UNTUK INDONESIA
Garuda Indonesia Cari Utang Baru
Garuda Indonesia genca mencari sumber pendanaan baru guna menutupi beban utang perusahaan yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.
(Foto: Instagram/Irfan Setiaputra).

Jakarta - Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. gencar mencari sumber pendanaan baru guna menutupi beban utang perusahaan yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Setidaknya, langkah tersebut bakal mengurangi kewajiban tunggakan perseroan yang tercatat sebesar US$ 500 juta atau setara dengan Rp 6,8 triliun. Diketahui beban utang itu akan jatuh tempo pada Mei 2028 mendatang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan opsi ini dinilai tepat sembari terus memacu kinerja usaha agar optimal dalam perolehan cuan (keuntungan). "Utang ini yang jatuh tempo akan ditutupi sementara lewat penghimpunan utang baru," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN Jakarta pada Jumat petang, 24 Januari 2020.

Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, dirut yang baru menjabat beberapa hari itu lantas menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satu poin yang dianggap krusial adalah penggunaan jasa negosiator.

Hal ini dianggap penting guna memaksimalkan potensi kreditur yang bisa dijaring melalui network yang dimiliki oleh si negosiator. Terlebih, emiten penerbangan dengan kode saham GIAA itu membidik kreditur kakap asal mancanegara. Nantinya, negosiator diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara Garuda Indonesia dengan pihak peminjam dana.

Garuda IndonesiaMaskapai Garuda Indonesia. (Foto: Instagram/@garuda.indonesia)

Kami akan terus perbaiki.

Selain menguber ceruk pendanaan baru, Irfan juga menjelaskan bahwa persoran berharap negosiator dapat memberikan solusi terbaik atas rencana penyewaan armada pesawat terbang. Langkah strategis ini dimaksudkan untuk menekan biaya oprasional dan juga beban bunga yang akan ditanggung.

Kedepan, pria yang tercatat pernah menangani perusahaan BUMN PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) itu berjanji akan membantu Garuda Indonesia keluar dari kesulitan finansial. "Kami akan terus perbaiki," tutur Irfan.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Irfan Setiaputra didaulat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia setelah pemegang saham memberikan restunya pada RUPSLB yang digelar awal pekan ini, Rabu, 22 Januari 2020. Selain Irfan, ditetapkan juga sejumlah pengangkatan komisaris perseraon, antara lain Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama dan Yenny Wahid sebagai perwakilan publik di kursi Komisaris Independen.

Irfan menggantikan I Gusti Ngurah Askhara alias Ari Askhara, eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang dicopot oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir .[]

Baca Juga:

Berita terkait
PR Triawan Munaf di Garuda Indonesia
Komut PT Garuda Indonesia periode sebelumnya Sahala Lumban Gaol mengatakan ada PR yang mesti diselesaikan Triawan Munaf seusai menjadi Komut.
Sederet Masalah Garuda Indonesia di 2019
Inilah beragam kasus yang menimpa PT Garuda Indonesia pada 2019.
Kasus Harley, Berapa Gaji Direksi Garuda Indonesia?
Temuan onderdil Hary Davidson dan sepeda mewah di pesawat Garuda mengakhiri karir I Gusti Ngurah Askhara sebagai direkur utama.
0
Sungai Meluap, 5 Desa di Subulussalam Dilanda Banjir
Hujan yang mengguyur Kabupaten Subulussalam dalam sepekan terakhir membuat Sungai Lae Suraya meluap dan menggenangi permukiman warga.