Jakarta - Manchester City Josep 'Pep' Guardiola terpilih sebagai manajer terbaik 2019. Guardiola menjadi Manager of the Season pilihan Asosiasi Manajer Liga (LMA/League Manager Association) atas keberhasilannya membawa City meraih berbagai trofi, khususnya Liga Premier Inggris. 

LMA merupakan asosiasi yang anggotanya para manajer klub Liga Premier Inggris. Mereka rutin memilih yang terbaik setiap akhir musim. Guardiola menyisihkan pesaingnya dalam perebutan trofi liga, Jurgen Klopp (Liverpool), Nuno Espirito Santo (Wolverhampton Wanderers),dan Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur). 

Masuknya Santo sebagai salah satu kandidat kuat tidak terlepas dari keberhasilannya memoles Wolves. Musim ini, Wolves menjadi tim yang paling sering mengalahkan tim-tim papan atas. 

"Sebuah kehormatan bagi saya menerima penghargaan ini. Saya ingin berbagi dengan pemain saya karena mereka adalah artis atas semuanya," kata Guardiola

"Saya juga ingin berbagi kepada semua staf karena kami bersama-sama menghadapi semua manajer terbaik di Liga Premier, khususnya Klopp yang menjadi pesaing berat kami sampai akhir liga," jawabnya. 

Terpilihnya pria asal Katalan ini tidak terlepas dari prestasi yang ditorehkannya di musim ini. Eks pelatih Barcelona ini sukses membawa The Citizens memenangi Liga Premier dan Piala Liga. City juga berpeluang meraih treble domestik bila merebut Piala FA. Di final, akhir pekan ini, mereka akan menghadapi Watford di Wembley. 

Di kompetisi Liga Premier, City bersaing ketat dengan Liverpool sampai laga terakhir. Di laga pamungkas yang menjadi penentuan, City mengalahkan Brighton & Hove Albion 4-1. Sedangkan Liverpool menang 2-0 atas Wolves. 

"Saya senang berkompetisi dengan mereka. Kami bersaing melakukan pekerjaan besar dan bertarung untuk memenangkan pertandingan dan meraih gelar juara," kata Guardiola. 

Guardiola terpilih sebagai yang terbaik untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Dia menjadi manajer ketiga yang bisa melakukannya setelah Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho. []

Baca juga: