UNTUK INDONESIA
Harga Baru Gas, 188 Perusahaan Sambut Tarif Ekonomis
Keputasan pemerintah melakukan penyesuaian harga gas bagi industri mendapat sambutan positif dari sejumlah pelaku usaha
Karyawan PGN (Foto: pgn.co.id)

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menetapkan harga gas industri menjadi US$ 6 per million metric british thermal unit (MMBTU) guna meningkatkan produktivitas serta daya saing sektor manufaktur nasional,

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kebijakan tersebut merupakan upaya lanjutan dari pemerintah untuk mendorong sektor strategis berkontribusi maksimal bagi pendapatan domestik bruto (PDB).

“Kami berharap kebijakan harga gas US$ 6 per MMBTU ini dapat mengurangi beban industri manufaktur, khususnya di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2020.

Melalui implementasi ini, Agus menyebut bakal ada penambahan sektor usaha yang bisa menikmati tarif baru gas. Jika sebelumnya hanya diberikan kepada delapan perusahaan dari tiga sektor, yaitu industri pupuk, petrokimia dan baja maka aturan terbaru akan mencakup 188 perusahaan dari tujuh tujuh sektor.

“Sektornya juga diperluas menjadi industri pupuk, petrokimia, baja, keramik, kaca, sarung tangan karet, dan oleokimia,” tuturnya.

Adapun dasar hukum penyesuaian harga gas terbaru sebenarnya telah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016. Beleid ini kemudian menjadi arahan khusus Presiden Joko Widodo untuk dilaksanakan sesuai hasil rapat terbatas kabinet pada 6 Januari 2020 lalu.

Kami berterima kasih kepada pemerintah, sebab penghematan biaya gas melalui kebijakan baru ini cukup signifikan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat menyambut baik kebijakan penetapan harga gas bagi sektor industri. Menurut dia, dengan harga gas yang kompetitif, industri pupuk dapat semakin berdaya saing, efisien dan lebih berkembang lagi.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah, sebab penghematan biaya gas melalui kebijakan baru ini cukup signifikan. Efisiensi ini tentunya dapat membantu industri kami untuk terus berkontribusi bagi pembangunan dan menjaga program ketahanan pangan," ucap dia.

Sebagai informasi, Perusahaan Gas Negara (PGN) menjadi menyalurkan utama gas kepada enam sektor industri tertentu, mencakup industri kaca, industri keramik, industri baja, industri oleokimia, industri petrokimia, dan industri sarung tangan karet. Sedangkan untuk sektor pupuk pelaku usaha berkomitmen langsung dengan produsen. []

Baca juga:

Berita terkait
Harga Gas Industri Turun, Angin Segar Manufaktur
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini pemberlakuan harga gas industri di level 6 dolar AS MMBTU dongkrak industri dalam negeri.
Penyebab Harga Saham PT Perusahaan Gas Negara Anjlok
Sebelum Anda membeli saham PGAS atau PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang terkesan murah, sebaiknya cermati dulu analisa berikut ini
Covid-19, Pertamina Tetap Prioritaskan Proyek Kilang
PT Pertamina (Persero) memilih melanjutkan proyek pembangunan kilang meski kinerja operasional dan keuangan perusahaan terimbas pandemi Covid-19.
0
Teten Masduki: Cipta Kerja Konsolidasikan Data Tunggal KUMKM
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, UU Cipta Kerja membuka ruang bagi pemerintah untuk mengkonsolidasikan data tunggal koperasi dan UMKM.