tengah masyarakat, khususnya menjelang pemilu, mengarah pada permusuhan.

"Mari kita semua saling menghormati satu sama lain, guyub, serta menjaga persatuan dan kesatuan," katanya.

Dengan demikian, kata dia, maka akan tercipta kehidupan yang damai dan sempurna.

"Hidup sempurna adalah berarti bahwa menjaga secara baik hubungan dengan Allah SWT serta juga hubungan dengan sesama manusia," katanya.

Berikut ini lima fakta Isra Mi'raj:

Isra MirajLima Fakta Isra Miraj

Baca juga: