UNTUK INDONESIA

IHSG Merosot 0,9%, Saham Telkom, BCA, dan Astra Dibeli Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Kamis, 12 November 2020 merosot 0,92 persen di level 5.458,60 poin.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Kamis, 12 November 2020 merosot 0,92 persen di level 5.458,60 poin. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra).

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis,12 November 2020 merosot 0,92 persen atau 50,91 poin di posisi 5.458,60 poin. Meski ada aksi beli (net buy) dengan nilai cukup besar Rp 256 miliar, belum mampu mengangkat Indeks Saham.

Selama perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 5.449,80 poin dan tertinggi di 5.500,42 poin. Sebanyak 149 saham naik, 296 saham menurun, dan 170 saham statis. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 10,31 triliun. Volume perdagangan mencapai 18,51 miliar lembar dengan 861.170 kali transaksi.

"Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan terkena aksi profit taking," kata analis Indo Premier Sekuritas Mino di Jakarta, Kamis, 12 November 2020 seperti dikutip dari Antara.

Secara sektoral, empat sektor meningkat dengan pertanian naik paling tinggi yaitu 1,91 persen. Setelah itu diikuti konsumer dan manufaktur industri masing-masing 0,46 persen dan 0,23 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dengan keuangan paling dalam yaitu minus 2,13 persen. Setelah itu, diikuti properti dan infrastruktur masing-masing minus 1,57 persen dan minus 0,84 persen.

Investor asing mencatatkan pembelian bersih alias net buy Rp 256,26 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Astra International Tbk atau ASII Rp 170,4 miliar. Setelah itu saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA Rp 137,4 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM Rp 85,6 miliar.

Sebelumnya IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Rabu, 11 November 2020 menguat 0,85 persen atau 46,77 poin di posisi 5.509,51 poin. Aksi beli (net buy) yang mencapai Rp 2 triliun mampu mengangkat Indeks Saham.

Selama perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 5.471,59 poin dan tertinggi di 5.520,90 poin. Sebanyak 251 saham naik, 251 saham menurun, dan 201 saham statis. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 16,37 triliun. Volume perdagangan mencapai 19,78 miliar lembar dengan 1.135.495 kali transaksi. []

Berita terkait
Pengaruh Ketatnya Pilpres AS, IHSG Ditutup Turun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu, 4 November 2020 menurun 1,05 persen di posisi 5.105,2 poin.
IHSG Melambung 0,87 Persen, 2 Saham Bank BUMN Dilego Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa, 3 November 2020 melambung 0,87 persen di posisi 5.159,45 poin.
Investor Mau Libur Panjang, IHSG BEI Terkoreksi 0,31 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa, 27 Oktober 2020 terkoreksi 0,31 persen di posisi 5.128,23 poin.
0
IHSG Merosot 0,9%, Saham Telkom, BCA, dan Astra Dibeli Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Kamis, 12 November 2020 merosot 0,92 persen di level 5.458,60 poin.