Doni Monardo Disebut Tak Jelas Beri Panduan, Satgas Ungkap Ada Ritual

Koordinator Tim Pakar dan Jubir Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito jawab kritikan LIPI soal Doni Monardo tak jelas memandu corona.
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (Foto: BNPB)

Jakarta - Koordinator Tim Pakar dan Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjawab kritik yang dilontarkan Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati, perihal Ketua Satgas Doni Monardo tidak jelas dalam memberikan panduan yang komprehensif, sehingga satgas daerah membuat standar sendiri-sendiri.

Wiku pun mengucap terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mengemukakan kritik secara terbuka kepada satgas Covid-19. Dia merasa sejak awal berbentuk gugus tugas hingga bermetamorfosis menjadi Satgas, pihaknya terus berkoordinasi dengan satgas atau gugus tugas daerah, guna memutus mata rantai persebaran corona.

Bahkan sekarang dengan satgas daerah terutama hari Minggu malam, ini sudah menjadi ritual rutin, terutama di Jabodetabek.

Ia menyebut, gugus tugas di provinsi dan kabupaten kota diketuai oleh gubernur bersama wakilnya, Panglima Kodam (Pangdam), dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Sedangkan di kabupaten atau kota diketuai oleh bupati atau wali kota dengan wakilnya, melibatkan Dandim dan Kapolres. 

Baca juga: Satgas Minta Publik Lihat Angka Corona RI di Level Kelas Dunia

Koordinasi pusat dengan daerah, kata Wiku, dilakukan secara terus-menerus melalui video conference (vicon) dari pukul 19.30-23.00 dan sudah menjadi agenda rutin mingguan. Menurutnya, di dalam tahapan ini menjadi medium bagi mereka saling bertukar informasi terkait problem corona.

"Bahkan sekarang dengan satgas daerah terutama hari Minggu malam, ini sudah menjadi ritual rutin, terutama di Jabodetabek atau tempat-tempat dengan kasus-kasus tinggi atau provinsi prioritas 8+2 provinsi prioritas kita," kata Wiku saat menjadi pembicara di kanal YouTube Tagar TV, dilihat Senin, 9 November 2020. 

Dia mencontohkan, semisal satgas atau gugus tugas daerah kekurangan reagen atau tidak memiliki mesin PCR, di saat itu juga diambil keputusan apa yang harus dilakukan untuk testing, pembaharuan data terkait ketersediaan tempat tidur ICU atau ruang isolasi yang jumlahnya terbatas. 

"Terutama pada saat beberapa minggu yang lalu atau sebulan-dua bulan lalu dengan DKI. Maka kita langsung menggerakkan sumber daya, supaya ada relaksasi di rumah sakit-rumah sakit yang memiliki ICU dan ruang isolasinya penuh, dan itu langsung bisa terjadi penurunan," ucapnya.

Wiku menegaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi secara berkala dan transparan dengan gubernur, bupati, walikota, terutama dengan Dinas Kesehatan daerah. Tujuannya, membuat seluruh penanganan corona di RI menjadi lebih terkendali.

Caranya, dengan menyusun statistik harian mulai dari pertambahan data orang yang terkonfirmasi positif corona, berapa banyak pasien sembuh, hingga angka kematian di daerah. Nantinya, semua data tersebut diakumulasi ke dalam angka nasional untuk selanjutnya disiarkan kepada publik.

Baca juga: Doni Monardo Beri Panduan Tak Jelas ke Satgas Covid-19 Daerah

"Jadi evaluasi review itu juga bisa per kabupaten/kota, juga bisa provinsi. Jadi kita tidak menunggu adanya laporan, karena kita sendiri, semua monitor itu, dan pada saat koordinasi itu selalu disampaikan. Sekarang pun dengan peran dari Menkomarinves Pak Luhut itu pun juga melakukan hal yang sama," ujarnya.

Wiku melanjutkan, satgas pusat juga bertugas mengkoordinasikan untuk memastikan obat-obatan juga harus tersedia di semua rumah sakit. Pihaknya, kata dia, juga bekerja sama dengan lima organisasi profesi kedokteran guna memastikan regimen obat yang diberikan kepada pasien sudah sesuai dengan standar atau profesional medis. 

"Terutama yang kasus-kasusnya tinggi, ketersediaan obatnya ditanyakan di situ dengan pimpinan rumah sakitnya langsung. Jadi koordinasi seperti itu sudah pekerjaan yang relatif setiap hari kita lakukan dengan berbagai daerah," tuturnya.

"Selain itu kita juga beberapa kali ke daerah untuk melihat langsung di sana dan membawa barang bantuan yang diperlukan oleh mereka. Jadi itu cara kita berkoordinasi dengan daerah dan ini adalah salah satu bentuk yang relatif dengan vicon, karena pandemi kita ndak boleh memberikan risiko penularan dalam bentuk rapat dan seterusnya," ujar dia lagi. []

Berita terkait
Doni Monardo Pakai Dana Covid-19, Virus Corona Tak Terkendali
Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai Ketua Satgas Doni Monardo punya dana Covid-19, tak bisa kendalikan corona.
ICW Soroti Potensi Korupsi di BNPB, Pos Doni Monardo
Staf Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW), Wana Alamsyah menyoroti potensi korupsi di BNPB, yang diketuai Letjen TNI Doni Monardo.
Terawan Agus Putranto Menghilang, Doni Monardo Makin Dominan
Pakar Epidemiologi FKM UI Pandu Riono mengkritik, Kepala BNPB Doni Monardo justru dominan karena Menkes Terawan Agus Putranto menghilang.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan