UNTUK INDONESIA
Dua Tahun Bupati Dairi Belum Tepati Janji Kampanye Pilkada
Mahasiswa mengungkap sejumlah janji kampanye saat Pikada 2018 oleh Bupati dan Wakil Bupati Dairi yang belum ditepati.
Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu dan Wakil Bupati Dairi Jimmy Andrea Lukita Sihombing, usai menyampaikan hasil kesepakatan yang difasilitasi Kemendagri, Rabu, 5 Agustus 2020 di Balai Budaya Sidikalang (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

Dairi - Saat menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Dairi, pada Senin, 12 Oktober 2020 lalu, puluhan mahasiswa mengungkap sejumlah janji kampanye Bupati Eddy Keleng Ate Berutu dan Wakil Bupati Jimmy AL Sihombing yang belum ditepati.

“Pemerintah tidak peduli dengan kita. Mereka hanya menikmati fasilitas, hasil pajak kita. Di mana nurani mereka. Janji tinggal janji. Sampai hari ini, tidak satu pun janji yang ditepati. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, di mana janjinya,” kata Rinaldy Banurea, salah seorang mahasiswa saat berorasi yang diselingi pembakaran keranda dan disaksikan Sekda Dairi Leonardus Sihotang.

Mahasiswa menuntut agar pemerintahan Eddy - Jimmy memenuhi janji peningkatan di berbagai sektor, saat kampanye, tidak hanya pencitraan. Disebut, masyarakat Dairi sudah menunggu selama dua tahun, namun tidak merasakan dampak nyata dari janji-janji kampanye itu.

Soal pendidikan, menjanjikan beasiswa, tidak direalisasikan. Kemudian sektor kesehatan, setiap minggu ada puluhan pasien rujukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang ke luar daerah.

"Padahal sewaktu mereka kampanye, mereka menjanjikan yang terutama adalah meningkatkan sektor kesehatan,” kata Rinaldy.

Eddy - Jimmy saat kampanye berjanji memberikan pelayanan kesehatan yang lebih terjangkau, menaikkan kelas akreditasi RSUD Sidikalang serta peningkatan pelayanan untuk menangani segala jenis keluhan penyakit masyarakat.

Massa aksi itu juga mengkritisi kebijakan Pemkab Dairi yang dinilai tidak pro rakyat. Di tengah pandemi Covid-19 justru memberikan mobil baru kepada pimpinan DPRD Dairi.

“Di mana janji akan pro rakyat. Malah di tengah pandemi memberikan mobil kepada pimpinan dewan. Di mana nurani kalian!” teriak Rinaldy.

Janji lain adalah soal pembangunan infrstruktur, jalan dan listrik yang memadai. Pada 14 Mei 2018, Eddy dan Jimmy menyampaikan akan membangun infratrsuktur, jalan dan listrik yang memadai.

"Kenyataannya mana. Jangan saat kampanye datang ke Alur Subur (desa terpencil di Kecamatan Tanah Pinem), sudah terpilih tidak mau ke sana. Penuhilah janji. Kalau tidak, mending mundur,” katanya.

Semua yang disampaikan tadi, diperintahkan memang kepada saya, untuk mencatat aspirasi dan menjadi PR ke depan

Saat aksi itu, massa meminta Eddy dan Jimmy hadir menerima mereka. “Pak Eddy, Pak Jimmy, hadir lah. Roh mo ke silih (datanglah),” teriak mereka. Namun keduanya tak kunjung datang.

Sekretaris Daerah Leonardus Sihotang berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada Bupati Dairi.

Aksi Mahasiswa DairiAliansi mahasiswa berunjukrasa dengan membakar keranda mayat di Kantor Bupati Dairi, menuntut agar pemerintahan Eddy-Jimmy merealisasikan janji-janji kampanye, tidak hanya pencitraan, Senin 12 Oktober 2020 (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

“Bapak Bupati dan Wakil tidak ada di sini. Semua yang disampaikan tadi, diperintahkan memang kepada saya, untuk mencatat aspirasi dan menjadi PR ke depan,” kata Leonardus.

Leonardus menambahkan, janji politik bupati memang harus dipenuhi. Hal tersebut dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD). Operasionalnya, setiap tahun dimuat dalam APBD.

“Ketika bupati memberikan janji politik, itu harus dipenuhi. Dan itu dituangkan dalam RPJMD. Operasionalnya setiap tahun ada dalam APBD. Kritik, pengawasan sosial, kami sambut baik, mengingatkan kami birokrasi untuk betul-betul bisa mewujudkan itu. Apakah sempurna, tentu tidak. Karena itulah perlu nya kritik sosial dari berbagai pihak. Kami terima dengan positif. Kalau ada kekurangan, ingatkan kami,” katanya.

Diketahui pada Pilkada 2018 di Dairi, pasangan Eddy - Jimmy diusung enam parpol, yakni Hanura 5 kursi, PDIP 4 kursi, Gerindra 4 kursi, Nasdem 3 kursi, Demokrat 2 kursi dan PKPI 1 kursi.

Mereka melawan paslon, yakni Depriwanto Sitohang - Azhar Bintang diusung Golkar 11 kursi, dan PAN 4 kursi, serta pasangan perseorangan Sutan Rimso Maruli Sinaga - Bilker Purba.

Pasangan Eddy - Jimmy yang mengusung tagline Dairi Unggul itu menang dengan raihan suara 86.838 suara atau 58,88 persen, sedangkan Depriwanto - Azhar meraih 59.228 suara atau 40,16 persen.

Saat kampanye, Eddy - Jimmy memiliki visi mewujudkan Dairi Unggul yang mensejahterakan dalam harmoni keberagaman.

Misinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup petani dengan pengelolaan sistem pertanian yang cerdas dan modern, membangun kondisi masyarakat Dairi yang cerdas, kreatif dan inovatif berbasis kearifan lokal, mempersiapkan dan meningkatkan kualitas SDM dan kesiapan tenaga kerja yang terampil, siap pakai, produktif dan kreatif.

Kemudian, merealisasikan dengan komitmen tinggi prinsip penyelenggaraan good governance dan clean governance dalam praktik penyelenggaraan pemerintah daerah, mewujudkan pelatanan publik yang baik, mudah dan berkualitas dengan menjamin kualitas pembangunan infrastruktur daerah, sarana dan prasarana pelayanan publik dan pelayanan informasi yang berbasis transparan dan dukungan teknologi informatika.[]

Berita terkait
Mahasiswa Bakar Keranda Menagih Janji Kampanye Bupati Dairi
Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di kantor Bupati Dairi menuntut janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati setempat.
Sambil Basah-basah, Demonstran di Dairi Tolak UU Cipta Kerja
Gabungan aliansi mahasiswa di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, melakukan aksi damai terkait penolakan Undang-Undang Cipta Kerja.
Melihat Kesiapan PT DPM Eksplorasi Tambang Seng di Dairi
PT Dairi Prima Mineral (DPM), perusahaan tambang di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menargetkan mulai produksi penambangan seng pada 2022.
0
Sindir Politik Dinasti, PKS: Ini Bukan Perusahaan Keluarga
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto mengaku prihatin dengan sikap abai Pemerintahan Presiden Jokowi atas perkembangan politik dinasti saat ini.