UNTUK INDONESIA
Hacker Curi Data Saat Virus Corona Merebak, Kok Bisa?
Para peretas atau hacker menggunakan celah trending virus corona untuk meluncurkan virus digital, mengeksplorasi data pribadi pengguna internet.
Ilustrasi - Hacker. (Foto: Pixabay/TheDigitalWay)

Jakarta - Virus corona menjadi trending topic pada beberapa platform media sosial populer, seperti Facebook dan Twitter. Virus mematikan berasal dari Wuhan, China, itu kemudian bertransformasi di kehidupan sosial menjadi kepanikan massal. Celah inilah yang kemudian digunakan para peratas (hacker) kriminal untuk meluncurkan virus digital yang mengeksplorasi data pribadi pengguna internet.

Biasanya, para hacker akan mengirimkan tautan link tertentu kepada pengguna aplikasi digital yang sebenarnya merupakan pembocoran data pribadi yang sensitif. Beberapa tautan yang kelihatannya tidak berbahaya sebenarnya merupakan virus Trojan atau virus berbahaya lainnya. Umumnya, peretas memakai software Emotet untuk mencuri data korban.

“Setelah masa liburan singkat akhir tahun, Emotet telah banyak merebak pada surat elektronik atau email,” ujar kepala intelegensi sebuah perusahaan teknologi seperti dilansir Business Insider India, Jumat, 31 Januari 2020.

Merebaknya virus ini pertama kali terdeteksi oleh Penanggulangan Ancaman Intelegensi IBM. Berdasarkan hasil investigasinya, Emotet menargetkan para korban virus corana yang dinilai telah terpapar atau ada potensi untuk terkena paparan.

Dalam beberapa kasus, peretas biasanya mengirimkan email yang seolah-olah berasal dari instansi kesehatan resmi. Dalam surel itu, disisipkan sebuah dokumen Microsoft Word yang nampak tidak ada perbedaan dari dokumen normal.

Setelah masa liburan singkat akhir tahun, Emotet telah banyak merebak pada surat elektronik atau email.

Akan tetapi, dokumen tersebut sebenarnya telah disisipi sebuah ‘umpan’ yang mengarahkan pengguna untuk membukanya. Setelah itu, akan nampak tambahan informasi tentang corona virus yang memancing keingintahuan pengguna. Padahal, secara tidak disadari pengguna tersebut telah melakukan penginstalan virus Emotet pada perangkat mereka. Dan bisa ditebak, Emotet kemudian menjarah data finansial, akun perbankan, dan juga informasi pribadi lainnya.

Dalam penelurusannya, IBM menemukan fakta bahwa Emotet tidak hanya bisa dibawa melalui Microsoft Word jasa, tetapi juga dokumen lain dalam mencari mangsa. Kemudian, salah satu perusahaan penangkal virus digital terkemuka, Kaspersky, menyebut bahwa virus komputer itu dapat menyebar melalui file MP4.

“Sejauh ini kami telah melihat 10 jenis file unik, tetapi dengan penggunaan media yang populer maka kami melihat ini masih akan berkembang,” ucap Analis Virus Kaspersky Anton Ivanov.

Lalu bagaimana terhindar dari upaya pencurian data ini? Sebagai langkah antisipasi, sebaiknya tidak mengklik link yang tidak cukup familiar. Ini adalah usaha paling efektif yang bisa dilakukan. Dan, apabila Anda benar-benar ingin mengetahui tentang virus corona sebaiknya gunakan laman mesin pencari Google.

Kemudian, tingkatkan kewaspadaan serta sikap skeptis terhadap perolehan link baru, meskipun itu didapat dari teman ataupun saudara. Sebab, bisa saja pengirim link tersebut tidak menyadari bahwa tindakan kriminal telah menimpa dirinya.

“Sangat disayangkan, pencurian data ini mengeksploitasi ketakutan dan kepanikan global untuk tindakan kriminal,” tutur Anton Ivanov.

Di Indonesia sendiri, belum ada kasus besar yang mencuat atas peretasan akun finansal oleh virus Emotet. Akan tetapi, baru-baru ini publik dihebohkan pembobolan sebuah akun perbankan melalui pergantian sim card seluler yang menimpa Ilham Bintang. Modusnya adalah peretas menduplikasikan nomor seluler korban dan melakukan pengunduhan sebuah aplikasi perbankan yang sama dengan Ilham.

Pelaku kemudian melakukan aktivasi dan login sebuah bank seolah-olah dialah pemilik sah akun/nasabah tersebut. Sebab, hanya dibutuhkan informasi sederhana, seperti nama lengkap, nomor rekening dan password untuk bisa mengakses semua transaksi perbankan dalam sebuah gawai.

Terkhusus password, pelaku ditengarai melakukan reset kata sandi dengan meminta pengiriman tautan pembaharuan yang ditujukan melalui nomor telepon terdaftar. Sementara nomor telepon tersebut telah ada di tangan peretas. Atas kejadian itu, Ilham Bintang menderita kerugian sebesar Rp 385 juta akibat uangnya habis dikuras si pembobol akun. []

Baca juga:

Berita terkait
Instagram Robert Downey Jr Dibajak Hacker
Akun Instagram milik Aktor Hollywood Robert Downey Jr dibajak hacker pada Jumat, 6 September 2019. Dia mengimbau fan untuk menjauh sementara.
Sering Kritisi HTI, Denny Siregar Jadi Sasaran Hacker
Sering kritisi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), aktivis media sosial Denny Siregar jadi sasaran hacker, Website kena hacked oleh Saracen Cyber Team
Ternyata Kamera CCTV Rentan Dijadikan Mata Hacker, Ini Alasannya
Menurut penelitian, dengan kerentanannya memungkinkan penyerang mendapatkan akses jarak jauh terhadap rekaman video dan audio dari kamera pengawas.
0
Tanggal Lahir Samaan dengan Jokowi, Neno Warisman: Apes
Neno Warisman menjawab singkat saat ditanyai Politisi Gerindra Fadli Zon, karena Neno dan Presiden Jokowi ulang tahunnya samaan tanggal 21 Juni.