UNTUK INDONESIA
Ernest Prakasa dan Kisruh Pencurian Konten Komika
Ernest Prakasa sebagai seorang standup comedian memberikan edukasi mengenai tindak pencurian konten para komika oleh akun-akun di Instagram.
Ernest Prakasa berniat mengundurkan diri dari dunia seni peran. (Foto: Tagar/Eno)

Jakarta - Sejumlah pegiat komedi tunggal alias stand up comedy, belakangan merasa dirugikan dengan maraknya akun-akun di Instagram yang mengunggah ulang atau repost materi dari para komika tanpa seizin pemilik aslinya. Ernest Prakasa sebagai seorang standup comedian, ikut memberikan edukasi mengenai tindak pencurian konten seperti itu.

Melalui video yang diunggah melalui fitur Instagram TV, sutradara film Imperfect itu menjelaskan alasan kenapa mengunggah ulang materi komika tanpa izin tidaklah diperkenankan. Ernest mengatakan, ia sudah bosan menegur akun-akun di media sosial yang kerap melakukan tindakan serupa.

"Gue enggak akan ngomong sama akun-akun ini karena percuma jadi gue akan ngomong sama kalian semua, netizen yang budiman," kata Ernest dalam video tersebut, dikutip Tagar pada Senin, 20 April 2020.

Pasalnya, kata Ernest, amat besar kemungkinan materi lama yang pernah dibawakan oleh para komika memiliki penerimaan di masyarakat dengan cara yang berbeda jika ditayangkan saat ini. Belakangan diketahui, banyak warganet yang sempat merasa tersinggung dengan materi komedi yang dibawakan oleh sejumlah stand up comedian.

"Dulu ketika materi itu ditampilkan di TV atau YouTube, dulu materi itu tidak apa-apa tapi materi yang dulu tidak apa-apa 3-5 tahun lalu, dengan konteks sekarang yang teman-teman tahu lebih sensitif, bisa jadi sekarang jadi apa-apa. Dan itu jadi masalah karena ada orang yang upload tanpa izin," kata Ernest.

Komedian yang kini aktif di kancah perfilman nasional itu juga menyayangkan adanya tindak pencurian konten para komika yang dilakukan sederet akun media sosial. Menurutnya, materi yang merupakan hasil kerja keras para komedian, digunakan sebagai konten akun-akun tersebut untuk mendulang uang.

"Coba bayangin misalnya elu komik, open mic, nulis materi, butuh jam terbang, butuh materi yang bagus supaya performa bagus dalam beberapa menit, lalu ada orang yang mengambil itu tanpa izin, yang nyolong, mencuri lalu dijadikan aset, dijadikan milik untuk mendapat follower yang banyak sehingga dia bisa dapat uang dari followernya itu paid promote," kata dia.

Ernest juga mengaku pernah melakukan teguran terhadap akun-akun tersebut, namun mereka justru menyebut seolah para komika bertindak kejam. Bahkan, ia mengatakan sempat ada akun yang bertingkah seolah mereka adalah korban dari para stand up comedian.

"Kita sebenarnya ada itikad baik untuk menghubungi akun-akun tersebut. Tapi ada salah satu akun yang sudah ditegur baik-baik minta maaf, bilangnya diturunin tapi terus playing victim ngadu ke followers-nya, terus followers-nya upload satu-satu seolah-olah kita ini jahat," ujar dia.

Baca juga: Lima Pertunjukan Stand Up Comedy Terbaik Versi Pandji Pragiwaksono

Pada bagia akhir video, Ernest Prakasa menjelaskan alasan ia mengunggah penjelasan tersebut. Menurutnya, ia hanya mencoba memberikan edukasi bahwa tindak pencurian konten begitu meresahkan para komika, tanpa bermasksud mengajak warganet untuk memboikot akun-akun pencuri tersebut.

"Gue enggak akan bilang boikot akun-akun itu, enggak. Jadi gue cuma mau ngasih pengertian ini kenapa komika-komika kok ini pada protes, semoga penjelasan ini bisa sedikit masuk akal," kata dia. []

Berita terkait
DPR Minta Dikritik Lagi Lewat Stand Up Comedy
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menggelar ajang kompetisi Stand Up Comedy Kritik DPR.
Tayangan Konser BTS BangBangCon Ditonton 1 Juta Army
Tayangan konser BTS bertajuk BTS Online Concert Weekend (BangBangCon) sukses disaksikan lebih dari 1 juta Army dalam kurun waktu 243 jam saja.
Curhat, Titiek Puspa Pasrah Masuk Surga atau Neraka
Penyanyi senior Titiek Puspa mengaku pernah menyerahkan kepada Tuhan apakah akan ditempatkan di surga atau justru di neraka jika kelak telah wafat.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.