Jakarta, (Tagar 27/2/2019) - Wakil Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jakarta, yang juga peneliti dari 7 (Seven) Strategic Studies, Girindra Sandino menyatakan tidak setuju dengan praktik pengusiran oleh siapa pun kepada siapa pun dalam Pilkada DKI 2017 maupun Pilpres 2019.

"Rakyat harus dibimbing bagaimana cara menghormati dan tahu aturan main dalam pemilu, khususnya kampanye," tutur Girindra dalam wawancara tertulis dengan Tagar News, Rabu siang (27/2). 

"Sebetulnya dalam hal ini bukan dua kubu Tim Kampanye. KPU dan Bawaslu beserta jajarannya juga bertanggung jawab atas pengusiran-pengusiran capres-cawapres. Jangan diam saja. Mereka memiliki kewajiban untuk itu, pun kepolisian, karena sudah mengarah ke pelanggaran pidana," lanjut Girindra.

Menengok ke belakang, diusir saat kampanye dialami Ahok dan Djarot, rival Anies-Sandi dalam Pilkada DKI 2017. 

Sandi kini mengalami pengusiran saat kampanye Pilpres 2019, namun Girindra tidak melihat itu sebagai karma.

"Bukan soal karma, tapi etika politik yang harus dikedepankan, bukan harus tampil layaknya sok jagoan. Hal itu nanti malah menjadi blunder bagi kubu yang melakukan pengusiran," ujar Girindra.

Berikut ini kilas balik pengusiran dialami Ahok dan Djarot saat kampanye Pilkada DKI 2017 dan pengusiran dialami Sandi saat kampanye Pilpres 2019.

Sandi Menuai KarmaInfografis: Tagar/Gita

Baca juga: