UNTUK INDONESIA
Gojek Siap Akuisisi 5 Persen Saham Blue Bird
Perusahaan rintisan teknologi, Gojek, siap mengakuisisi 5 persen saham milik PT Blue Bird Tbk dengan nilai sekitar Rp 420 miliar.
Logo Gojek Indonesia (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Jakarta - Perusahaan rintisan berbasis teknologi asal Indonesia, Gojek, siap mengakuisisi 5 persen saham milik PT Blue Bird Tbk dengan nilai sekitar Rp 420 miliar. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi dan layanan daring lainnya itu sebelumnya juga menjalin kerjasama dengan armada taksi milik Blue Bird Group.

Dilansir Bloomberg, Rabu, 18 Desember 2019, angka transaksi sebesar Rp 420 miliar itu lebih dari 20 persen di atas penutupan saham Blue Bird beberapa hari belakangan ini -berada di level Rp 2.750 per lot-.

Dengan kata lain, Gojek menghargai perusahaan berlogo burung biru itu sekitar Rp. 8,4 triliun. Saham Blue Bird sendiri naik sebanyak 5,1 persen. Saham menguat sebanyak 29 persen selama dua hari perdagangan terakhir pekan lalu.

Adapun alasan menjalin kemitraan antar dua perusahaan transportasi Indonesia ini untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dari pesaingnya, Grab, sebuah perusahaan transportasi yang berbasis di Singapura.

Apabila kesepakatan ini tercapai, kemungkinan besar Gojek akan mengincar taksi listrik yang saat ini tengah dikembangkan oleh Blue Bird. Pasalnya, belum lama ini Grab sudah meluncurkan kendaraan listrik, baik mobil maupun motor untuk dijadikan armada transportasi oleh mitranya.

Blue BirdIlustrasi armada taksi Blue Bird. (Foto: Instagram/bluebirdgroup/tagged)

Analis RHB Sekuritas Indonesia, Jessica Pratiwi, mengatakan akuisisi ini harus memberikan sinergi lebih lanjut bagi kedua perusahaan itu. "Pemesanan melalui Gojek saat ini mencakup sekitar 20 persen dari pemesanan taksi reguler Blue Bird," kata Jessica.

Pembelian saham Blue Bird oleh Gojek sudah terdengar desas-desusnya sejak Juli, 2019 lalu. Saat itu Gojek dikabarkan akan membeli saham Blue Bird sebesar 20 persen dan menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat investasi, kemudian berencana mengubah nama Go-Jek menjadi Go-Bird. Namun baik pihak Gojek dan Blue Bird membantah kabar tersebut.

Rencana akuisisi ini merupakan salah satu investasi terbaru untuk Gojek. Dengan demikian akan memperkokoh posisi Gojek sebagai perusahaan startup dengan valuasi di atas US$ 10 miliar atau menyandang decacorn.

Perusahaan aplikasi penyedia transportasi dan berbagai layanan ini berharga Rp 140 triliun, karena ia berkembang di berbagai bidang seperti pengiriman makanan dan pembayaran digital. []

Berita terkait
Mobil Hongqi L5 Asal China Siap Saingi Rolls-Royce
Pabrik mobil asal China, Hongqi, baru saja memperkenalkan sedan premium bergaya retro L5. Mobil ini diprediksi bakal menyaingi Rolls-Royce.
Alasan 547 Ribu Ford Super Duty Ditarik dari Pasaran
Ford Motor Company resmi menarik (recall) sebanyak 547.538 unit Ford Super Duty dari pasaran pada Sabtu, 14 Desember 2019.
Tanda Tangan Elektronik Beri Jaminan Transaksi Aman
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan Tanda Tangan Elektronik untuk menjamin keaslian dokumen dan transaksi elektronik.
0
Tes Swab Anggota DPRD Sumut Ini Negatif Covid-19
Anggota DPRD Sumatera Utara, Ebenejer Sitorus, menjadi pasien suspek Covid-19.