UNTUK INDONESIA
Fintech Lending Solusi Pinjaman Uang Saat Covid-19
Ketua Harian AFPI Kuseryansyah optimistis industri pinjaman uang berbasis teknologi bisa bantu roda perekonomian di tengah wabah corona.
Berdasarkan kurs nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp16.000 per dolar AS. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Jakarta - Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah optimistis industri pinjaman uang berbasis teknologi atau fintech lending bisa membantu roda perekonomian Indonesia, di tengah meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Hanya saja, menurut dia harus ada inovasi dari fintech lending saat ini yang memang sudah memiliki sistem digital tersebut.

"Situasi saat ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelenggara fintech lending. Untuk itu diperlukan inovasi produk serta layanan yang dapat mencakup kebutuhan masyarakat saat ini," ujar Kuseryansyah dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 23 Maret 2020 seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Imbas Corona Cicilan Motor Diberi Keringanan Setahun

Relawan Gugus Covid-19Sejumlah calon relawan mengantre untuk melakukan tes kesehatan di kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu, 22 Maret 2020. Kementerian BUMN mencari Relawan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang memiliki tugas untuk membantu bidang logistik dan operasional penanganan Covid-19. (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Tapi yang jelas, sistem dari fintech lending kata dia sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini yakni pinjaman uang dengan proses mudah, transparan, dan tanpa harus bertatap muka. Sistem tersebut sesuai dengan kebijakan social distancing yang dimbau pemerintah pusat dan daerah yang terimbas Covid-19 maupun tidak.

"Ini bukan cara yang mudah tapi perlu dilakukan agar industri terus berkembang di tengah situasi yang tidak menentu," tutur dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengungkapkan industri fintech lending perlu mengambil langkah-langkah strategis supaya masyarakat tetap mendapatkan akses pembiayaan dalam jaringan (daring).

Salah satunya dengan menurunkan suku bunga yang dianggap dapat menarik perhatian publik. Ia juga menyarankan industri fintech lending melihat situasi ini sebagai kesempatan yang baik untuk memperkenalkan industri yang tergolong baru di Indonesia. Misalnya membuat fasilitas tambahan seperti mengadakan program diskon atau hal menarik lainnya.

Fintech Lending merupakan sebutan lain bagi Peer to Peer Lending. Fintech Lending menyediakan wadah bagi para peminjam dan pemberi pinjaman, selanjutnya disebut sebagai Peminjam dan Pendana, untuk berinteraksi dalam kegiatan pinjam-meminjam dana demi berbagai kebutuhan. []

Berita terkait
7 Jurus BI Jaga Sistem Keuangan dari Imbas Covid-19
BI merilis tujuh langkah strategis untuk mendukung upaya mitigasi risiko terkait ekses negatif penyebaran virus corona Covid-19.
Covid-19, OJK Undur Waktu Laporan Keuangan dan RUPS
OJK melonggarkan batas waktu penyampaian laporan dan pelaksanaan RUPS akibat merebaknya virus corona Covid-19.
Corona, Kredit Macet Bank Mandiri Diprediksi Naik
Serangan virus corona yang sudah masuk Tanah Air bakal memberikan tekanan pada dunia usaha termasuk sektor perbankan.
0
Penyebab Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Toba Samosir
Ratusan ton ikan di keramba jaring apung perairan Danau Toba diketahui peliharaan warga, mati dan mengakibatkan bau busuk.