UNTUK INDONESIA
Emak-emak di Siantar Menjerit Tak Mendapat Sembako
Emak-emak di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, menjerit karena tak dapat bantuan di tengah pandemi Covid-19.
Emak-emak di Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang mengaku tak menerima bantuan sembako, Sabtu 25 April 2020. (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan).

Pematangsiantar - Emak-emak di Jalan Sinar Raya, Jalan Simas, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar, Sumatera Utara, mengaku tak dapat bantuan di tengah pandemi Covid-19. Mereka berharap mendapat bantuan sembako dari pemerintah.

Ditemui di lokasi, Sabtu, 25 April 2020, beberapa di antara mereka menyebut sebutir beras pun tak mereka rasakan. Mereka tak punya uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah merebaknya Covid-19. 

Mereka mengaku sudah memberikan sejumlah uang kepada relawan untuk pengurusan berkas agar bisa mendapatkan bantuan.

"Sebulan yang lalu kami sudah didata sama relawan. Ada sekitar 20 lebih fotokopi kartu keluarga dan kartu tanda penduduk disuruh dikumpulkan. Pergi kami ke kantor lurah, nama kami tak ada keluar. Bantuan selama covid ini belum ada aku dapat apa-apa," kata Resdiana boru Siagian, 35 tahun.

Senada, Dewi boru Manalu, 35 tahun, mengatakan dirinya tidak mendapat bantuan. Ia mengaku tak tahu ke mana lagi mencari sesuap nasi. Ia hanya bekerja serabutan, pengumpul barang-barang bekas, sementara suaminya hanya seorang sopir angkutan kota.

Sama saya mereka ngak ada datang. Relawan yang dibilang itu ngutip duit itu ya, saya kurang tahu

"Berapalah suamiku dapat uang setelah di corona ini. Kepala RT kami saja tidak mau tahu, seperti kale-kalenya saja yang dapat bantuan, teman-temannya. Menangisnya aku mereka dapat bantuan beras, semua bantuan. Sementara aku mengontrak rumahnya, bulanan rumahku. Setiap data kartu keluarga, dan kartu tanda penduduk kami kasih tidak ada respons," ucap dia.

Pembagian Sembako SiantarPembagian bantuan sembako di kantor Lurah Siopat Suhu, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Sabtu, 25 April 2020 (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan).

"RT kami cuek-cueknya. Ibaratnya capek kali aku kau kasih makan, cari sendiri, itu maksudnya. Sudah tiga kali kami ke kantor lurah, Bang. Beras sebutir pun kami tidak dapat bantuan dari pemerintah. Kalau mencukupi kehidupan kami, Bang, ngak kekgini kami menuntut. Data sudah kami kasih sama RT dan relawan dari Dinas Sosial," sambungnya.

Relawan Terima Uang dari Warga

Relawan Dinas Sosial Kota Pematangsiantar untuk Kelurahan Siopat Suhu, Dewi Ertika boru Silaban mengaku dirinya memang menerima sejumlah uang dari warga. 

Ia mengaku menerima Rp 170 ribu yang digunakan untuk memfotokopi kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP) dan mencetak foto warga.

Ia menyeleneh kepada wartawan saat meminta keterangan kepadanya. 

"Ada uang kalian? Kalau ngak ada uang kalian aku ngak mau ngomong. Aku kan relawan mata duitan," katanya saat ditemui di kediamannya.

Dikatakannya, ia menerima semua berkas warga dan telah menyerahkannya ke pihak kelurahan. Namun sampai bantuan sembako dibagikan, nama-nama warga yang menuntut sembako tak masuk daftar penerima bantuan.

"Rekam bagus-bagus. Terus salah siapa, Pak? Salah saya? Di kampung ini kalau soal bantuan, semua mengaku miskin. Padahal mereka itu sudah masuk sebagai penerima bantuan program pemerintah yang lain," ucapnya.

Ia membantah, warga yang tidak menerima bantuan dianggap tidak dipedulikan. Menurutnya, sebelum wabah Covid-19, sejumlah warga masuk sebagai penerima bantuan rutin pemerintah. 

Ia juga heran, warga yang mengaku miskin akibat Covid-19, rumah mereka berstatus milik pribadi dan tak mempunyai tanggungan.

"Bahkan itu ada yang tiap hari cerita emas aja. Ada itu yang tiap bulan bawa beras dari kantor lurah kok tiba-tiba ngaku ngak diperhatikan pulak," tandas.

Lurah di SiantarLurah Kelurahan Siopat Suhu Retti boru Saragih saat dikonfirmasi, Sabtu, 25 April 2020. (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan).

Lurah Siopat Suhu Retti boru Saragih, menyebut pihaknya sudah membagikan sembako kepada 337 kepala keluarga. Proses pendataan warga dilakukan secara manual.

"Kita salurkan sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah. Kita data manual," ucapnya saat ditemui di kantornya.

Soal warga yang protes, dia mengaku tidak mengetahui persis apa penyebabnya. 

"Sama saya mereka ngak ada datang. Relawan yang dibilang itu ngutip duit itu ya, saya kurang tahu. Saya ngak tahu itu. Makanya saya tadi mau nanya juga itu di sini, siapa itu yang belum dapat bantuan," katanya.

Pihaknya kata Retti, akan memanggil kembali kepala lingkungan dan relawan guna memastikan warga yang belum menerima bantuan agar dapat dimasukkan ke daftar penerima bantuan Kemensos RI.

Sebelumnya, video sejumlah emak-emak yang mengaku tak menerima bantuan viral di media sosial Facebook milik akun Lotry Hasugian. 

Video berdurasi 04.51 detik itu diawali status: "Kalau ada yang kenal pejabat Siantar Simalungun bisa tolong di info saudara-saudara sekalian. Mereka butuh keadilan.Terima kasih. Saya dapat dari grup sebelah."[]


Berita terkait
Ular Masuk Kamar Pasien Suspek Corona di RSU Siantar
Seekor ular dikabarkan masuk ke ruang isolasi seorang pasien terpapar Covid-19 di RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.
Jeritan Parbetor Siantar di Tengah Pandemi Covid-19
Parbetor di Kota Pematangsiantar merasakan pukulan telak dengan pandemi Covid-19. Penghasilan mereka menurun drastis.
Ayah dan Anak di Pematangsiantar Positif Covid-19
Seorang anak berusia 12 tahun di Kota Pematangsiantar dinyatakan positif Covid-19 lewat uji swab.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.