UNTUK INDONESIA
Imbas Covid-19, Perusahaan Warren Buffett Lego Saham
Berskhire Hathaway, perusahaan milik miliader Warren Buffet menjual semua sahamnya di empat perusahaan maskapai penerbangan AS.
Miliader Warren Buffett dalam pertemuan tahunan yang disampaikan secara virtual mengumumkan melepas kepemilikan sahamnya di empat perusashaan maskapai penerbangan. (Foto: Reuters|BBC News).

Jakarta - Investor global dan sekaligus miliarder, Warren Buffett mengatakan perusahaan miliknya, Berkshire Hathaway telah menjual semua sahamnya di empat maskapai terbesar Amerika Serikat. Berbicara pada pertemuan pemegang saham tahunan, Buffett menyebutkan bahwa "dunia telah berubah" karena pandemi virus corona Covid-19.

Berskhire Hathaway menarik investasi di empat perusahaan penerbangan meskipun mengalami kerugian yang besar.

Buffett mengaku berinvestasi di industri penerbangan merupakan kesalahan. Komentarnya datang hanya beberapa jam setelah Berkshire Hathaway mengumumkan rekor kerugian bersih triwulan pertama senilai 50 miliar dolar AS, lapor kantor berita Reuters, seperti dikutip dari BBC News, Minggu, 3 Mei 2020.

Baca Juga: Menolak Tuduhan Bill Gates di Balik Pandemi Covid-19 

Ini adalah pukulan buat kami, ketika permintaan anjlok. Bisa dikatakan, pandemi Covid-19 membuat industri penerbangan di negara ini mati.

Maskapai Penerbangan di ASIndustri transportasi di Amerika Serikat, termasuk maskapai penerbangan hampir runtuh akibat imbas pandemi Covid-19. (Foto: Getty Images|BBC News).

Konglomerat ini memiliki saham di empat perusahaan maskapai AS yakni 11 persen saham di Delta Air Lines, 10 persen di American Airlines, 10 persen di Southwest Airlines, dan sembilan persen di United Airlines, menurut laporan tahunan dan pengajuan perusahaan. Perusahaan mulai berinvestasi di empat maskapai penerbangan pada 2016, setelah menghindari masuk ke industri penerbangan selama bertahun-tahun.

Dalam pertemuan yang dilakukan secara virtual, Buffett mengatakan pihaknya membuat keputusan ini dengan melihat bisnis penerbangan. "Kami menarik investasi di perusahaan penerbangan meskipun mengalami kerugian yang besar. Kami tidak akan mendanai perusahaan yang..... di mana kami pikir itu akan menghasilkan uang di masa depan," tuturnya.

Menurut Buffett, ia telah mempertimbangkan lama untuk berinvestasi di industri penerbangan sebelum pandemi Covid-19 melanda. "Ini adalah pukulan buat kami, ketika permintaan anjlok. Bisa dikatakan, pandemi Covid-19 membuat industri penerbangan di negara ini mati," ucapnya.

Industri transportasi di AS hampir mati akibat imbas pandemi Covid-19. Maskapai mengurangi ratusan jadwal penerbangan dan memarkirkan (grounded) ribuan unit pesawatnya.

Simak Pula: Covid-19 di AS: Positif 1.062.446, Kematian 62.406 

Dalam sebuah pernyataan, Delta mengaku bahwa mereka sudah mengetahui rencana Buffett untuk melego saham. Perusahaan menyebutkan sangat menghormati keputusan Buffett dan tim Berkshire. Delta juga menyebutkan tetap pede dengan kekuatan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19. []

Berita terkait
Corona, Jumlah Kematian di Amerika di Atas 4.000
Jumlah kematian di Amerika Serikat akibat pandemi virus corona Covid-19 mencapai di atas 4.000 orang, meningkat dua kali lipat dari tiga hari lalu.
Chloroquine Jadi Obat Virus Corona di Amerika
Obat anti malaria chloroquine dan hydroxychloroquine disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat jadi obat pasien Corona
Lima Fakta Kasus Covid-19 di Amerika Serikat
Lima fakta ini yang membuat Amerika Serikat tidak siap menghadapi Covid-19.
0
Xiaomi Black Shark 3 Pro Rilis di Eropa Mei 2020
Xiaomi dikabarkan akan meluncurkan smartphone gaming, Xiaomi Black Shark 3 Pro di Eropa pada Mei 2020.