Facebook Akan Hadapi Larangan Transfer Data Antarbenua

Regulator Data Irlandia dapat melanjutkan penyelidikan yang mungkin akan memicu larangan transfer data transatlantik oleh Facebook
Ilustrasi: Logo Facebook di sebuah konferensi di San Jose, California (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Regulator Data Irlandia dapat melanjutkan penyelidikan yang mungkin akan memicu larangan transfer data transatlantik oleh Facebook, demikian keputusan Pengadilan Tinggi Irlandia hari Jumat, 14 Mei 2021, yang menurut Facebook bisa berdampak buruk pada bisnisnya.

Kasus itu berawal dari kekhawatiran Uni Eropa atas pengawasan pemerintah AS yang dinilai tidak menghormati hak privasi warga Uni Eropa ketika data pribadi mereka dikirim ke Amerika Serikat untuk penggunaan komersial.

Komisaris Perlindungan Data Irlandia (DPC), regulator utama Facebook di Uni Eropa, meluncurkan penyelidikan pada Agustus 2020 dan mengeluarkan perintah sementara bahwa mekanisme utama yang digunakan Facebook "tidak dapat digunakan" untuk mentransfer data pengguna Uni Eropa ke Amerika Serikat.

Facebook mengajukan keberatan atas penyelidikan dan keputusan awal sementara (PDD), sekaligus mengancam kemungkinan konsekuensi yang "berdampak negatif" dan "tidak dapat diubah" terhadap bisnisnya, yang bergantung pada pemrosesan data pengguna untuk melayani iklan yang ditarget secara online.

Pengadilan Tinggi menolak keberatan tersebut hari Jumat, 14 Mei 2021. "Saya menolak semua pembebasan yang diajukan oleh Facebook Irlandia dan menolak klaim yang dituntut dalam persidangan," kata Hakim David Barniville dalam keputusan yang mencapai hampir 200 halaman.

"Facebook Irlandia belum menetapkan dasar apa pun untuk menentang keputusan DPC atau PDD atau prosedur penyelidikan yang diadopsi oleh DPC," kata putusan tersebut.

Sementara keputusan itu tidak memicu penghentian segera aliran sejumlah data, aktivis privasi Austria Max Schrems, yang memaksa regulator data Irlandia untuk mengambil serangkaian tindakan hukum selama delapan tahun terakhir, meyakini bahwa keputusan itu tak terelakkan.

"Setelah delapan tahun, DPC kini diharuskan menghentikan transfer data Facebook Uni Eropa-AS, sebelum musim panas tahun ini," katanya.

Seorang juru bicara Facebook menyatakan perusahaan media sosial itu berharap dapat memenuhi ketaatan pada aturan data Uni Eropa karena perintah sementara regulator Irlandia itu "dapat merusak tidak hanya Facebook, tapi juga bagi pelaku bisnis dan pengguna lainnya." (mg/pp)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Facebook Pertahankan Larangan Buka Akun Donald Trump
Dewan Pengawas Facebook pertahankan larangan Facebook terhadap Donald Trump untuk memposting di akun Facebook
Soal Data Bocor di 2019, Facebook Jelaskan Cara Kerja Hacker
Facebook Inc memastikan pihaknya telah berhasil mengatasi permasalahan yang menyebabkan data 530 juta pengguna mereka bocor pada 2019 lalu.
0
DPR RI: Indonesia Tak Dapat Kuota Haji 2021
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Indonesia tidak mendapat kuota haji 2021 dari Pemerintah Arab Saudi.