UNTUK INDONESIA
Google Diselidiki Uni Eropa Soal Pengumpulan Data
Komisi Eropa saat ini tengah memeriksa bagaimana Google menggunakan dan melakukan monetasi data.
Logo Google. (Foto: Antara/Reuters)

Jakarta - Otoritas anti monopoli Uni Eropa sedang menyelidiki pengumpulan data yang dilakukan Google. Komisi Eropa saat ini tengah memeriksa bagaimana Google menggunakan dan melakukan monetasi data. Demikian dilansir Reuters, Minggu (1/12/2019), dikutip dari Antara, Senin, 2 Desember 2019.

Eksekutif Uni Eropa menjelaskan sedang mencari informasi tentang bagaimana dan mengapa Google mengumpulkan data. 

“Komisi telah mengirimkan kuesioner sebagai bagian dari investigasi awal dalam praktik Google terkait dengan pengumpulan dan penggunaan data. Penyelidikan awal sedang berlangsung,” ujar regulator Uni Eropa dalam sebuah kiriman surat elektronik (email). 

Dokumen yang dipantau Reuters menunjukkan fokus Uni Eropa ada pada data yang terkait dengan layanan pencarian, iklan online, layanan penargetan iklan online, layanan login, browser web, dan sebagainya.

Komisioner bidang Persaingan Bisnis Komisi Eropa, Margrethe Vestager, telah menjatuhkan denda lebih dari 8 miliar euro kepada Google dalam dua tahun terakhir, dan memerintahkan untuk mengubah praktik bisnis.

Google mengatakan menggunakan data untuk meningkatkan layanannya, dan pengguna dapat mengelola, menghapus, dan mentransfer data mereka kapan saja. []

Berita terkait
Ani Idrus, Tokoh Pers Dedikatif di Google Doodle
Laman pencarian daring Google, memberi penghormatan kepada sosok Ani Idrus yang memperingati ulang tahun ke-101 pada hari ini, 25 November 2019.
Google Shopping, Beranda Cerdas Belanja Online
Perusahaan raksasa teknologi Google, meluncurkan beranda Google Shopping atau Google Belanja untuk memudahkan belanja online di Indonesia.
Google Merayakan Hari Internet Sedunia
Google berharap internet dapat memberikan makna positif terhadap peradaban dunia.
0
Pengangguran DKI, PDIP: OK OCE Sandiaga Omong Kosong
Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menganggap program OK OCE Sandiaga Uno adalah omong kosong.