Gedung Putih Siapkan Sistem Perjalanan Internasional Covid-19

AS kembangkan “sistem perjalanan internasional” yang baru di mana didalamnya termasuk upaya pemberlakuan contact tracing (pelacakan kontak)
Koordinator Gedung Putih urusan Covid-19, Jeff Zients, lepas maskernya saat bersiap untuk berbicara dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih, 3 April 2021, di Washington, AS (Foto: voaindonesia.com - AP/Patrick Semansky)

Jakarta – Amerika Serikat (AS) tengah mengembangkan “sistem perjalanan internasional” yang baru di mana didalamnya termasuk upaya pemberlakuan contact tracing (pelacakan kontak). Sistem tersebut akan diberlakukan ketika Amerika mulai membuka kembali negaranya untuk para pendatang, demikian disampaikan oleh seorang pejabat senior Gedung Putih, pada Rabu, 15 September 2021.

Jeff Zients, yang merupakan koordinator dari Gedung Putih untuk urusan Covid-19, mengatakan kepada Dewan Penasihat Perjalanan dan Turisme AS bahwa pemerintah tidak akan segera menghapus pembatasan perjalanan, mengingat situasi kasus Covid-19 yang ditimbulkan oleh varian Delta di Amerika dan seluruh dunia.

Reuters pertama melaporkan pada awal Agustus bahwa Gedung Putih sedang mengembangkan persyaratan masuk vaksin yang berlaku untuk hampir semua pengunjung asing. Sebelumnya Gedung Putih sudah memberi konfirmasi, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mensyaratkan vaksinasi bagi pengunjung asing.

“Rakyat Amerika harus bisa mempercayai sistem perjalanan internasional yang baru itu lebih aman walaupun nantinya kita akan mengijinkan lebih banyak orang masuk (ke Amerika),” kata Zients. Ia mengingatkan bahwa aturan baru tersebut nantinya akan menggantikan aturan perjalanan yang telah berlaku sebelumnya.

“Kami sedang mempertimbangkan persyaratan vaksinasi untuk semua warga asing yang melakukan perjalanan ke AS,” kata Zients.

Beberapa perwakilan dari pihak Industri di Amerika Serikat sempat mengungkapkan kekhawatirannya tentang kemungkinan bahwa pihak pemerintahan Presiden Joe Biden tidak akan membuka travel restriction (pembatasan perjalan) hingga 2022.

Kebijakan pembatasan perjalanan di AS pertama kali diberlakukan untuk China pada Januari 2020. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menghindari penyebaran Covid-19. Sejumlah negara telah dimasukan ke dalam daftar pembatasan perjalanan tersebut, termasuk India yang baru saja dimasukan ke dalam daftar pada bulan Mei 2021 lalu.

Pemerintah sendiri mengatakan bahwa mereka ingin menghapus kebijakan pembatasan perjalanan tersebut "sesegera mungkin". (jm/mg/rs)/Reuters/voaindonesia.com. []

Amerika Izinkan Warga Lakukan Perjalanan Tanpa Uji Covid-19

Amerika Longgarkan Peringatan Perjalanan Terkait Covid-19

Amerika Dihapus Dari Daftar Perjalanan Aman di Uni Eropa

Kepala CDC Amerika Ingatkan Perjalanan Meningkatkan Pandemi

Berita terkait
Tingkat Perjalanan di AS Pulih Seperti Sebelum Pandemi Covid-19
Untuk merayakan liburan Hari Kemerdekaan 4 Juli perjalanan di AS akan melibatkan jumlah yang besar seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19
0
Gedung Putih Siapkan Sistem Perjalanan Internasional Covid-19
AS kembangkan “sistem perjalanan internasional” yang baru di mana didalamnya termasuk upaya pemberlakuan contact tracing (pelacakan kontak)