UNTUK INDONESIA

Amerika Izinkan Warga Lakukan Perjalanan Tanpa Uji Covid-19

CDC Amerika izinkan warga yang sudah divaksin untuk lakukan perjalanan tanpa uji Covid-19 dan empat kelonggaran lain
Wisatawan yang memakai masker pelindung wajah untuk mencegah penyebaran COVID-19 di bandara di Denver, Colorado, AS, 24 November 2020 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Kevin Mohatt)

Jakarta – Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC-Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat (AS) hari Jumat, 2 April 2021, memperbarui pedoman bagi warga AS yang sudah divaksin.

CDC mengatakan warga yang sudah divaksinasi lengkap dapat melakukan perjalanan di dalam Amerika tanpa perlu diuji medis atau menjalani karantina setelah perjalanan itu.

Sebelumnya CDC memperingatkan warga agar tidak melakukan perjalanan yang tidak perlu, bahkan untuk mereka yang sudah divaksinasi sekali pun; tetapi mengatakan bahwa pihaknya akan memperbarui panduannya ketika sudah semakin banyak orang yang divaksinasi dan adanya bukti tentang perlindungan yang diberikan vaksinasi itu.

antrean vaksin asAntrean warga AS untuk vaksinasi Covid-19 di luar stadion Yankee di kawasan Bronx, New York, 5 Februari 2021 (Foto: Dok/voaindonesia.com/Reuters)

Menurut CDC hampir 100 juta orang di Amerika – atau sekitar 30 persen dari populasi – telah divaksinasi setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Seseorang dianggap telah divaksinasi penuh setelah menerima dua dosis vaksin.

Orang yang belum divaksinasi disarankan untuk tetap menghindari perjalanan yang tidak perlu.

Panduan baru CDC itu menyatakan:

1. Orang yang telah divaksinasi penuh dapat melakukan perjalanan di Amerika tanpa uji medis Covid-19 atau menjalani karantina

2. Orang harus tetap mengenakan masker, menjaga jarak sosial dan menghindari kerumunan.

3. Untuk perjalanan internasional, orang yang divaksinasi tidak perlu menjalani uji medis Covid-19 sebelum berangkat, meskipun beberapa negara tujuan mungkin memerlukan hasil uji medis itu.

4. Untuk perjalanan internasional ini, orang yang telah divaksinasi harus tetap memiliki hasil uji medis Covid-19 negatif sebelum naik pesawat terbang, dan kembali menjalani uji medis 3-5 hari setelah kembali. Mereka tidak perlu menjalani karantina.

CDC mencatat potensi terjangkit varian baru virus itu dan perbedaan cakupan vaksin di seluruh dunia sebagai peringatan ketika melakukan perjalanan ke luar negeri.

wisatawan berjalanWisatawan berjalan melalui Bandara Internasional Salt Lake City di Salt Lake City, Utah, AS, pada hari Minggu, 21 Maret 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Dalam pedoman yang diperbarui itu, CDC mengutip riset baru-baru ini tentang dampak vaksin di dunia nyata. CDC sebelumnya mengatakan orang-orang yang telah divaksinasi penuh dapat saling mengunjungi satu sama lain tanpa perlu memakai masker atau melakukan pembatasan sosial.

Ditambahkan, orang-orang yang sudah divaksin dapat berada bersama orang yang belum divaksinasi dalam satu rumah yang sama, selama orang yang belum divaksinasi berisiko rendah menderita penyakit parah jika terjangkit.

Koordinator Satuan Tugas Covid-19 di Gedung Putih, Jeffrey Zients, mengatakan saat ini 2,9 juta orang divaksinasi setiap hari, dibanding 2,5 juta orang per hari pada minggu sebelumnya.

Zients juga mengatakan 52% warga lansia Amerika telah divaksinasi penuh (em/pp)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
CDC Amerika Longgarkan Pembatasan Bagi yang Sudah Divaksin
CDC Amerika mengumumkan bahwa orang-orang yang sudah divaksin boleh berkumpul dalam ruangan tanpa masker atau jaga jarak
0
Amerika Izinkan Warga Lakukan Perjalanan Tanpa Uji Covid-19
CDC Amerika izinkan warga yang sudah divaksin untuk lakukan perjalanan tanpa uji Covid-19 dan empat kelonggaran lain