Gempa Halmahera, Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Warga di Halmahera Selatan, berhamburan ke luar rumah menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan 5,1 magnitudo menguncang wilayah tersebut.
Peta titik gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rabu, 18 September 2019.(Foto: BMKG)

Ternate - Warga di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rabu 18 September 2019, berhamburan ke luar rumah menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan 5,1 magnitudo menguncang wilayah tersebut pukul 12.58 WIT.

Hingga kini sebagian warga masih memilih bertahan di luar rumah, meskipun tak ada lagi gempa susulan.

Kepala Kantor Basarnas Ternate, Muhamad Arafah menyatakan, saat gempa terjadi, warga berhamburan ke luar rumah karena panik dengan guncangan begitu keras.

"Sebagian warga sudah kembali ke rumah mereka. Namun warga yang masih panik, lebih memilih bertahan di halaman rumah," kata Arafah, Rabu 18 September 2019.

Dia mengatakan, hingga kini belum ada laporan kerusakan terkait dengan gempa tersebut setelah berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan.

"Belum ada laporan kerusakan yang dtimbulkan oleh gempa tersebut. Hanya saja, pihak BPBD setempat masih terus melakukan pemantauan di sejumlah kecamatan terkait kerusakan yang ditimbulkan dari guncangan gempa," jelasnya.

Arafat mengatakan, situasi di Halmahera Selatan sudah benar-benar kondusif meskipun sebagian warga masih memilih bertahan di halaman rumah. Aktivitas warga sudah kembali normal.

Gempa bumi tektonik disebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=4,8. episenternya terletak pada koordinat 0.57 LS dan 127.98 BT.

"Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 54 Km arah Timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara pada kedalaman 10 Km," ungkapnya.

Jenis dan mekanisme gempa bumi, kata Rahmat, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, merupakan jenis gempa bumi dangkal.

Hal tersebut diakibatkan aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip).

Warga juga diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.[]

Berita terkait
Gempa Tektonik 5,1 Magnitudo Guncang Halmahera Selatan
Gempa bumi tektronik berkekuatan 5,1 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara,
Gempa 6,2 Magnitudo Guncang Maluku Utara
Gempa tektonik berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang wilayah Pulau Obi dan Labuha, Maluku Utara.
Rentan Diterpa Gempa Tsunami, Sumbar Berbenah
Rawan diterpa gempa dan tsunami BPBD Sumatera Barat siap berbenah dan berupaya memitigasi bencana dengan gencar melakukan sosialisasi.
0
Menteri Trenggono: Keramba Jaring Apung Danau Maninjau Perlu Dibenahi
Kunjungi Danau Maninjau, Menteri Trenggono Tegaskan Penataan Keramba Jaring Apung KJA Harus Berorientasi pada Kesejahteraan Masyarakat Perikanan.