UNTUK INDONESIA
Dispar Sumbar Maklumi Tak Dapat Insentif Pariwisata
Kemenhub tak memasukkan Sumatera Barat dalam 10 destinasi wisata untuk mendapatkan diskon tiket pesawat sebesar 50 persen.
Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Novrial. (Foto: Tagar/Rina Akmal)

Padang - Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Novrial mengaku tidak mempermasalahkan jika pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak memasukkan pariwisata prioritas mendapatkan insentif yakni diskon penerbangan.

Novrial mengatakan wisata di Sumbar tidak masuk dalam 10 destinasi wisata yang ada di Indonesia mendapatkan insentif dari pemerintah pusat khususnya diskon tiket pesawat 50 persen.

Wisatawan mancanegara kita yang banyak itu dari Malaysia, ini juga jadi salah satu kenapa kita tidak masuk menurut saya.

"Itu kebijakan pusat, kita harus menghargai. Menurut saya, kita memang belum masuk prioritas baik dari segi destinasi," ujarnya kepada Tagar di Padang, Sabtu 29 Februari.

Menurut Novrial, alasan lain pemberian diskon tiket pesawat itu guna menggenjot sektor pariwisata di tengah epidemi virus corona. Sedangkan Sumbar bukan tujuan wisatawan dari China.

"Wisatawan mancanegara kita yang banyak itu dari Malaysia, ini juga jadi salah satu kenapa kita tidak masuk menurut saya," ucapnya.

Walaupun demikian, kunjungan pariwisata ke Sumbar tetap banyak terutama wisatawan nusantara. Dia berharap keputusan itu tidak ditanggapi secara reaktif, pemerintah pusat tentu punya pertimbangan dalam menentukan daerah yang mendapatkan insentif tersebut.

"Kita jangan terlalu sibuk dan reaktif dengan keputusan itu, walaupun tidak masuk, kunjungan pariwisata ke Sumbar tetap banyak," tuturnya.

Novrial menyebutkan, pihaknya terus berupaya agar kunjungan wisata ke Sumbar bisa dipertahankan bahkan meningkat. Salah satu cara dengan memperbanyak kegiatan berskala nasional.

"Tahun ini kita terbantu dengan banyaknya event nasional di Sumbar seperti Harganas, Penas Tani, MTQ Nasional dan beberapa lainnya yang melibatkan orang luar negeri. Ini jelas akan didatangi banyak orang, mereka tentu juga berwisata," kata Novrial.

Event nasional ini akan menjadi modal bagi Sumbar untuk menyurati berbagai lembaga negara serta asosiasi untuk mengadakan kegiatan di Sumbar.

"Ini jadi akan modal kita, gubernur akan menyurati berbagai lembaga seperti kementerian dan asosiasi untuk mengadakan kegiatan di Sumbar. Mereka banyak dapat keuntungan mengadakan kegiatan di Sumbar, bisa menikmati keindahan alam, kuliner dan budaya," ungkap Novrial.

Meski demikian, pihaknya berharap masyarakat bersikap ramah terhadap wisatawan yang datang, sehingga mendapatkan kesan yang baik di daerah pariwisata.

"Kami berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga dan memberikan pelayanan kepada pengunjung. Bagaimana mereka berkesan berkunjung ke Sumbar. Kami di Dinas Pariwisata juga sedang fokus untuk pembinaan SDM pariwisata, mari bersama-sama kita," ucapnya.

Untuk diketahui, Pemerintah memutuskan untuk memberi intensif sebesar 50 persen untuk tiket penerbangan di 10 destinasi wisata di Indonesia. Intensif yang diberikan kepada maskapai penerbangan diperkirakan mencapai Rp860 miliar

Sepuluh destinasi tersebut adalah Bali, Malang, Yogyakarta, Labuhan Bajo, dan Lombok. Selanjutnya, Batam, Manado, Silangit, Tanjung Pinang dan Tanjung Pandan. Pemberian insentif direncanakan berlaku awal Maret 2020 ini. []

Berita terkait
24 Pelajar di Padang Ditangkap Satpol PP
Satpol PP Padang, Sumatera Barat, menangkap puluhan pelajar yang berkeliaran saat jam pelajaran berlangsung.
Dosen Tersangka Pelecehan Seks di Padang Diperiksa
Seorang dosen yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual di Padang, menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Barat.
Polisi Buru Pembuang Janin Bayi di Padang
Polisi memastikan akan memburu pelaku pembuang janin bayi di Kota Padang, Sumatera Barat.
0
Anggota DPR Minta Data Penerima Bansos Diperbaiki
Anggota DPR, Intan Fauzi menyebutkan penyaluran dana bansos masih kerap salah sasaran akibat data penerima tidak valid.