UNTUK INDONESIA
Erick Thohir Targetkan BUMN Setor Deviden Rp 49 T
Pemerintah menargetkan peningkatan setoran deviden BUMN pada sepanjang 2020 dengan target pertumbuhan Rp 48 triliun sampai Rp 49 triliun.
Menteri Parekraf Wishnutama Kusubandio (kanan) berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Mendagri Tito Karnavian (kiri) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A/ama)

Jakarta - Pemerintah menargetkan peningkatan setoran deviden Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada sepanjang 2020. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya mematok target pertumbuhan cuan perusahaan pelat merah menjadi Rp 48 triliun hingga Rp 49 triliun untuk tahun bisnis kali ini.

"Besaran itu meningkat dibandingkan realisasi deviden BUMN pada 2018 lalu yang mencapai Rp 45 triliun," ujar Erick di Kompleks Parlemen, Jakarta seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis, 20 Februari 2020.

Menurut dia walaupun proyeksi ekonomi tahun ini dirasa lebih berat dibandingkan 2019, namun pihaknya optimistis angka tersebut bisa diraih. Pasalnya, Erick kini tengah mengodok skema efisiensi perusahaan BUMN, termasuk didalamnya adalah strategi holding.

"Walaupun tidak mudah, tapi kami melihat ada ruang untuk tumbuh. Apalagi, Bank Mandiri sendiri kemarin sudah menaikan devidennya kepada negara. Kita cobalah cari solusi agar keuangan negara tetap aman," ucap dia. 

Baca juga: INDEF Kritik Kebijakan Pembentukan Holding BUMN

Sebelumnya, Erick memang kembali menghidupkan wacana pembentukan holding BUMN, salah satunya holding beberapa rumah sakit yang dimiliki oleh perusahan. Adapun, maksud penggabungan tersebut ditujukan agar BUMN induk dapat fokus pada bisnis inti masing-masing.

Selain itu, dalam rangka menyehatkan perusahaan pelat merah dalam negeri ia juga berencana menggabung, melikuidasi atau tetap mempertahankannya. Namun, kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga akan ditinjau dahulu dari prospek masing-masing BUMN.

“Apakah masih punya prospek, dan kerugian-kerugian yang terjadi itu akan dilihat. Kalau tidak punya prospek lagi untuk apa dilanjutkan," ujar Arya di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.

Dengan kata lain, Kementerian BUMN menurutnya saat ini tengah memilah BUMN mana saja yang selama ini tidak menghasilkan keuntungan atau komersil, apalagi tidak melakukan kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO).

“BUMN seperti ini akan dipertimbangkan apakah akan digabung dengan BUMN lain atau dilikuidasi," ucapnya. []

Berita terkait
Holding BUMN, DPR Tunggu Keputusan Final Pemerintah
Komisi VI DPR RI tengah menunggu keputusan akhir dari pemerintah terkait rencana holding badan usaha milik negara (BUMN).
Big Dream Jokowi dan Holding Vs Super Holding BUMN
Gerak langkah Presiden Jokowi menuju super holding BUMN atau ia sebut Indonesia incorporation. Seperti Temasek di Singapura, Khazanah di Malaysia.
Penyehatan BUMN, Erick Thohir Akan Pangkas Perseroan
Menteri BUMN Erick Thohir berencana menyehatkan perusahaan pelat merah dalam negeri dengan menggabung, melikuidasi atau tetap mempertahankannya.
0
Main Layang-layang, Pemain Brasil Tewas Kesetrum
Pemain lokal Brasil, Kaio Felipe Santos Silva, mengalami nasib tragis. Dia meninggal karena kesetrum listrik saat bermain layang-layang.