UNTUK INDONESIA
Gibran Bisa Kalah Jika Blunder Seperti Ahok
Wasisto mengatakan Gibran Rakabuming Raka akan mengalami kekalahan jika mengikuti jejak Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2017.
Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 17 Juli 2020. Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang. (Foto: Antara/Mohammad Ayudha)

Jakarta - Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati menyebut putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka akan terjegal dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Solo apabila melakukan blunder seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Musababnya, Wasisto menilai Gibran telah berpeluang besar merebut kursi nomor satu di Kota Solo tersebut. Kata dia, lawan Gibran nanti hanyalah dirinya sendiri.

Bagaimanapun rekomendasi yang diperoleh Gibran menuai polemik, bahkan mundurnya calon kuat PDIP Purnomo

"Namun hal itu bisa saja berkebalikan kalau seandainya Gibran itu melakukan blunder politik," ujar Wasisto dihubungi Tagar, Sabtu, 18 Juli 2020.

Wasisto menuturkan, saat masa kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu, Ahok mengalami kekeliruan interpretasi soal ayat Al Quran yang kemudian memicu gelombang protes berjilid-jilid. Menurutnya, Gibran tak perlu bertindak ofensif seperti Ahok dahulu.

"Saya pikir kalau Gibran dengan kondisi sekarang, itu elektabilitasnya tinggi, tanpa harus bersikap ofensif," ucapnya.

Senada dengan Wasisto, pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai potensi kekalahan Gibran tetap ada. Namun, membaca peta dukungan saat ini, tetap lebih besar potensi kemenangannya.

"Saat ini, Gibran dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terutama, perlu menguatkan simpul suara. Bagaimanapun rekomendasi yang diperoleh Gibran menuai polemik, bahkan mundurnya calon kuat PDIP Purnomo, juga terkait dengan proses upaya Gibran dan Jokowi untuk mendapatkan restu PDIP," kata Dedi kepada Tagar, Sabtu, 18 Juli 2020.

Dia berpendapat, anggapan Jokowi melanggengkan kekuasaan hingga ke anaknya tentu akan mendapat reaksi tersendiri dari masyarakat.

"Terutama mereka yang idealis dan menolak politik dinasti," ucap Dedi.

Diketahui, PDIP akhirnya resmi mendukung putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2020 Kota Solo.

Hal itu tertuang di surat rekomendasi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dalam kontestasi Pilkada tersebut, Gibran akan didampingi Teguh Prakosa.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo pun menyatakan akan total mendukung pasangan tersebut.

"Rekomendasi yang sudah diberikan kepada Mas Gibran dan Pak Teguh, hukumnya wajib mulai dari pengurus DPC sampai dengan pengurus anak ranting, pengurus badan, departemen sayap partai dan kader serta anggota PDIP wajib melaksanakan rekomendasi ini untuk memenangkan proses Pilkada pada tanggal 9 Desember nanti," kata Rudy dalam konferensi pers di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Jumat, 17 Juli 2020. []

Berita terkait
FX Rudy dan Gibran Yakin Menang 61% di Pilkada Solo
Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo dan bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bisa menang di Pilkada 2020 dengan 61% suara.
Merugi, Kampung Halaman Ahok Gugat UU Minerba
Bangka Belitung merasa dirugikan dengan UU Minarba selain tak pernah dilibatkan dalam pembuatannya.
PKB Nilai Erick Thohir Lebih Mumpuni dari Ahok
Erick Thohir dinilai lebih jago secara kedewasaan kepemimpinan sebagai Menteri BUMN daripada Ahok.
0
Gus Menteri Ajak Santri Perkokoh Tradisi Pesantren
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar meminta seluruh santri memegang kokoh tradisi pesantren. Sebab, ini adalah budaya yang hanya ada di Indonesia.