UNTUK INDONESIA

Gubernur DKI Anies Baswedan Umumkan Positif Terjangkit Corona

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa dirinya positif terjangkit virus corona jenis baru atau Covid-19.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa dirinya positif terjangkit virus corona jenis baru atau Covid-19. (foto: YouTube Anies Baswedan).

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa dirinya positif terjangkit virus corona jenis baru atau Covid-19. Hal itu diketahui setelah Anies menjalani tes usap (swab) pcr yang hasilnya keluar pada Selasa dini hari, 1 Desember 2020.

Anies yang terserang corona, mengumumkan kondisi terkininya melalui kanal YouTube Anies Baswedan, seperti dilihat Tagar di Jakartapada Selasa, 1 Desember 2020.

Baca juga:  Rizieq Shihab Kabur dari RS, PSI: Keahlian Anies Adalah Lepas Tangan

Berikut pengumuman resmi dari Gubernur Anies Baswedan:

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Ibu dan bapak warga Jakarta yang saya cintai, pagi hari ini saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan saya. Seperti telah diketahui bapak wakil gubernur (Wagub) beberapa hari yang lalu beliau terdeteksi positif dan teridentifikasi tertular dari staf pribadi yang tertular melalui klaster keluarga. 

Walaupun saya secara rutin melakukan swab tes terakhir itu dilakukan hari Rabu tanggal 25 November yang hasilnya negatif, tapi setelah mendengar kabar bahwa Pak Wagub positif, sementara kita ada interaksi yang cukup dekat, maka sesuai dengan protokol kesehatan saya kembali melakukan tes pada hari Minggu tanggal 29 November 2020. Saya mulai dengan menjalani swab antigen karena beberapa hari sebelumnya kita ketemu tadi dan hasilnya negatif.

Lalu, hari Senin, tanggal 30 November 2020 saya kembali menjalani swab pcr sebagai konfirmasi atas hasil antigen hari sebelumnya dan ternyata malamnya, dini hari saya mendapatkan kabar kalau hasilnya positif. Hasil tes PCR menyatakan bahwa saya positif Covid-19.

Saya memilih untuk mengumumkan pada kesempatan pertama pagi hari ini sebagaimana kita selalu melakukan dalam penanganan Covid-19 sejak bulan Maret yang lalu, kita selalu sampaikan apa adanya, transparan, tidak ditambah, tidak dikurangi, dan diberikan secara lengkap. Menyangkut kebijakan kita terbuka, kita transparan. Begitu juga ketika menyangkut situasi yang saya hadapi pada hari ini.

Saya menyampaikan ini agar semua orang yang berinteraksi dengan saya selama beberapa hari terakhir ini bisa langsung melakukan langkah yang dibutuhkan, seperti isolasi mandiri atau tes usap pcr.

Bagi siapapun yang pernah bertemu saya dalam beberapa hari ini silakan langsung hubungi Puskesmas terdekat untuk menjalani tes usap dan tim tracing dari Dinkes juga akan mendata, akan dicatat semua, akan dihubungi semua kontak erat dan seluruh prosedur terkait akan dijalankan.

Saat ini kondisi saya alhamdulillah baik, alhamdulillah tidak ada gejala, dan setelah konsultasi dengan dokter dan sesuai dengan arahannya, saya akan menjalani isolasi mandiri dan mengikuti prosedur pengobatan yang ditetapkan oleh tim medis.

Isolasi mandiri yang akan saya lakukan akan dilakukan di rumah dinas di mana saya akan tinggal sendiri. Sementara keluarga akan tetap tinggal di rumah pribadi yang memang selama ini kita tempati.

Saya akan tetap bekerja dari rumah, bekerja secara virtual memimpin rapat-rapat secara virtual, dan memang sejak bulan Maret yang lalu kita sudah terbiasa bekerja secara virtual dan insya allah tidak akan ada gangguan di dalam proses pengambilan keputusan dan juga dalam proses pemerintahan.

Baca juga: Tunda Panggil Rizieq Shihab, Buka Dialog atau Covid Meroket?

Dan sesuai dengan protokol juga sesuai aturan yang kita tetapkan unit kantor gubernur akan ditutup, seperti juga unit kantor Wagub sudah ditutup. Kantor gubernur dan kantor wakil gubernur ini terpisah dari gedung utama Balai Kota, gedung utama tentang tempat seluruh staf bekerja. Karena itu, gedung utama Balai Kota DKI tetap beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat supaya proses pemerintahan tetap berjalan dengan baik.

Dan kepada seluruh warga saya mohon doanya, doakan kami agar bisa cepat pulih, agar bisa kembali bekerja penuh di Balai Kota.

Saya ingatkan lagi pada semua bahwa Covid-19 ini masih ada dan bisa menghampiri siapa saja. Mari kita lebih disiplin menggunakan masker, mari kita mencuci tangan secara rutin, mari kita menjaga jarak, ikhtiar itu harus dilakukan untuk kita sama-sama menjaga dari risiko penularan. 

Semoga Allah SWT merahmati kota Jakarta dan melindungi kita semua, terima kasih. 

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. []

Berita terkait
How Democracies Die, Presiden Pembunuh Demokrasi atau Anies?
How Democracies Die yang dibaca Gubernur Anies Baswedan mengungkap demokrasi mati secara perlahan di tangan pejabat terpilih atau bahkan presiden.
Habis Singgung Anies Baswedan, Firli Bahuri Klarifikasi Ucapan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri klarifikasi ucapan usai menyinggung Gubernur Anies Baswedan baca buku How Democracies Dies.
Anies Baca How Democracies Die, Ariza: Tak Usah Ditafsirkan Berlebih
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) minta masyarakat tidak menafsirkan berlebih saat Gubernur Anies Baswedan baca buku How Democracies Die
0
Ferdinand Hutahaean Sebut Wishnutama Pemikirannya Kosong
Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut Wishnutama Kusubandio sebagai seorang Menteri memiliki pemikiran yang kosong.