GMKI Minta Polri Usut Kasus Rasisme Terhadap Natalius Pigai

GMKI mengecam keras isu rasisme yang dilakukan politikus Partai Hanura Ambrosius Nababan terhadap mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.
Natalius Pigai. (Foto: Instagram/nataliuspigai/tagged)

Jakarta - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengecam keras isu rasisme yang dilakukan politikus Partai Hanura Ambroncius Nababan terhadap mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. GMKI meminta polisi mengusut kasus ini agar tidak berkembang dan menimbulkan kegaduhan.

Hal ini disampaikan Ketua Umum GMKI Jefri Gultom, Senin, 25 Januari 2021. Menurut Jefri, tak ada tempat untuk rasisme di dunia ini, termasuk di Indonesia. "Rasisme adalah musuh bersama untuk semua manusia di dunia ini. Tidak boleh ada orang yang direndahkan karena warna kulitnya, sukunya, atau agamanya. Semua manusia setara," katanya.

Ia menambahkan dalam politik setiap orang bisa berbeda pendapat, saling berseberangan, namun tak boleh merendahkan lawan politik dengan unsur SARA atau rasisme.

Natalius PigaiCuitan Ambrosius Nababan di media sosial. (Foto: Tagar/Ist)

"Segala tindak merendahkan harkat martabat setiap individu harus ditindak. Karena setiap manusia pada prinsipnya sama. Negara harus hadir untuk memastikan tidak ada lagi kasus rasisme karena perbuatan tersebut melukai nilai kemanusiaan dan menimbulkan perpecahan yang bisa menjadi masalah serius bagi negara," ucap Jefri.

Apalagi, kata Jefri, Indonesia sudah mempunyai UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. "Pada pasal 16 UU tersebut disampaikan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan rasa benci berdasarkan diskriminasi ras dan etnis terancam hukuman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda Rp 500 juta," katanya.

Jefri GultomKetua Umum PP GMKI Jefri Gultom. (Foto: Tagar/Ist)

"Oleh karena itu, GMKI mendesak Polri harus segera bertindak untuk mengusut kasus yang menimpa saudara Natalius Pigai. Tidak boleh ada pandang bulu dalam setiap tindakan hukum," ujar Jefri.

Seperti diketahui, sikap rasisme yang dilakukan politisi Partai Hanura Ambroncius Nababan terhadap eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendapat kecaman dari berbagai kalangan.

Ambroncius lewat akun media sosial menuliskan bahwa vaksin sinovac itu dibuat untuk manusia, bukan untuk gorila apalagi kadal gurun.

"Karena menurut UU gorila dan kadal gurun tidak perlu divaksin. Paham?" demikian bagian kutipan tulisan Ambroncius yang pernah menjadi caleg Hanura pada Pileg 2019 dengan daerah pemilihan Papua tersebut. Tulisan Ambroncius disertai dengan foto Natalius Pigai. []


Berita terkait
GMKI Desak Pemerintah Setop Pembangunan Potensi Rusak Lingkungan
Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat mengkaji ulang tata lingkungan.
Momen Pra Pleno Mengingat Kembali Nilai dan Identitas GMKI
Kegiatan pra-pleno Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang diisi oleh beberapa tokoh pergerakan.
GMKI Ikuti Asia Pacific Leadership Conference
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ikuti kegiatan Asia Pacific Leadership Conference.
0
Pimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila, Jokowi Pakai Pakaian Adat Kalsel
Presiden Jokowi memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Selasa 1 Juni 2021 dengan mengenakan pakaian adat dari Tanah Bumbu Kalsel.