UNTUK INDONESIA
IHSG Naik Tipis 0,27% Meski Ada Aksi Jual Cukup Gede
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin, 10 Agustus 2020 naik tipis 0,27% di posisi 5.157,83 poin.
IHSG JELANG TAHUN 2018: Refleksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/12). Menjelang libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, IHSG mencatat rekor baru yaitu ke posisi 6.221,01 naik 37,52 poin atau 0,61 persen. (Foto: Ant/Puspa Perwitasari)

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin, 10 Agutus 2020, naik  tipis  0,27% atau 13,94 di posisi 5.157,83 poin. Meskpun ada aksi jual oleh investor asing (nett foreign sell) tidak sampai menekan Indeks Saham. 

Selama perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 5.134,87 dan posisi tertinggi di 5.158,78 poin. Sebanyak 249 saham mengalami kenaikan harga, 219 saham mengalami penurunan harga serta 197  stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 7,24 triliun. Volume perdagangan mencapai 9,37 miliar dengan 622.311 kali transaksi.

Baca Juga: Net Sell Sampai Rp 1,3 T, IHSG pun Tergerus 0,66%

Investor asing mencatat aksi jual bersih atau net foreing sell mencapai Rp 477,71 miliar  di seluruh pasar.  Sham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) senilai Rp 149,5 miliar. Setelah itu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) Tbk atau TLKM senilai Rp 98,81 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 58,1 miliar.  

Saham-saham yang mengalami kenaikan harga antara lain PT Indah Kiat Pulp & Paper atau  INKP sebesar Rp 1.100 menjadi Rp 9.675 per lembar. Setelah itu saham PT Gudang Garam Tbk atau  GGRM sebesar Rp 825 menjadi Rp 51.300 per lembar serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITMG sebesar Rp 725 menjadi Rp 8.575 per lembar

Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya PT Siantar Toop Tbk atau STTP sebesar Rp 500 menjadi Rp 7.425 per lembar. Selanjutnya saham PT Bank Central Tbk atau BBCA sebesar Rp 300 menjadi Rp 30.600 per lembar serta PT Unggul Indah Cahaya Tbk atau UNIC sebesar Rp 170 menjadi Rp 3.500 per lembar.

Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF sebanyak 34.292 kali senilai Rp 400,7 miliar. Berikutnya saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk atau TOWR sebanyak 31.514 kali senilai Rp 366,4 miliar serta PT Tjiwi Kimia Tbk atau TKIM sebanyak 17.587 kali senilai Rp 386,1 miliar.

Simak Pula: Memerah Sejak Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,79%

Sebelumnya IHSG pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat 7 Agustus 2020 turun tipis  0,66% atau 34,38 di posisi 5.143,89 poin. Aksi jual oleh investor asing (nett foreign sell)  terbilang cukup besar di atas Rp 1 triliun. []

Berita terkait
Net Sell Gede Rp 949 M, IHSG Sesi Pagi Anjlok 2,56%
Aksi jual pada sesi pertama yang hampir mendekati Rp 1 triliun membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 2,56% di posisi 5.017,36.
Ada Aksi Beli Rp 49,58 Miliar, IHSG Naik 0,75%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis, 30 Juli 2020 menguat 0,75% atau 38,51 poin di level 5.149,63.
IHSG Melemah Tipis 0,07% Imbas Aksi Jual Rp 295,4 M
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa, 28 Juli 2020 melemah tipis 0,07% di posisi 5.112,99 poin.
0
Airlangga: Zona Merah Dapat Prioritas Vaksin Covid-19
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah akan memprioritaskan pemberian vaksin untuk masyarakat di daerah berstatus zona merah.