UNTUK INDONESIA
Hati-hati, Modus Penipuan Baru dalam Investasi Saham
Perlu disadari bahwa peningkatan aktivitas online di masa pandemi Covid-19 juga berbanding lurus dengan peningkatan penipuan secara online
Head of Marketing IPOT dari PT Indo Premier Sekuritas, Paramita Sari. (Foto: jabarprov.go.id).

Kota Bandung - Sejumlah penelitian menunjukkan terjadi lonjakan yang signifikan aktivitas online selama pandemi Covid-19. Banyak aktivitas online yang didominasi generasi Z, disusul generasi X, generasi milenial atau generasi Y dan yang terakhir generasi baby boomers.

Namun, perlu disadari peningkatan aktivitas online ini juga berbanding lurus dengan peningkatan penipuan secara online. Mereka, para penipu, saat ini gencar melancarkan aksinya secara online, tidak terkecuali di sektor investasi saham yang saat ini sudah serba daring yang bisa juga menjadi sasaran para penipu dengan modus-modus terbarunya.

Head of Marketing IPOT dari PT Indo Premier Sekuritas, Paramita Sari, mengatakan pada umumnya sasaran utama para penipu adalah membobol akun para investor dengan mengincar username, password dan secure PIN yang sebenarnya sifatnya pribadi atau personal.

Oleh sebab itu, menurut Paramita, pihaknya selalu mengingatkan para investor untuk selalu menjaga kerahasiaan username, password, secure PIN, dan data pribadi penting lainnya. "Jangan pernah pula memberikan data-data personal ini kepada siapa pun, apalagi mentransfer sejumlah uang ke oknum-oknum penipu yang mengatasnamakan Indo Premier. Investor wajib menjaga informasi pribadi ini," katanya.

Menurut Paramita, Indo Premier tidak pernah meminta data-data personal ini untuk alasan apa pun. Jadi, jangan pernah memberikan username dan PIN kepada siapa pun, termasuk mereka yang mengaku-ngaku dari Indo Premier. "Yang kini perlu untuk diwaspadai adalah modus baru penipu melalui akun-akun medsos palsu yang mengatasnamakan Indo Premier," kata Paramita, melalui rilis, 17 Juli 2020.

Paramita menambahkan ada beberapa tips aman investasi saham agar tidak tertipu. Pertama, jangan pernah percaya pada orang-orang yang tiba-tiba menghubungi dan mengaku-ngaku pegawai resmi Indo Premier. Kedua, menghubungi langsung call center resmi dan channel daring lainnya seperti email dan medsos resmi saat mengalami kendala atau masalah dan Ketiga, melindungi kerahasiaan identitas: username, password, secure PIN, dan data pribadi penting lainnya.

"Terkait dengan akun medsos ini, pesannya, investor dan calon investor untuk bergabung dan berkonsultasi dengan akun medsos resmi Fans Page Facebook, Instagram, Twitter dan Telegram yang biasanya ditandai dengan centang biru, bukan lewat akun-akun palsu yang mengatasnamakan Indo Premier. Apalagi, akhir-akhir ini marak akun-akun palsu yang mengincar nasabah yang abai dengan hal ini," katanya (Parno/jabarprov.go.id). []

Berita terkait
Waspada Penipuan Online Penjualan Masker di Kediri
Polresta Kediri telah membentuk tim untuk mengungkap penipuan penjualan masker secara online di media sosial.
Waspada Modus Baru Penipuan Online Lewat WhatsApp
Belakangan ini banyak laporan penipuan dan pencurian uang yang dilakukan melalui akun WhatsApp.
Polda Sulsel Ungkap Penipuan Online International, Korban Tertipu Rp 650 Juta
kasus ini berawal ketika korban tertipu asal Tana Toraja melapor ke kepolisian
0
Hati-hati, Modus Penipuan Baru dalam Investasi Saham
Perlu disadari bahwa peningkatan aktivitas online di masa pandemi Covid-19 juga berbanding lurus dengan peningkatan penipuan secara online