UNTUK INDONESIA
IHSG Hari Ini Diperkirakan Menguat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa ini, 28 Juli 2020 diperkirakan akan menguat, dipengaruhi sentimen positif eksternal.
Ilustrasi - Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Antara/Reno Esnir/pd)

Jakarta - Dukungan penguatan saham berbasis teknologi serta sinyal dari Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol lebih lama menjadi faktor pendorong indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat sebesar 0,43%. Menurut Edwin Sebayang, analis dari MNC Sekuritas, sentimen positif itu ditambah dengan penguatan indeks EIDO ( indeks iShares MSCI Indonesia) sebesar 1,15% berpotensi menjadi katalis untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dalam perdagangan Selasa ini, 28 Juli 2020.

Namun pengumuman jumlah kasus positif Covid-19 yang terus bertambah bisa menjadi sentimen positif yang akan mengganggu pergerakan IHSG. 

Baca Juga: IHSG Naik 0,66%, Empat Saham Ini Dilego Asing

Sementara dalam analisa harian, MNC memperkirakan IHSG hari ini akan menguji kembali resistance (batas atas kenaikkan) di 5.140. Namun apabila mampu menembus 5.140 maka IHSG akan menuju ke level 5.200-5.300 untuk membentuk wave [c] dari wave 5. 

Meskipun demikian, perhatikan support (batas bawah kenaikkan) di 5.022. Apabila berhasil tertembus maka  IHSG diperkirakan memiliki kecenderungan untuk menguji level 4.950-5.000. 

Sebagai bahan informasi, wave atau gelombang yang dimaksud adalah bagian dari Teori Gelombang Elliot yang kerap digunakan dalam analisis teknikal. Dalam teori ini, pergerakan pasar mengikuti siklus psikologi berdasarkan sentimen pasar, bergantian membentuk pola bearish atau tren indeks saham turun dan bulish atau tren naik.

MNC memperkirakan batas support IHSG pada rentang 5.022-4.982 dan resistance di kisaran 5.140-5.260.  MNC merekomendasikan empat saham ini, berikut ulasannya: 

1. PT AKR Corporindo Tbk atau AKRA 

Kemarin, Senin, 22 Juli 2020, saham AKRA ditutup menguat agresif sebesar 8,4% ke level 2.700. Posisi saham AKRA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C, sehingga AKRA berpotensi untuk melanjutkan penguatannya kembali.

MNC merekomendasikan saham AKRA buy on weakness (membeli saat saham tersebut sudah breakout  atau menjebol resisten-resisten tertentu) pada rentang 2.600-2.700. Untuk target price pada rentang 2.800-3.000 dan stoploss: di bawah 2.570.

2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI

Selama saham BBRI tidak terkoreksi di bawah 2.980, pergerakan BBRI saat ini diperkirkan sedang berada di awal wave [iii] dari wave C, sehingga saham emiten ini diperkirakan berpeluang untuk menguat.

MNC merekomendasikan saham BBRI buy on weakness di kisaran 3.060-3.100. Untuk target price di rentang 3.300-3.460, dan stoploss: di bawah 2.980.

3. PT H.M. Sampoerna Tbk atau HMSP

Selama saham HMSP tidak terkoreksi menembus 1.725, maka koreksi sebesar 2,5% kemarin  merupakan akhir dari wave iv dari wave (iii) dari wave [iii]. Hal ini berarti koreksi HMSP sudah cenderung terbatas dan berpeluang berbalik menguat untuk membentuk wave v dari wave (iii).

MNC merekomendasikan saham HMSP buy on weakness pada rentang 1.730-1.780. Untuk target price pada kisaran 1.900-1.970, dan stoploss di bawah 1.725.

4. PT Adaro Energy Tbk atau ADRO

Selama saham ADRO belum mampu menguat di atas 1.180 atau bahkan 1.240, maka ADRO saat ini sedang berada pada awal wave C dari wave (B), sehingga masih rentan untuk terkoreksi. Adapun koreksi saham emiten ini erdekat berada pada area 1.100 dan idealnya pada area 925. Namun level koreksi tersebut dapat dijadikan sebagai level buyback.

MNC merkomendasikan saham ADRO sell on strength (menjual saham ketika harga bergerak naik cukup signifikan dalam waktu singkat, atau jika sebuah saham sudah rally panjang) pada kisaran 1.125-1.160.

Simak Pula: Aksi Jual Cukup Gede Rp 739,71 M, IHSG Merosot 1,21%

Sebelumnya pada penutupan Senin, 27 Juli 2020, IHSG menguat 0,66% atau 33,68 di posisi 5.111,67 poin.  Aksi jual asing (net foreign sell) membuat Indeks Saham mengalami tekanan. []

Berita terkait
IHSG Naik Tipis 0,68%, Empat Saham Ini Dilego Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis, 23 Juli 2020 terkoreksi tipis 0,68% ke posisi 5.145,01 poin.
IHSG Terkoreksi Tipis 0,09%, 5 Saham Ini Dilego Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu, 22 Juli 2020 terkoreksi tipis 0,09% atau 4,52 di posisi 5.110,1 poin.
Hari Ini IHSG Berpeluang Menguat Lagi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu, 22 Juli 2020 berpeluang menguat lagi.
0
Stok Gas LPG 3 Kilogram Tersisa 6,5 Juta Tabung di Sumbar
Stok gas LPG ukuran tiga kilogram di Sumatera Barat (Sumbar) tersisa 6,5 juta tabung hingga akhir tahun 2020.