UNTUK INDONESIA
Ekstrak Kopi Robusta Sembuhkan Luka Sayat
Mahasiswa UNY Yogyakarta meneliti kopi robusta sebagai penyembuh luka sayat benda tajam. Hasilnya bisa menyembuhkan dengan persentase lebih tinggi.
Sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) meneliti manfaat kopi robusta sebagai penyembuh luka dengan uji coba memakai tikus putih. (Foto: Humas UNY/Tagar/Switzy Sabandar)

Yogyakarta-Sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) meneliti manfaat kopi robusta sebagai penyembuh luka. Anisa Ratih Pratiwi, Asmi Aris, dan Denda Wiguna membuat salep dari ekstrak kopi robusta untuk mengobati luka akibat sayatan benda tajam.

Bukan tanpa alasan mereka memakai kopi robusta sebagai bahan utama penyembuh luka. Kopi ini memiliki senyawa anti inflamasi yang berfungsi mengurangi tanda-tanda dan gejala peradangan. Hasil penelitian ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk mengembangkan obat penyembuh luka dari ekstrak kopi robusta.

Anisa, mahasiswa program studi Pendidikan Biologi mengatakan kopi robusta bisa digunakan untuk menambah kecepatan berpikir dan inspirasi, menyembuhkan rasa kantuk dan kelelahan, meningkatkan sensor stimuli dan reaksi motorik, melebarkan pembuluh darah, mendorong aliran sekresi cairan maupun sekresi padat dari dalam tubuh sehingga badan terasa lebih segar.

Ia menjelaskan penyembuhan luka insisi atau irisan benda tajam dinamis dan kompleks supaya bisa memulihkan struktur anatomi dan fungsi kulit. "Berbagai sistem imunologi dan biologi terkoordinasi melalui tiga cara yang berbeda, yakni respons inflamasifase, proliferative, dan fase pemodelan ulang," kata Anisa di Yogyakarta, Selasa, 10 Desember 2019..

Dalam inflamasifase terjadi reaksi vaskular sehingga cairan, elemen-elemen darah, sel darah putih (leukosit), dan mediator kimia terkumpul pada tempat yang cedera untuk menetralkan. Selain itu menghilangkan agen-agen berbahaya serta memperbaiki jaringan yang rusak. 

Inflamasi ini ditandai dengan beberapa gejala di antaranya timbulnya warna kemerahan, rasa panas, rasa sakit, pembengkakan, dan gangguan fungsi jaringan tersebut.

Asmi, mahasiswa program studi Pendidikan Kimia, memaparkan proses penelitian dimulai dari ekstraksi dan formulasi kopi robusta. Ia menyiapkan sejumlah bahan; meliputi kopi robusta, adeps lanae, etanol 70%, Vaselin Album, TEA, aquades, dan Betadine.

Salep dibuat dengan konsentrasi ekstrak kopi robusta yang berbeda-beda; yakni 13 persen, 26 persen, dan 52 persen untuk pemakaian tiga kali sehari. Dalam uji coba, mereka menggunakan tikus putih dewasa jantan galur wistar sebanyak 15 ekor yang berumur dua bulan dan berat berkisar 180 sampai 200 gram.

Setiap ikus tersebut disayat sekali pada bagian punggung dengan kedalaman dua milimeter dan sepanjang dua centimeter sejajar tulang belakang. Lalu, tikus dibagi menjadi lima kelompok. 

Dan ternyata kelompok yang diberi salep ekstrak kopi robusta 13 persen menunjukkan hasil penyembuhan yang lebih baik.

Kelompok satu diberi salep tanpa ekstrak kopi, kelompok dua diberi Betadine, kelompok tiga diberi salep ekstrak kopi robusta 13 persen, kelompok empat diberi salep ekstrak kopi robusta 26 persen, dan kelompok lima diberi salep ekstrak kopi robusta 52 persen.

“Salep anti inflamasi itu diberikan pada bagian luka tikus dengan dosis 0,4 mililiter selama tujuh hari,” ucapnya.

Pada hari terakhir pengamatan terlihat perbedaan yang cukup kontras. Kelompok tikus yang diberi salep tanpa kandungan ekstrak kopi robusta masih memiliki luka yang membekas dan berwarna kehitaman. Kelompok yang diberi Betadine tidak menunjukkan luka yang berwarna atau bisa dikatakan sembuh.

“Dan ternyata kelompok yang diberi salep ekstrak kopi robusta 13 persen menunjukkan hasil penyembuhan yang lebih baik dari pada yang persentasenya lebih tinggi, yakni hanya menyisakan sedikit luka,” tutur Asmi.[]

Baca Juga:

Berita terkait
Emak-emak di Sleman Dilatih Bikin Sabun Alami
Ibu-ibu PKK di Sleman mendapat pelatihan membuat sabun alami oleh dosen UAD Yogyakarta. Sabun alami banyak memberi manfaat.
Sleman Punya Ikon Baru di Prambanan, Apa Itu?
Pemkab Sleman membuka Pusat Kulakan Handphone di Pasar Pramabanan. Harapannya pusat gadget ini menjadi ikon baru Sleman.
Kelebihan Parfum Sepatu Anti Bau Karya Mahasiswa UNY
Parfum sepatu anti bau karya mahasiswa UNY Yogyakarta menarik perusahaan digital marketing Yoshugi. Produk ini punya beberaapa keunggulan.
0
Demi Kepentingan Pekerja, BPJAMSOSTEK Potong 90 Persen Iuran
Pada masa pandemi Covid-19 peserta BPJAMSOSTEK cukup membayar iuran 10 persen setiap bulan selama 3 bulan dan bisa diperpanjang 3 bulan berikutnya.