UNTUK INDONESIA
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Agam
Hujan deras memicu banjir dan longsor di sejumlah titik Kabupaten Agam.
Tim Damkar Agam melakukan pembersihan sisa material longsor di wilayah Garagahan, Kabupaten Agam. (Foto: Tagar/Rifa Yanas)

Agam - Serangkaian bencana alam kembali melanda wilayah Kabupaten Agam, Minggu, 30 Agustus 2020. Hujan deras yang mengguyur sebagian besar daerah itu memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah titik.

Kita berharap pengerjaan perbaikan drainase ini bisa cepat selesai, sehingga aliran air bisa normal kembali.

Informasi yang dihimpun Tagar, bencana banjir menggenangi sejumlah rumah dan ruas jalan di Nagari Lubuk Basung. Sementara longsor terjadi di Dusun Taratak, Jorong III, Nagari Garagahan. Material longsor menutupi badan jalan dan membuat akses lalu lintas terganggu.

Staf Pusdalops BPBD Kabupaten Agam, Lukman menyebut, banjir di Lubuk Basung merendam beberapa ruas jalan dan merusak satu unit warung dalam keadaan kosong di Jorong Surabayo, serta teras dan dam Mushala Nurul Ikhlas juga ikut roboh.

Kemudian, merendam lima unit rumah di Perumnas Batu Galeh, satu unit rumah di Simpang Tembok, SMA Muhammadiyah, Musala Shautul Bilad dan SDN 41 Sangkir.

"Juga terjadi sederetan kejadian di Nagari Garagahan seperti tanah longsor di jalan kabupaten sebanyak 4 titik tepatnya di Jorong III, yang sempat menghambat akses masyarakat. Dengan upaya yang dilakukan tim bersama masyarakat, jalan sudah dapat dilewati kembali," katanya, Senin, 31 Agustus 2020.

Selain itu, di Garagahan juga terdapat sekitar 1 hektare lahan perkebunan masyarakat yang rusak. Serta amblasnya jalan lingkung nagari sepanjang 100 meter dan tersumbatnya gorong-gorong tepatnya di Jorong IV Garagahan.

"Khusus jalan amblas, gorong-gorong tersumbat serta teras dan dam mushala Nurul Ikhlas yang roboh, untuk penanganan daruratnya BPBD sudah berkoordinasi dengan pihak DPUTR Agam," katanya.

Pj Wali Nagari Garagahan, Sefri Meli menambahkan, sejumlah material longsor di tiga lokasi kejadian sudah dilakukan pembersihan kemarin pagi. Akses jalan penghubung Kampung Chaniago ke Simaruok yang sempat putus sudah bisa dilalui, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Minggu malam, di Dusun Taratak terdapat 3 titik longsor yang menutupi badan jalan dan sudah dilakukan pengangkatan material yang menutupi jalan di tiga lokasi tersebut oleh tim BPBD Agam dan nagari. Pagi ini, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Agam kembali melakukan pembersihan sisa-sisa material di badan jalan," katanya.

Pembersihan sendiri dilakukan Damkar bersama perangkat nagari dan Bhabinkamtibmas Nagari Garagahan. Menurutnya, bekas sisa material itu masih licin dan akan sangat berbahaya jika dilalui, sehingga dilakukan penyemprotan bekas material.

Selain di tiga lokasi di Dusun Taratak, disebutkan Sefria Meli, longsor juga terjadi di sejumlah lokasi, seperti di Jorong IV, dan 8 titik di perkebunan masyarakat di Lakuak Pisang.

"Namun yang terparah di tiga lokasi di Taratak ini, hari ini kita bersama kecamatan juga akan meninjau lokasi-lokasi yang dilaporkan terjadi longsor," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto menilai terjadinya luapan air di sejumlah titik di Lubuk Basung disinyalir disebabkan makin terdesaknya bangunan mendekati drainase.

Meluapnya air, kata Martias, salah satunya diakibatkan banyaknya masyarakat yang mendirikan bangunan di atas saluran air, sehingga menyebabkan saluran air makin sempit. Selain itu, saat ini sedang dilakukan pengerjaan perbaikan sejumlah drainese oleh DPUTR Sumbar. Dengan demikian, sejumlah saluran air akan menjadi terganggu sampai pekerjaan ini selesai.

"Kita berharap pengerjaan perbaikan drainase ini bisa cepat selesai, sehingga aliran air bisa normal kembali," tuturnya.

Mengingat curah hujan yang cukup tinggi, Martias Wanto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan kemungkinan terjadinya luapan air. Pihaknya berharap masyarakat dapat melakukan normalisasi di saluran air di sekitar tempat tinggal, untuk menghindari luapan air.

"Dengan curah hujan yang masih tinggi, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan membersihkan saluran air yang memungkinkan terjadinya penyumbatan," katanya.[]

Berita terkait
3 Siswa di Agam Positif Corona
Tiga orang pelajar di Kabupaten Agam dilaporkan positif terpapar corona.
3 Wanita di Agam Diciduk Saat Pesta Sabu
Tiga orang wanita di Kabupaten Agam diciduk polisi karena kedapatan sedang berpesta sabu-sabu.
Anak Dititip Tetangga, Rumah Duda di Agam Terbakar
Satu unit rumah semi permanen hangus terbakar di Koto Marapak, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumbar.
0
Calon Pengantin Pria Kabur, Gadis Dairi Ini Batal Menikah
Kamis, 22 Oktober 2020, seyogianya dilangsungkan pemberkatan pernikahan sekaligus pesta adat Dedi Sitohang dan kekasih hatinya di Kabupaten Dairi.